
Siang itu Marsel bisa sedikit meluangkan waktunya sebentar, dia ingin mengajak Defa jalan-jalan seperti muda-mudi yang lainnya.
"ten gue pergi keluar ya, lo di sini aja jangan ikutin gue" katanya assistennya. Marsel berkata begitu karena dia au kalo asisstennya iti disuruh orang tuanya untuk memata-matai dia.
Marsel pun keluar mamakai mobil keluaran terbaru miliknya, dia memang hobi mengoleksi mobil-mobil mewah. Sehingga kalo ada orang yang melihat garasinya mungkin diaggap showroom mobil mewah saking banyaknya mobil yang dia punya.
Marsel segera meluncur kerumah Defa.
📲.......
📲.......
📲.......
"ni anak pasti sedang tidur" gumamnya.
Marsel berusaha menghubungi Defa, tapi Defa tak mengangkatnya.
"Huh ni anak mau nantangin kayaknya, siapa takut he.." gumam Marsel dengan menarik ujung bibirnya. Dia seakan mendapat kesenangan sendiri kalo berkaitan dengan Defa.
Marsel menjalankan mobilnya seakan tak sadar, beberapa menit saja dia sudah ada di depan rumah Defa.
"Assalamualaikum..." Marsel mengucap salam dan memencet tombol untuk menyatakan keberadaanya.
Marsel pun dengan tak sabar menunggu pintu dibuka. Dia tak bisa diam bolak balik, terdengat suara pintu akan dibuka, Marsel segera bersiap dengan penyambutan orang rumah.
klik..pintu terbuka, dan munculah Difia dari sana dengan senyum khasnya.
"eh nak Marsel, silahkan masuk, maaf ya lama tadi tante sedang di kebun belakang"
"I..iya tan gak papa ko, gak lama ko tan" jawab Marsel berusaha setenang mungkin di depan camer nya.
"duduk nak" Difia mempersilahkan Marsel duduak dan segera mengambilkan minuman dna cemilan yang ada dirumahnya.
"silahkan di minum"
"iya tan makasih"
"sama-sama, mau ketemu Defa ya, tapi kayaknya dia masih tidur"
"iya tan kalo boleh, saya mau ketemu Defa"
"yaudah sebentar ya, tante cek dulu ke kamarnya"
"iya tan makasih"
"iya.."
Difia pun meninggalkan Marsel dan segera menuju ke kamar Defa.
tok..tok..tok.."sayang...bangun, ada Marsel"...
"emh..ah mama mana mungkin, gak ada yang menghubungi ko"
"ya mungkin aja, tuh orangnya ada di depan rumah"
"biarin aja ah, ngantuk"
"eh gak boleh gitu sama tamu, gak sopan"
__ADS_1
"tapi ma.."
"bangun trus cpat temui dia"
" iyaaa maaa"
Defa pun dengan malas-malasan bangun dan membersihkan dirinya.
Marsel manunggu sendirian di ruang tamu, dia sudah tak terlalu canggung karena udah beberapa kali ke rumah Defa.
Defa sambil ngantuk dia siap-siap, Defa hanya mengenakan pakaian rumah dan sendal tanpa mamakai riasan apa-apa, tapi karena dasarnya Defa cantik, ya mengenakan apapun Defa tetap cantik dan memukau.
Defa menemui Marsel yang sedang menunggunya sambil sesekali melihat hp ditanganya, Defa pun duduk di kursi depan Marsel.
"ada apa sel datang kesini?" Marsel tersenyum simpul, dia menatap Dengan perasaan bahagia, orang yang selalu dia rindukan ada di depannya.
"pacar ko gitu, hari ini kebetulan ada waktu agak longgar, kita main yuk"
"ke mana?" Defa langsung merespon ajakan Marsel, tentu saja itu membuat Marsel senang bukan kapayang.
"kemana aja yang pacar mau"
"beneran nih"
"iya..bener"
"emh gimana ya, ntar mama marah ah"
"yaudah aku minta ijin ke tante aja ya"
"ih gak ah"
"please, aku kan sekarang susah banget keluar, ini mumpung ada waktu"
"pacar mau ya" Marsel berusaha memohon supaya Defa mau ikut denganya.
"yaudah coba aja bilang ke mama" Defa akhirnya luluh dengan keinginan Marsel bersorak ria dalam hatinya, dia pun tersenyum bahagia.
"makasih pacar, bentar ya aku minta ijin dulu, kamu siap-siap gih"
"gak ah, sana ijin dulu, ntar mama gak ijinin lagi"
"ko gitu sih, do'a nya yang bener dong"
"yey itu sih maunya" Defa manyun tapi dia kemudian tersenyum saat Marsel berbalik menuju ke mama nya.
Defa diam di kursi, dia menunggu Marsel sesuai keinginannya.
Tak lama Marsel pun datang, dia menemui Defa sambil tersenyum usil.
"kenapa senyum-senyum gitu?" Defa bertanya sambil memperhatikan Marsel yang sudah dengan senyum mencurigakan.
"ayoo siap-siap"
"emang mama ijinin gitu?"
"emmm gimana ya" jawab Marsel.
"yaudah berarti gak ya" jawab Defa sambil berdiri dan akan segera pergi meniggalkan Marsel, tapi tangan Marsel segera meraih tangan Defa, sehingga terjadi lah tarik menarik tangan antara Marsel dan Defa.
__ADS_1
Tak lama kemudian Difia muncul di belakang mereka.
"kalian sedang apa?" tanya Difia."
"itu lo tan, Difia gak percaya tante ngijinin"
"owh..yaudah sana siap-siap, nanti keburu malam" Defa hanya melongo aja, dia seakan gak percaya kalo Difia bisa semudah itu mempercayai Marsel, tapi Defa pun tetap pergi ke kamarnya setelah memperhatikan Marsel sebentar.
Marsel hanya senyam-senyum aja, dia suka banget melihat ekspresi Defa seperti itu.
Defa pun telah selesai bersiap, dia hanya mengganti bajunya dengan dress selutut warna pich yang di padu padankan dengan bolero kecil.
Defa juga menata rambutnya dengan mengikatnya sebagian kebelakang.
Marsel yang melihat tampilan Defa begitu manis membuatnya tak berkedip, dia seakan tak ingin melepaskan pandanganya itu.
"hai..." Defa mengibaskan tangannya di depan muka Marsel, Marsel segera sadar dan menangkap tangan Defa.
"kena ya...yuk kita berangkat" Marsel pun membawa tangan Defa dan membawanya pergi bersama nya.
Defa pun mengikuti Marsel, dia hanya diam saja tak mau berkomentar apa pun.
Marsel dan Defa segera masuk mobil, Marsel sendiri yang membawa mobil itu, dia tak ingin diganggu siapapun.
"kita jadinya kemana nih?"
"ke puncak bintang aja"
"dimana itu, kayaknya asyik nih"
"ikutin petunjuk aja"
"ok, tapi kayaknya kita perlu isi dulu minum mobil nya, biar dia gak kehausan"
"ok"
Marsel segera melipirkan mobilnya saat melihat pom bensin di depan nya.
Marsel pun berhenti disana untuk mengantri, dari belakang ada orang yang memperhatikanya.
"kayak Marsel, dari mana dia?" orang itu mengikuti antrian sambil memperhatikan Marsel yang ada di depannya.
Marsel terlihat memajukan lagi mobilnya, tapi terlihat menepi dan keluarlah Defa dari sana, dia terlihat menuju ke toilét.
Karena antriannya sudah beres dia memajukan mobilnya, tapi hanya sebentar dan segera menepi juga tak jauh dari sana.
Tak lama kemudian mobil Marsel pun lewat, diapun mengikuti mobil Marsel karena penasaran.
"gue ikut aja ah, mereka mau kemana" gumamnya sambil tersenyum devil.
Marsel dan Defa pun sampai di tempat tujuan, disana memang sangat indah, banyak bunga warna warni yang di tata indah di sepanjang jalan, Marsel segera memarkirkan mobilnya.
"wah..cantik banget ya tempatnya kayak kamu" gombal Marsel pada Defa.
"heuh...udah nikmatin aja, jangan gombal gak pantes" Marsel manyun mendengar Defa yang to the point itu, tapi dia suka, karena Defa tak mudah dia ditaklukan olehnya.
Mobil yang mengikutinya pun sampai, dia tak menyangka ada tempat seperti itu tak jauh dari kota yang dia tinggali.
Defa dan Marsel berjalan dengan santai, ternyata disana juga banyak orang-orang yang sedang menikmati suasana tempat itu.
__ADS_1
Ada yang foto-foto, jalan-jalan ataupun para orangtua yang sedang merilex an tubuh mereka.
"disini enak juga, gue ikutin mereka terus ah, atau gue gabung aja ya??" gumamnya.