Cinta Difia

Cinta Difia
Bucinnya Marsel


__ADS_3

Marsel bersorak dalam hatinya, merasa telah memenangkan sebuah pertandingan.


"yes..yes..yes..." tangannya mengepal dan mulutnya komat kamit.


"ngapain kamu kayak gitu, serem ih..gue turun aja ya" Defa bergidik melihat Marsel yang kesenangan senyum-senyum sendiri.


"enak aja lo nyangka gue gak waras apa?" Marsel sewot.


"itu dari tadi senyum-senyum apa atuh kalo bukan odgj" Defa langsung menjawab Marsel.


" gak akan ada orang secakep gue dipenjara mah" balas Marsel.


"terserah lo aja lah" Defa malas meneruskan obrolanya.


Meraka pun sampai di sekolah, Defa dari tadi gak dieum waktu mau sampai gerbang, dia mau turun duluan, tapi Marsel menahanya dengan segala cara.


"lo tega ya ma gue, apa coba ntar mereka berisik" keluh Defa.


"biarin ajalah, tutup mata dan telinga aja, biasanya juga gitu" Marsel malah jawab dengan santainya.


"lo gak tau apa, fans lo tuh yang bikin gue males deket sama lo, pada gak jelas banget" Defa menarik nafas panjang, banyak kejadian yang dia lewatin semenjak di dekatin Marsel, dan kebanyakan itu ulah para fans Marsel.


"gue punya ide, mau tau gak?" Dengan sumringah Marsel mengemukakan solusi.


"gak ah, bukannya bener malah menyesatkan, gue turun disini aja ya" Defa merengek, Marsel malah senang melihatnya.


"udah ah kita open aja, bilang kemereka gimana?"


"bilang apaan?"


"ya..kan kita udah pacaran" kata Marsel sambil menarik turunkan alisnya.


"ih gak..gak..kapan kita pacaran, lagian gue mah gak mau pacaran, ntar langsung nikah, ribet" kata Defa keceplosan.


Marsel yang mendengarnya diam, sekarang usia mereka belum cukup umur, gimana caranya bisa nikahan Defa.

__ADS_1


"tapi kita kan belum boleh nikah, nanti aja ya nikahnya" jawab Marsel.


Defa melongo, dia heran dengan fikiran Marsel, dikira dia minta nikah.


"dasar lo ya, siapa yang mau nikah sekarang?" Defa gemas sendiri dengan Marsel yang kefikiran nikah padahal mereka masih berseragam.


"tadi lo kan bilang gak mau pacaran, maunya nikah" jawab Marsel polos.


"ya nanti aja nikahnya setelah beres kuliah" Defa kesal dengan Marsel yang fikiranya udah kemana-mana padahal masih pagi, dia geleng-geleng kepala sambil berdecak sebal.


"udah ah udah sampe, gue keluar duluan" Defa duluan turun, Marsel yang gak mau ketinggalan pun ikut turun dan menyusul Defa, dia tak mempedulikan tatapan siswa siswi lain yang melihatnya.


"kenapa sih cewek gampang banget ngambek, apa coba salah gue" gumam Marsel dalam hatinya, sambil kakinya terus melangkah menyusul Defa.


"Defa..fa..kenapa sih lari-lari, kan masih ada waktu buat masuk ke kelas, ntar cape lo" Marsel malah memberi perhatian lebih pada Defa, sedangkan Defa malas diikutin Marsel terus, tapi Marsel seperti kena lem, dia gak bisa kemana-mana, ngikut aja.


"stop, gue mau masuk kelas ok, lo juga mau ke kelas lo kan" kata Defa sambil berbalik melihat Marsel.


"masih bisa lah ngaterin pacar ke kelas mah, ini kan masih ada waktu, biar pacar gak ada yang gangguin, baik kan pacar gantengmu ini" Marsel dengan percaya diri malah ingin mengantar Defa ke kelasnya.


Defa malah pusing sendiri menghadapi Marsel yang gak ngerti-ngerti kemauan dia.


"siap pacar, pasti gue jagain lo kalo ada waktu, tapi maaf ya kalo pulang sekolah kita bakal pisah, kan gue harus kerja demi masa depan kita" Marsel mengeluh.


"ya..ya..terserahlah" kata Defa.


"jangan ngambek dong" Marsel takut Defa marah karena mau ditemenin pulang sekolah, padahal Defa mah senang banget bisa bebas sebentar dari Marsel.


" ini tinggal dia menit lagi, yakin lo mau ngulang lagi, ntar gak lulus-lulus lo sekolahnya" kata Defa setelah melihat jam tangan sebentar lagi waktu belajar dimulai.


"gue sebenarnya betah disini bareng lo, tapi gue harus cepat lulus, biar kita bisa cepet nikah" kata Marsel.


Defa sampai menepuk jidatnya sendiri, ternyata Marsel masih memikirkan kata-kata sepontanya itu.


Marsel pun segera meninggalkan kelas Defa, dia berjanji akan berusaha sebaik-baiknya supaya bisa mengabulkan cita-cita Defa.

__ADS_1


Di perjalanan menuju kelasnya Marsel masih sempat-sempatnya membayangkan Defa jadi istrinya, dia berduaan bersama Defa, dilayanin makan, kemana-mana berdua, bercanda berdua, sampai jidatnya kepentok pintu pas masuk kelas dia baru sadar dan kembali ke kenyataan.


"Kenapa ni pintu tiba-tiba disini, woy siapa sih yang mindahin, kepala gue kan kepentok" Marsel ngedumel sendiri, Fino dan Tian yanh melihat hanya menatap cengo pada Marsel.


"Sel...perasaan pintu tuh dari gue masuk ke sekolah ini sampai detik ini masih disitu, kenapa lo bilang ada yang mindahin" kata Fino.


"wah gawat, Marsel kena virus nih" Tian menimpali. Mereka tak habis fikir Marsel saat bucin ternyata jadi bodoh juga. Padahal Marsel itu paling jaim dan memproklamirkan paling ganteng di sekolah dan memang kenyataan dia memang ganteng.


"Marsel coba deh barangkali lo mau cerita ma kita-kita nih, kenapa lo jadi sebucin ini?" kata Tian.


"makanya lo jangan berduaan mulu, jadi lo gak tau rasanya suka ma seseorang, lo mau jadi jomblo apa?" jawab Marsel sambil menakut-nakuti.


"eits gak dong, stok cewek gue tinggal pilih, gak susah gue kalo mau mah" jawab Tian dengan sombongnya.


"Terserah lo pada, gue gak peduli, yang pasti masa depan gue mah udah yakin" jawab Marsel.


"keren lo udah mikirin masa depan, kita kan masih SMA, masih bisa happy-happy"Tian tak mau kalah dengan pendapat Marsel.


"siapa dulu dong...orang terkeren se jagat.. "kata Marsel dengan sombongnya.


" sue lo..." kata Fino


"ntar gue cari yang lebih bohai dan seksi, lo jangan ngiri ya" Fino menyudahi obrolan mereka karena guru sudah masuk kelas.


Bel tanda pelajaran hari itupun selesai, murid-murid membereskan buku-buku dan alat tulis yang mereka pakai.


Marsel berlari menuju kelas Defa, dia tak ingin kehilangan moment walaupun sebentar, karena dia sudah ditunggu di depan gerbang. jadi saat-saat jalan menuju keluar sekolah itu adalah moment yang sangat ditunggu Marsel sebelum dirinya dijemput oleh assitennya.


Defa jalan bersama Fira, tiba-tiba Marsel datang ke arah mereka berdua.


"bodigat lo dateung tuh" kata Fira menyindir Marsel. Marsel yang datang tak peduli, dia langsung mengambil posisi dipinggir Defa, Fira mah disuruh duluan oleh Marsel.


Fira berdecak kesal, tapi dia coba mengerti dengan situasi.


"hadeuh yang bucin, ampun deh gak bisa apa biarin bininya bebas sehari gitu, ditempeliiiin aja"

__ADS_1


"syirik, cari dong pasangan jangan sama pacar gue.


" wlek" kata Fira sebal...Defa hanya senyum dan membiarkan Marsel dan Fira berdebat.


__ADS_2