Cinta Difia

Cinta Difia
Menjenguk Calon Mertua


__ADS_3

Esoknya, Marsel segera bangun di pagi buta, dia sangat antusias sekali untuk bertemu dengan calon martuanya itu.


Marsel segera bersih-bersih badan, dia ingin setampan mungkin pagi ini. Baju dan perlengkapan sekolah sudah dia siapkan dari semalam, saking antusiasnya dia mandi dan bolak balik melihat cermin untuk memastikan dirinya sudah perfec.


Marsel segera melangkahkan kakinya ke garasi untuk mengambil mobil yang akan dia pakai ke rumah Defa, dia tak ingin kesan pada Defa menurun, karena Defa adalah orang yang sangat sepesial untuknya.


Sebelum masuk mobil Marsel melihat lagi kecermin, dia juga membawa sesuatu yang sudah dia siapkan dari semalam yang rencananya akan dia kasih untuk Defa calon mertuanya nanti. Marsel pun segera masuk mobil, dia mengendarai mobil sambil senyum-senyum sendirian, Marsel begitu bahagia, tak ingin dia melewatkan momen yang sangat berharga untuknya,


Tak lama kemudian karena keadaan jalan yang masih lengang, membuat kendaraan meluncur dengan cepatnya kerumah Defa, saat sampai rumah Defa masih tampak sepi dan lampu-lampu masih padam.


Saat itu Defa sebenarnya sedang solat, dia sangat khusu sekali,memanjatkan Do'a untuk kedua orang tuanya, terutama untuk kesembuhan papanya.


Diluar ada orang yang sedang galau karena datangnya yang memang kepagian, dia ingin memencet bel tapi diurungkanya lagi, mau mencet tapi diurungkanya lagi, Defa setelah beres semuanya dia akan segera mandi, tak berapa lama kemudian "ting..nung..ting..nung" ada suara bel ynsg dipijit.


"ah paling orang iseng, masa pagi--pagi sekali bertamu" gumam Defa, diapun segera masuk kamar mandi dan akan segera  menyelesaikan ritual paginya.


Marsel diluar menunggu dengan cemas, dia ta enak hati tapi dia juga ingin segera bertemu dengan Defa. Defa dengan langkah gontai dia melagkahkan kakinya menuju pintu, awalnya dia menggerutu, tapi tak lama kemudian dia jadi terkejut karena yang berdiri di pintu itu adalah Marsel.


"Marsel ngapain kamu berdiri disini?"


"he...kan mu jemput kamu pacar" tanpa merasa bersalah Marsel menjawab alasanya datang, Defa sambil geleng-geleng dibuat tak percaya dengan kelakuan Marsel.


"tapi ini kan masih pagi banget"


"gak apa kan biar lama ketemunya"


"tapi gue belum ngapa-ngapain lo"


"ngapain apa hayoo"


"ya itu mandi, nyiapin buat sekolah, persiapan buat ke RS"


"ya aku tungguin ko, tenang aja" Dengan wajah tak berdosanya Marsel santai masuk ke dalam rumah.


"aku masuk ya, kamu kelamaan wawancaranya"


Defa tak mau ambil pusing dengan kelkuan Marsel, diapun segera pergi kedapur menyiapkan teh hangat dan cemilan untuk Marsel.


"yaudah ini sarapan dulu"


"gitu dong baik bangebt sih"


"emang baik dari dulu juga"


"iya..iya percaya deh"


"yaudah kamu tungguan aja, gue mau siapin semua keperluan dulu"

__ADS_1


"ok"


Defa langsung meninggalkan Masel sendirian, dia juga harus segera menyiapkan bawaan buat dibawa ke RS. Marsel menunggu dengan patuh, dia anteng dengan gadgetnya, sementara Defa setelah beres mandi  dan bawaannya, dia juga pergi ke dapur untuk memasak sarapan yang ingin dia makan juga untuk Marsel dan sebagian untuk dibawa untuk sarapan mamanya.


Defa memasak dengan lancar, diapun menyipkanya di meja makan.


"Sel hayu sarapan dulu"


Marsel yang dipanggil merasa senang, ini pertama kalinya ada yang memasakannya untuknya dan diapun dengan senang hati datang ke ruang makan.


"kamu hebat, udah cocok jadi istri aku"


"kamu ini jangan ngawur kita masih sekolah"


"iya deh"mereka pun makan dengan hidmat, Marsel makan dengan lahap karena dari semalam dia belum sempat makan dan entah mengapa masakan Defa cocok dan enak di lidah Marsel.


"kamu pintar masak ternyata"


"gak pinter tapi bisa aja"


"ini enak lo"


"yaudah habiskan kalo enak"


"pasti dong, jarang-jarang dimasakin calon istri" Defa tak mennaggapi ocehan Marsel, dia lebih fokus untuk membereskan bekas makan mereka dan segera bersiap untuk ke Rumah Sakit.


Dalam mobil tak ada pembicaraan apapun yang penting, Marsel yang menggoda Defa pun tak Defa tangggapi karena saat ini yang ada difikiran Defa hanyal kesembuhan papanya, ada gurat kesedihan dalam matanya itu jelas terlihat oleh Marsel, makanya dia sengaja menggodanya tapi karena Mungkin Defa sangat sedih jadi tak terlalu memperhatikan Marsel.


Mobil berlari cepat, tak ada hambatan pagi itu, jalanan masing lengang, mereka pun dapan sampe dengan cepat ke tempat papa dan mamanya.


"ini ya tempatnya'


"iya"


"dimana ruangan papa kamu?"


"diatas, ikut aja yuk"


"ok"


Setelah sampai merekapun segera segera menuju ruangan papanya. Defa berjalan dengan bangga dia bakal bertemu lagi, dia bersyukur masih bisa menemui papanya, semoga ada kabar baik disana.


"Assalamualaikum ma"


"waalaikumsalam sayang, kamu bawa teman ya"


"iya ma, katanya pengen jenguk papa"

__ADS_1


"ya silahkan-silahkan, makasih ya sudah datang jauh-jauh kesini"


"iya tante gak apa-apa ko"


 Sementara Defa langsung menuju ranjang papanys, dissns papanya sedang terbaring tak berdaya, denga selang infusan dalam hidungnya.


"ma gimana dokter sudah periksa lagi belum?"


"belum sayang, mungkin agak siangan dikit"


"papa gimana ma"?


"papa pasi sembuh ko, tenang aja"


"iya ma" kata Defa sambil memeluk mamanya dengan penuh rasa sayang, dia sungguh sangat ,merindukan kebersamam mereka, taapi papanya ternyata malah sakit.


Marsel pun ikut duduk disebelah Kursi Defa, dia juga berharap papanya calon pacarnya segera sembuh. DAn bisa beraktifitas normal kembali.


"om saya jenguk ya, maaf tak bisa bawa apa-apa" kata Marsel sambil tak lupa berdoa untuk kembuhan papanya Defa.


"eh lupa ma, tadi Defa bikinin makan buat sarapan, ini dimakan aja"


"makasih anaknya mama?


"iya ma"


Matahari telah menunjukan cahayanya, Defa dan Marsel segera berpamitan dan segera berangkat kesekolah, Merekapun naik mobi lagi bersama-sama.


"mama kayaknya sedih banget ya, kalian tetap semangat, nanti aku cari deh obanya"


"gak usah itu juga lagi melakukan pengobatan"


"jangan nolak ini demi kesembuhan lo"


"tapi nanti gue punya utnag dong sama lo?"


"gak usah dibayar jga gak apa-apa, santai aja"


"yaudah terserah nanti aja"


'jangan nolak"


"gak tau"


'pokonya nanti aku kasih orang terbaik deh untuk sembuhin papakamu"


"iya makasih sebelumnya"

__ADS_1


Tak lama merekapun sampai disekolah, melihat mereka berdua datang dari satu mobl, banyak yang menggodanya, mereka hanya tersenyum dan segera menuju kelas mereka masing-masing.


__ADS_2