
Hari minggu tiba, Defa merencanakan pergi ke mall buat belanja, sekalian ke salon bersama Difia, tapi saat tiba di mall tiba-tiba Difia harua segera pergi ke papa nya, alhasil Defa sendirian di mall tanpa ada teman.
Defa mulai melihat daftar belanjaan yang sudah dia persiapkan, dan belanjaan titipan mamanya. Dia mulai memasukan satu persatu belanjaannya ke troli, hingga penuh. Melihat troli belanjanya yang full dia menarik nafas dalam-dalam, daftar belanjaan masih panjang, seandainya ada mama nya dia tak kan jenuh sendirian.
Defa menyerahkan troly yang sudah penuh ke kasir, dia melanjutkan belanjanya lagi, mulai fokus satu persatu.
Tiba-tiba saat dia sedang memilih belanjaan, ada seseorang yang menyapanya.
"belanja ya? Defa menoleh ke asal suara, pas dilihat orangnya memakai topi dan masker tapi Defa sudah mengenali orang itu dari suaranya.
" heum..mau ngapain?" Defa diam saja, dia berharap sama mama nya, yang ada malah orang yang malas dia temui.
"sendirian aja, gue temenin ya" Marsel menawarkan dirinya untuk membantu, walaupun dia tak berharap banyak tapi dia akan berusaha dekat dengan Defa.
"gue gak butuh teman, jadi lo pergi aja gih" Defa tak terlalu menanggapinya.
"yaudah gak usah teman tapi calon imam"
"belum niat tuh" Defa malah sebal dengan rayuan Marsel.
" ya diniatin dari sekarang"
__ADS_1
"ih maksa, udah ah minggir, gue mau lanjutin blanja dulu", Defa segera mendorong trolinya, tapi Marsel dengan cepat menghentikan langkahnya, dia memegang trolinya dan mendorong Defa ke rak pajangan.
" ih lo tuh apa sih?"
"udah sekarang gue bantuin, lagian belanja lo masih banyak kan?" Marsel memberikan solusi, yang mau tidak mau dia turuti, karena memang Defa butuh bantuan.
"yaudah deh, tapi awas ya jangan ambil kesempatan" Defa mengancam Marsel.
"yaelah ntar gue ganti kalo hilang, dibantuin ko gitu"
"bisa aja kan?" Defa gak mau kalah sama Marsel
"terserah, sekarang lo lanjutin aja belanjanya, kalo ada yang hilang gue tanggung jawab."
merekapun akhirnya belanja bersama, Marsel tampak begitu senang bisa menemani Defa belanja, mereka tampak seperti sepasang kekasih, akur taoi sekali-jaki berantem.
Blanja buat dapur telah selesai, Defa bingung mau belanja keperluan wanita nya, Marsel masih menemaninya.
"Sel lo pulang aja gih, gue udah beres ko"
"gak..gue temenin lo, ntar susah lo bawa barangnya"
__ADS_1
"ih gue ada keperluan bentar, pergi aja gih"
"dasar gak tau terimakasih, yaudah gue duluan" Marsel pura-pura ngambek, dia pun pergi menjauh dari Defa, Defa pun senang Marsel pergi, dia memegang dadanya, takut Marsel ikut, gak kebayang malunya kalo Marsel ada dia milih-milih keperluan khusus cewek.
Marsel menjauh, tapi tak benar-benar jauh, dia tetap mengikuti Defa dari belakang, Defa tak menyadarinya sama sekali karena dia fokus dengan pilihannya.
Marsel tersenyum geli melihat apa yang dipilih Defa, dia ingin menjahili Defa, Marsel mengambil wig dan auter cewek dari patung.
"mbak itu cocok lo buat mbk nya" Marsel pura-pura jadi pelayan, Defa belum sadar itu Marsel.
" gak ah mbk, saya yang ini aja" jawab Defa.
"yakin mbk, lagi promo lo" Marsel tersenyum-senyum menggoda Defa.
"udah ini ajalah" Defa tak menghiraukan Marsel, dia segera ke model yang lainya, saat Defa memilih-milih, Marsel terus mengikuti, naasnya saat Defa berbalik, Marsel tak sempat membuka jalan, Defa menabrak Marsel dan wignya terlepas.
"Marsel...ih kamu tega ya" Defa kaget sekaligus malu, pipinya merah merona, dia tak menyangka Marsel masih mengikutinya. Defa segera pergi dari sana sambil menunduk. Marsel yang tadinya niat iseung tak menyangka reaksi Defa seperti itu, diapun kelimpungan dan segera mengejar Defa.
Marsel mencari Defa di setiap sudut mall, dia masih tak melihat Defa, Diapun ke kasir untuk mengecek belanjaan Defa, ternyata masih ada, Marsel pun menunggu, dia yakin Defa akan mengambilnya lagi.
Beberapa menit kemudian Defa terlihat datang dan akan membayar semua belanjaannya.
__ADS_1
"Defa maaf ya" Marsel merasa tak enak hati, Defa diam saja, tak menganggap Marsel ada.
"Defa jangan gitu dong, maaf ya" Defa masih diam, dia segera menyelesaikan pembayaran, dan menyuruh spg untuk mengantarkannya ke mobil. Marsel pun bingung harus bagaimana, dia hanya mengikuti Defa dari belakang, Marsel terus mengucapkan maaf walaupun tak dianggap Defa, sampai akhirnya Defa pulang, Defa masih diam dan Marsel hanya memandangnya saja.