Cinta Difia

Cinta Difia
Ala ala


__ADS_3

Defa fokus dengan membaca, Marsel masih menikmati keindahan di sana, mereka berdua diam tak mengeluarkan suara.


Marsel hampir tertidur karena susana yang sangat mendukung tersebut, tiba-tiba kruyuk..kruyuk..perutnya berbunyi.


"duh malu-maluin nih perut" kata hatinya Marsel,dia melirik Defa yang tak terusik sedikit pun, Marsel bingung gimana caranya minta makan pada Defa,Marsel bangun..tidur lagi .bangun..tidur lagi sampe beberapa kali, Defa yang sebenarnya mengetahui pun merasa terganggu dengan kelakuan Marsel tersebut.


"Makanya kalo mau pergi tuh bawa persiapan dulu, tuh ada makanan di tas ambil aja" Defa walaupun cuek dia tetap perhatian, Marsel yang ditawari sangat senang sekali tapi dia pura-pura jaim, malu ketahuan sama Defa.


" gak ko kata siapa laper, biasa aja, itu masuk nagin kayaknya" Kata Marsel mengelak. Ta pi bukanya maksa makan Defa malah tak terlalu pesuli dengan ya.


"owh..yaudah..terserah,itu juga kalo mau kalo gak ya puasa aja" ucap Defa sambil menyindir Marsel.


Marsel yang merasa disindir agak malu sebenarnya, tapi dia juga lapar..sedetik...dia cuek.. 2detik melirik Defa, detik berikutnya dia sudah gak tahan, langsung mencari makanan yang Defa tunjukan padanya.


"he...berhubung kasian sama makanan, yaudah kita makan aja yuk" Marsel dengan pede nya mengajak Defa makan, padahal dia tak membawa sedikit pun makanan ke sana.


Defa cuek aja, dia tak menghiraukan kata-kata Marsel, walaupun sebenarnya dirinya sedikit-sedikit mencuri pandang dengan Marsel yang begitu lahap makanya.


Saking lahapnya makan, Marsel sampe keselek, dia menunjuk-nunjuk ke arah Defa. Defa yang sedang baca buku terkejut bukan main.


"uhuk..uhuk.." Defa segera mencari air minum, dia hanya membawa air untuk nya, mau gak mau dia memberikanya ke Marsel.


"kalo makan tuh persiapan buat minum, udah gede juga masih aja ceroboh" Defa menggerutu, dia kesal dengan Marsel yang selalu membuatnya kasian dan nurut.


"makasih ya udah bantuin, ntar deh diganti" Marsel merasa tak enak hati,tapi dia juga bahagia ternyata dibaliak sikap nya yang acuh Defa masih bksa perhatian padanya.


"ya..lain kali jangan ceroboh" Defa masih ngedumel khas ibu-ibu yang anaknya nakal.


"he..he.." Marsel hanya tertawa melihat Defa yang menggerutu padanya. Seolah punya istri sungguhan yang akan mengomelinya jika dia salah, Marsel jadi membayangkan kalo dirinya dan Defa sudah jadi suami istri, Defa yang cuek kalo diluar bisa mendadak jadi cerewet bila bersama nya.

__ADS_1


"Jangan banyak ngelamun ini di hutan, jauh dari rumah" Defa memperingatkan Marsel.


"iya istriku yang cantik" Marsel keceplosan bicara karena masih dalam mode melamun.


"siapa yang istri, enak aja masih anak sekolah, sadar...woy..sadar" Defa gemes banget ingin rasanya dia mendorng Marsel ke jurang, tapi aplaah daya dia tidak terlahir jadi orang setega itu.


Marsel hanya garuk-garuk kepalanya, dia tak bisa berkata apa-apa lagi jika bersama Defa, dia sangat menikmatinya.


Marsel menikmati hari itu dengan bersantai dan tiduran di tikar yang di bawa Defa, sedangkan Defa hanya membaca buku. Dia tak mau diganggu lagi seperti tadi, dia memastikan Marsel tak berulah.


Matahari pun meninggi, cuaca pun semakin panas, keadaan sudah tak enak untuk ber santai, Defa akan pulang.


"Marsel mau pulang gak?" Defa membangunkan Marsel yang tidur sangat lelap, dia ingin pulang karena badanya sudah berkeringat banyak.


"Marsel....sel...bangun lo...gue tinggal ya" Marsel menggeliat mendengar suara yang membangunkan ya, matanya dibuka perlahan, hal pertama yang dilihatnya adalah Defa"


"bidadari apaan, mau pulang gak?, tikernya mau gue lipet ih" Defa kesal Marsel malah diam saja mamandang dirinya.


"Marsel ih...serem gue .." Defa menggoyangkan badan Marsel, Marsel pun sadar dari lamunannya.


"he..."


"malah senyam senyum, pulang ah gue mah" Defa pun berdiri dan menuju motor yang terparkir, Marsel segera memegang tangan Defa, Mencegah Defa pergi darinya.


"lo ngambekan banget, gue yang bawa aja" Marsel menghalangi Defa membawa motor.


"ogah, bangun tidur bawa motor,bahaya tau" Defa ngotot dia yang bawa motor, dan Marsel merasa direndahkan kalo dirinya dibonceng wanita.


"kita suit aja" kata Marsel, dan meladeninya.

__ADS_1


"batu gunting kertas" mereka kompak menyanyikan yel-yel, kesempatan pertama mereka seri.


"udahlah jangan kayak anak kecil" Defa beralasan .


"sekali lagi pokonya" Marsel merasa tak puas dengan hasilnya, dia ingin dirinya yang membawa motor, dia sudah membayangkan indahnya naek motor berdua ala-ala drama.


"yaudah cepetan, lo ini ih gitu aja mani gak mau kalah" Defa mengalah mereka akan malakukan lagi suit yang ke dua. Marsel pun bersiap-siap dia harus menang.


"batu gunting keretas" sekali lagi mereka lakukan daaan Marsel lah yang berhak bawa motor, Marsel merasa terharu, dialah pemenangnya, tanpa sadar dia mengacungkan tangan keatas sambil tersenyum-senyum, dia membayangkan menjadi the winner di acara word cup yang di tonton semua orang.


"woy malah ngelamun, gaje banget sih lo, gitu aja lebay, cepetan panas nih" Defa mau gak mau memberikan kunci motor pada Marsel, Marsel dibuat kaget dengan kata-kata Defa, dia melengos karena malu ketauan melamun.


Marsel pun membawa motornya, Defa dibonceng di belakang, Marsel awalnya membawa motor biasa aja, tapi di tengah jalan dia mengencangkan motornya, otomatis Defa memeluknya, Marsel tersenyum bahagia, rencananya berhasil dengan mulus.


"Lo kalo mau kenceng bilang dong, mau buat gue celaka apa?" Defa menggerutu pada Marsel, Marsel mah senyum-senyum aja bahagia rasanya keinginanya dikabulkan semesta, ingin dia berteriak tapi takut di sangka gila.


" hei...lo kenapa sih dari tadi senyam- senyum mulu, ngeri gue lihatnya" Defa menepuk pundak Marsel sambil bertanya, Defa tak tau kalo sebenarnya dia sedang diakalin Marsel.


"gak ko, lo tenang aja gue masih waras, gue jamin selamat sampe tujuan" Marsel membuat alasan masuk diakal.


"awas lo kalo gak bener, gue gak mau kenal sama lo lagi" Defa mengancamnya, dia memang tipe orang yang sulit untuk menerima orang lain dalam hidupnya.


"jangan gitu dong sadis amat lo, gue pastiin gue waras" mendengar jawaban Marsel Defa diam saja, dia tak mau banyak bicara lagi dengan cowok tengil yang banyak omong menurutnya.


Perjalanan yang melelahkan pun akhirnya selesai sudah, mereka tiba di villa Defa, wajah kucel karena banyak debu dan lapar mendera mereka, untungnya Bi Isah sudah mengetahui kebiasaan Defa kalo berkunjung kesana.


"neng kenapa pulangnya pas tengah hari gini, kan panas di jalan mana dari gunung, pasti cape ya? bibi siapin makan dulu ya" Bi Isah pun segera pergi ke dapur, dia akan menyiapkan makanan untuk Defa dan Marsel.


"lo kalo mau mandi di kamar tamu aja, disana udah lengkap ko, ntar kalo mau ikut makan ke dapur aja langsung, gue mandi dulu" Defa pun segera menghilang dari pandangan Marsel, dia menuju kamarnya, begitupun Marsel segera mandi untuk menyegarkan badanya.

__ADS_1


__ADS_2