Cinta Difia

Cinta Difia
Pulang membawa kemenangan


__ADS_3

Waktu telah sore hari, Tim Defa mendapat kemenangan dengan nilai yang tipis dengan tim lawan, sehingga tim lawan pun ikut mendapatkan sorotan, kini mereka semua diarahkan untuk penyerahan medalai dna piala.


Semua perwakilan di persilahkan menyiapkan diri, tak terkecuali Defa, dia dan yang lain duduk di kursi yang telah di sediakan.


Acara pun di mulai, pembawa acara memanggil satu persatu dari tim pemenang ke tiga, mereka berjajar di depan, banyak sorotan lampu kamera memotret mereka, penyerahan medaki pun dimulai, setelah itu, sejumlah hadiah pun diberikan untuk tim mereka. Walaupun mendapat peringkan mereka tetap bahagia, sorak sorai pendukung pun bergemuruh saat mereka keluar pannggung.


Giliran juara ke dua, banyak pendukungnya yang bersuit ria, menceriakan yel-yel, rupaya mereka adalah juara taun lalu, banyak penggiat sosmed di sana hingga banyak orang yang sudah mengenal mereka, hingga banyak juga penggemar yang turut hadir disana, satu persatu dari merek naik panggung setelah mc memanggilnya.


Teriakan dan sanjungan buat mereka sungguh sangat luar biasa, bukan karena prestasi saja karena mereka memang benar-benar terkenal di dunia sosmed, medali mereka terima dan piala pun mereka bawa, sejumlah hadiah yang dipersiapkan panitia oun mereka bawa dengan bahagia, walaupun ada beberapa anggota yang merasa kurang bersemangat karena kekalahan mereka, tapi tim sangat bijak untuk mengatasinya. Mereka pun turun dari panggung menuju ke tempat semula.


Sekarang adalah giliran pengumuman juara pertama, meskipun mereka sudah tau, tapi dag dig dug di hati mereka masih ada, mereka tersenyum senang, sekaligus lelah.


"sekarang tibalah ke acara puncak, yaitu pengumuman juara tahun ini adalah......tim sekolah Pelita...Ja...ya...." MC begitu bersemangat menyambut mereka, penonton gaduh, pendukung berteriak...


"kepada tim dari sekolah Pelita Jaya dipersilahkan naik ke panggung untuk penyerahan piala dan piagam juga hadiah yang panitia telah siapkan" penonton bergemuruh, bersuit ria, anggota tim pun naik panggung satu per satu, mereka berdiri dengan bangga dan bahagia, karena tidak pernah menyangka bakal mendapatkan kemenangan.


Guru-guru yang membawa mereka merasa terharu, mereka tersenyum bahagia, medali pun diserahkan, piagam mereka bawa dan hadiah mereka terima.


Saat giliran Defa penonton riuh, menceriakan yel..yel.."Defa...Defa. Defa. " begitu terus hingga mereka turun dari panggung menuju tepat mereka kembali.


"Selamat ya untuk semua pemenang, semoga sukses kalian hari ini merupakan awal sukses kalian di masa depan"


Sambutan penonton begitu meriah, mereka segera membubarkan diri setelah semua rangkaian acara selesai.


Para pemain kembali ke hotel, mereka di persilahkan bersih-bersih, sebelum kegiatan prasmanan di resto yang ada di hotel tersebut.


Defa menyempatkan diri menghubungi mamanya.


"Assalamualaikum ma, ini Defa baru selesai, setelah ini mau makan sama yang lain, mungkin Defa baru pulang ntar malam" Defa memberi kabar supaya keluarganya tidak cemas.


"iya sayang, selamat ya anak mama hebat" Difia pun ikut bahagia mendengar kabar anaknya mendapat kemenangan.


Acara makan telah selesai, foto-foto dan sesi wawancara telah usai, mereka semua bak bintang yang baru bersinar, sangat cerah dan bahagia.

__ADS_1


Mereka pun dipersilahkan untuk mempersiapkan kepulangan mereka ke rumah masing-masing.


"Alhamdulilah ya, tim kita menang, gue gak nyangka"


"iyalah menang berkat gue, kata temanya yang lain"


Defa hanya diam dia bukan tipe menyombongkan diri, selalu cuek padahal hebat, banyak fans baru, yang mulai mencari-cari sosmed Defa.


Waktu kepulangan tinggal satu jam lagi, mereka dipersilahkan untuk sekedar jalan-jalan atau mencari oleh-oleh, mereka begitu bahagia, tak terkecuali dengan Defa, dia juga segera keluar untuk sekedar mencari oleh- untun orang-orang yang Defa sayang, ya mereka adalah mama, papa dan ibunya.


Defa lebih senang sendirian mencari oleh-olehnya, dia menyusuri toko-toko yang berjajar di sekitar hotel.


"em..mama beli apa ya" Defa bergumam sendiri, setelah beberapa menit berfikir kemudian Defa memutuskan makanan yang terkenal enak aja disana.


Defa pun masuk ke salah satu toko kue, ternyata disana juga ada rekan-rekan lain yang sedang belanja.


"Hai Defa, kamu belanja juga?"


"iya nih, menu apa ya yang paling terkenal disini?"


" yaudah lah aku beli itu aja,sekalian buat semuanya.


"tinggal di pesan aja, kayaknya udah matang, yang di display habis soalnya diburu sama yang lain juga"


"ok" Defa pun segera memesan makanan yang katanya terkenal itu, dia belanja hampir memenuhi kedua tangannya, pegawai toko pun senang dengan bisa menjual banyak hari itu.


"hai..keliatan ya berat banget ya?" tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya. Deda pun menoleh, dia sedikit kaget dan geleng-geleng kepala melihat orang yang menyapanya.


"lo disini? mau belanja juga?"


"iya, gue sengaja ke sini buat..buat bantu lo bawa oleh-oleh" kata orang itu


"gak jelas banget, masa jauh-jauh cuma karena oleh-oleh" Defa sampe merasa aneh sendiri.

__ADS_1


"ya gpp dong, suka-suka gue"


"yah...terserah..minggir gue mau pulang"


"ih...sini gue bantuin"


"kan ada gue, jadi lo cukup jalan aja ok"


"gak usahlah, lo belanja aja sana, tadi kan mau oleh-oleh dari sini, gue mau pulang keburu di tegur nih"


" ih ni anak, udah sini gue yang bawa" kata Marsel sambil mengambil belanjaan Defa dari tangannya.


"Marsel sempat berhenti sebentar saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan kulit Defa yang begitu lembut, hatinya berdesir, tapi dia segera sadar dan cepat mengambilnya"


Marsel diam, Defa juga diam, mereka sama-sama merenungi apa yang terjadi dengan hati mereka.


Marsel mengantar Defa ke hotel tempat dia menginap, beberapa menit bersama Defa cukup mengobati hatinya yang galau semenjak kepergian Defa. Dia selalu ingin melihatnya walau sebentar.


Defa segera bergabung dengan yang lainya, awalnya dia Marsel menawarkan diri untuk mengantar Defa, tapi Defa tak mau, dia tak ingin dibedakan dengan yang lain, akan banyak gosip yang beredar dan kurang baik baginya, maupun keluarganya, dia sangat menjaga nama baik keluarga.


Tim sekolah Pelita Jaya pulang kembali, banyak yang mendapatkan teman baru, mereka sampai tengah malam ke sekolah, mereka tersenyum bahagia, karena usaha mereka tak sia-sia, mereka pulang membawa kemenangan, disana sudah banyak mobil yang akan menjemput mereka, begitupun dengan Difia dan Defano yang tengah tersenyum menyambut putrinya.


"Anak-anak besok kalian libur saru hari untuk istirahat, sekarang kalian bisa pulang dengan ke rumah masing-masing, sekalian lagi selamat untuk kalian telah membuat harum sekolah kita, selamat malam dan selamat beristirahat" Perwakilan sekolah memberikan sambutan sebentar, setelah itu mereka dipersilahkan untuk pulang ke tempat masing-masing.


Deda segera menemui orang tuanya.


"Ma pa, makasih ya udah jemput"


"ah kamu ada-ada aja, selamat ya sayang udah menang, mama dan papa bangga sama kamu, sekarang pulang yuk, biar cepat istirahat"


"om tante selamat ya, Defa udah membawa harum nama sekolah" tiba-tiba Marsel datang, Difia dan Defano pun langsung melihatnya.


"iya nak makasih, karena sudah malam sebaiknya kita pulang semuanya"

__ADS_1


"iya tante"


__ADS_2