Cinta Difia

Cinta Difia
berebut mama


__ADS_3

Malam menjelang, Defa sedari tadi duduk sendiri dekat jendela kamarnya, dia merasa kesepian karena kedua orang tuanya yang tak kunjung pulang.


"mandi udah, makan udah, baca buku udah, ngapain lagi ya?" katanya dalam hati.


Defa membolak balikan badanya dalam kasur, dia sangat bosan. Beberapa lama kemudian dia iseung membuka HP nya, menonton vidio atau sekedar melihat setatus orang, tapi itu tak bertahan lama, hatinya yang rindu pada kedua orang tuanya membuatnya serba salah.


Defa membuka jendelanya, dia melihat bintang disana, dia juga melihat sekeliling rumahnya yang berdekatan dengan tetangga lainya.


Tampak sepintas tak ada kejadian yang aneh menurutnya, Defa masih anteng dengan kegiatannya, dia melihat kearah gerbang rumah, ternyata masih tak ada tanda-tanda kepulangan orang tuanya.


Dengan malas Defa merebahkan dirinya kembali ke kasur, fikiranya melayang membayangkan kegiatanya tadi bersama Marsel, walaupun terkesan singkat tapi dia merasa senang karenya.


Sayup-sayup suara gerbang dibuka, tapi saat itu Defa sudah mau terlelap, dia tak kuat menahan kantuk yang ditunggunya dari tadi, akhirnya dia membiarkanya saja dan melanjutkan tidurnya kembali.


Defa tidur sangat lelap, pintu kamar terbuka lebar, Difia menghampirinya dan mengusap rambut anak gadis nya itu.


"maafin ya sayang mama lama" katanya sambil tersenyum dan mengecup kening anaknya.


"Selamat tidur ya" kata Difia sambil pergi meninggalkan kamar Defa, Difia tau anaknya ini pasti menunggunya dari kemarin, karena Difia selalu memantaunya lewat Ibu, Difia juga sebenarnya tak tega meninggalkanya, tapi suami membutuhkanya jadi apa mau dikata lagi.


Subuh-subuh Defa bangun, dia melihat ada paper bag di meja dekat kasurnya, Defa pun bangun dia mengambil paper itu dan ada sesuatu terjatuh dari bawahnya. Defa mengambilnya pas dilihat Defa terharu disana adalah tulisan namanya "Maafin kami sayang, lama perginya" Defa langsung bangun tanpa menghiraukan isi paper bagnya, dia jalan tergesa menuju kamarnya.

__ADS_1


"ma...pa..buka" teriak Defa dari luar. Difia dan Defano yang baru saja tidur lelap harus terbangun mendengar teriakan anaknya.


"iya sayang, tunggu ya" kata Difia dari dalam rumah.


Pintu pun dibuka dan terlihatlah Defa yang melonjak kegirangan melihat orang tuanya kembali.


"mama sama papa tega banget ninggalin Defa berdua sama nenek" kata Defa merajuk.


"kan udah mama ajak, kenapa gak mau?" jawab Difia.


"kirain cuma sehari" jawab Defa.


"ah kamu ini, papa banyak kerjaanya, kalo cuma sehari kan mama juga jarang ikut" jawab papa menengahi.


"anak mama udah gadis ko masih ngambek, giliran mama ada juga suka sibuk" goda mama nya.


"kan beda ma" jawab Defa.


"iya..iya..nanti gak lama maenya" jawab Defano.


"ih papa" kata Difia sambil menyenggol Defano.

__ADS_1


"eh maksud papa gak lama perginya" dengan çepat Defano membuat alasan baru.


"pa..boleh minjem mama gak, satu hari aja buat Defa" kata Defa sambil memelas pada papa nya.


"minjem gimana, kan bisa ketemu terus" jawab Defano.


"ya Defa mau sama mama terus, maen sama mama, tidur sama mama" jawab Defa.


"eeeeh ko jadi gitu, gak boleh" Defano langsung melarang anaknya membawa Difia.


"papa ko gitu, kemarin kan papa udah sama mama terus" Defa gak mau kalah sama Defano, saat ini dia ingin bersama Difia


"sewajarnya saja, mama kan milik papa juga.


" tapi kan mama juga mamanya Defa papa" Defa sama papanya berebutan mama nya, Difia yang melihatnya hanya menggeleng, menarik nafas panjang dan pergi tanpa sepengetahuan mereka.


Defa dan Defano yang terus berebut baru menyadarinya setelah mereka bertanya pendapat mama nya.


"ma gimana, mau sama Defa atau papa" Defa bertanya pada mamanya tanpa melihatnya, Defano melihat istrinya tidak ada.


"mama mu udah pergi, jadi gak bisa ya" kata Defano.

__ADS_1


"papa curang" jawab Defa sambil mencari Difia.


__ADS_2