
Pulang sekolah Defa ingin ke salon, dia pun mempersiapkan dirinya menuju ke mana, Difia tak bisa menemani karena sedang sibuk dirumah, karena itu Defa pun sendirian saja hari kini berangkatnya.
"Fir yakin lo gak akan ikut, gue traktir lo"
"gak ah bosen gue, kemarin gue udah, hari ini gue diajak papi sama keluarga keluar, nanti lagi aja ya"
"yaudah deh, gue sendirian aja"
"kemana tante emang, biasanya juga kan sama dia"
"mama gue lagi sibuk"
"oh gitu...met nyalon ajalah, maaf gue gak bisa nemenin"
"santai ajalah"
Defa pun segera meninggalkan sekolah menuju salah satu mall terbesar di kota itu.
Marsel hari itu sudah ditunggu klien dari Jepang, dia tak sempat juga bertemu dengan Defa, pokonya hari itu Defa menikmati kehidupanya sendirian.
Sampai di mall Defa tak langsung ke salon, dia pergi dulu ke toko buku, dia tak suka hanya diam saja, sambil malakukan perawatan dia akan membaca buku kesukaanya.
Defa pun berjalan menyusuri mall itu sendirian, memang tak nyaman rasanya tapi dia tak terlalu mempedulikan itu, acuh saja seperti biasa.
Defa pun sampai ke toko buku yang dia tuju, disana spg menyambutnya ramah, Defa pun masuk dan mulai menyusuri rak-rak buku yang terpajang indah dangan susunan buku-buku menurut sfesifikasinya.
Defa melihat judul satu persatu, kadang sebagian dia lihat sampul dan membacanya sekilas kamudian dia simpan lagi, setelah itu dia susuri lagi judulnya dan malakukan hal yang sama seperti tadi dia lakukan.
Di toko buku adalah hal sangat menyenanhkan bagi Defa, hingga yang rencana sebentar malah keasyikan hingga ada telpon dari mamanya.
📲sayang udah sampai belum kesalonnya?"
__ADS_1
📲he...belum ma, lagi cari buku dulu"
📲yasudah jangan keasyikan, beli aja biar segera ke salon"
📲iya ma"
Defa pun menyusuri lagi rak-rak buku, hingga ada salah satu buku yang menarik dia untuk membukanya.
Defa duduk dan membukanya, dia membacanya.
"wah kayaknya ini aku belum punya, isinya lumayan bikin penasaran" kata Defa bergumam.
Defa pun segera bangun kembali dari duduknya dan membawa buku itu ke kasir, dia akan melakukan pembayaran. Saat sedang jalan terburu-buru tiba-tiba "jedug" Defa menabrak seseorang.
"duh ini kenapa ih, ko bisa ngalangin"kata Defa, sambil mengusap hidung mancungnya karena mengenai seseorang.
" gak apa-apa kan?" kata orang itu.
Defa belum melihatnya tapi dia merasa kenal dengan sudara itu, dia segera mendongakan kepalanya.
"ya aku di sini nyari-nyari buku" kata Jimin.
"oh..yaudah selamat mencari buku"
"kamu udah dapet bukunya?" Jimin bertanya dengan logat koreanya yang kental, yang terdengar lucu bagi Defa tapi dia tak memperlihatkanya pada Jimin, Jimin memperhatikan style Defa yang mamakai baju sederhana tapi cantiknya luar biasa itu.
"udah nih" kata Defa sambil memperlihatkan bukunya yang dia pegang dan akan segera meninggalkan Jimin yang terus memperhatikannya.
Jimin hanya mampu menatapnya tanpa banyak kata-kata, dia merasa rikuh karena Defa tak banyak bicara seperti kebanyakan wanita lain yang berusaha mendekatinya. ketampanannya tak mampu memikat Defa.
"duluan ya, buru-buru nih" Kata Defa sambil malangkah pergi, dia tak mau berlama-lama dipandangi Jimin yang terlihat mengaguminya.
__ADS_1
Jimin hanya mengaggukan kepala sambil melongo dan Defa pun pergi dengan cepat, beberapa detik kemudian.
"haah..Defa pergi...kemana dia cepat banget"gumam Jimin, dia pun tak jadi mencari bukunya dan segera mencari Defa.
Defa berjalan cepat, dia tak mau banyak berurusan dengan laki-laki berurusan dengan Marsel saja sudah membuatnya kerepotan apalagi ditambah Jimin.
Salon yang dia tuju pun sudah dia temukan, Defa langsung masuk tanpa banyak mengeluarkan kata-kata, itu adalah salah satu salon terbaik di kotanya.
"Eh neng cantik datang ya kemana mamanya?" sambut pegawai salon ramah.
"mama gak ikut sekarang, sayua langsung aja ya" jawab Defa dan langsung menuju ruangan biasa yang suka dia datangi.
"ya silahkan neng cantik" sambut pegawai dengan ramah.
Defa pun sampai di ruanganya, dia disambut lagi dengan pegawai yang akan merawatnya supaya tambah cantik di ruangan khusus yang telah disediakan.
Jimin yang mencari-mencari Defa tak dapat menemukanya, dia sudah menyusuri tiap toko dan tiap lantai mall itu, tapi Defa tak ada.
"cepat sekali dia menghilang, yaudah lah besok ketemu lagi di sekolah, pasti dia makin cantik, heum...makin penasaran jadinya" gumam Jimin, diapun pergi dari sana dan tak jadi membeli bukunya.
Defa sangat menikmati semua perawatan pada tubuhnya, dari mulai messege, wexing, laserr wajah, pembuangan komedo, pemijatan kepala, perawatan rambut, sampai pedicure dan mannicure, semuanya dia selalu lakukan seperti yang biasa dia lakukan bersama mamanya.
Rangkaian proses perawatan tubuhnya telah selesai, Defa memberesihkan dirinya, memakai baju lagi dan berdandan biasa saj, tapi aura kecantikanya makin terpancar dari dirinya, pegawai disana pun memuji kecantikanya itu.
Defa pun keluar dari ruangan, tak lupa dia bawa buku yang tadi telah menemaninya dalam perawatan.
"udah beres ya neng?" kata pegawai sambil memperhatikan Defa.
"udah teh, ini saya bayar ya" jawab Defa sambil memberikan kartunya.
"si eneng makin cantiiiik pisan, pasti banyak yang kelepek-kelepek inimah" puji pegawai disana.
__ADS_1
"alhamdulillah, saya pulang dulu ya" jawab Defa ramah.
Defa pun keluar dari salon, ternyata sudah hampir gelap, dia tak ingin berlama-lama disana langsung memesan taksi dan segera pulang ke rumahnya lagi.