Cinta Difia

Cinta Difia
Satu minggu pacaran


__ADS_3

Jam demi jam mereka lalui, hari pun berlalu tanpa mereka tunggu, hubungan Marsel dan Defa satu minggu berlalu, selama satu minggu itu Defa benar-benar dibuat pusing dengan Marsel, kehidupan Defa yang awalnya bebas kini berubah 180 derajat.


Defa tak pernah membayangkan akan seperti itu, dia juga tak pernah menganggap hubungan yang Marsel buat, semuanya tak bisa dia hindari, mengalir begitu saja.


Mama dan Papa Defa juga belum tau dengan itu, hanya sekarang Defa berangkat sekolah dijemput Marsel dan pulang juga dianterin, Defa sebenarnya malas, tapi ke manapun dia pergi Marsel mengetahuinya.


Hari ini libur akhir pekan, Defa sudah merancang tak tahan lagi, dia kangen dengan kesendirianya, dia benar-benar ingin menyendiri, membaca dengan tenang, tidur tenang, pulang sekolah santai, berangkat pun dia bisa pilih sendiri.


Semenjak Marsel menyebut dirinya sebagai pacar, ketenangan yang selama ini ada seakan hilang sudah, pernah sekali Defa mematikan HP nya dari sepulang sekolah, karena Defa berfikir toh Marsel juga kerja, jadi dia bisa tenang dulu, tapi kenyataan berbeda, Marsel tiba-tiba datang dan meminta ijin untuk ngobrol dengannya, Defa dinasihati, diancam akan di beri penjagaan lebih jika Defa mematikan hp nya, sungguh lebay menurut Defa.


Marsel seakan jadi hantu untuk Defa, dia akan chat dirinya setiap waktu, kalo tak dibalas dia Anna menelpon, saat tidurpun Marsel selalu menelponya dengan alasan kangen padanya. Kesal dan pusing menjadi satu, membuat dirinya merencanakan pergi ke sodaranya diluar kota.


sepulang sekolah seperti biasa Marsel mengantarnya pulang.


" pacarku yang cantik selamat istirahat ya, nanti dihubungi lagi, jangan rindu" Marsel dengan pede nya berbicara pada Defa, Defa hanya mengangguk dan sedikit senyum dia berikan buat Marsel.


Marsel pun pergi, dia akan langsung ke kantornya untuk bekerja, semenjak berpacaran dengan Defa, Marsel semakin bersemangat, dia selalu berusaha menyempatkan waktu menghubungi Defa.


Defa yang ditinggal Marsel menguap dada, merasa lega, tapi tak lama Marsel menelponya.


"pacarku jangan lupa makan ya"


"ya" sahut Defa.


Defa pun masuk rumah, dia segera menuju kamarnya, mandi dan membereskan barang yang akna dibawanya. Defa pun segera menemui mama nya.


"Ma Defa mau maen ya ke Sumedang"


"ngapain?" Difia heran tiba-tiba Defa ingin pergi.


"Defa mau maen aja, sekalian lihat-lihat kampus di Bandung" Defa ber alasan


"mau sama siapa ke sananya?" Difia khawatir dengan Defa karena biasanya dia tak pernah berangkat sendiri.


"Mama tenang aja, Defa aman ko, lagian kan kita udah sering kesana, Mama dan Papa kalo mau bareng hayu aja"


"Papa mu sedang banyak kerjaan, kasian kalo pergi jauh-jauh"


"yaudah Defa berangkat ya, nanti Defa kabari kalo sudah sampai"


"hati-hati ya, minta bantu bibi aja ya kalo mau makan"


"mama tenang aja, Defa gampang ko, lagian disana juga anaknya Bi Isah kan?"


"iya, nanti mama telpon Bi Isahnya kalo anak mama ini menuju kesana"


"makasi ma"

__ADS_1


"ok"


Difia pun mengantar Defa ke depan rumah, Defa pun segera berangkat tanpa memberitahu Marsel.


Defa berangkat diantar supir setelah sebelumnya dia menelpon Defano dulu untuk meminjam supirnya, mengantar Defa ke Sumedang.


Marsel di kantor merasa tak tenang, dia ingin segera menghubungi Defa, tapi Defa biasanya sedang tidur saat pulang sekolah, dia tak ingin mengganggunya.


Marsel duduk, berdiri, bolak balik memikirkan caranya untuk bisa melihat Defa.


Ingin menelpon langsung ke rumahnya tapi dia juga takut mengganggu calon ibu mertuanya, akhirnya dia tahan, hanya mengirim chat dan tak dibalas Defa.


Defa yang tertidur di jalan baru bangun setelah dia sampai di villa keluarganya, dia pun memeriksa hp dan ada beberapa pesan dari Marsel yang belum dia baca. Defa hanya melihatnya saja tanpa membalasnya, dia akan meminta waktu kepada Marsel untuk tidak menghubunginya


Defa menutup hp nya, dia ingin segera masuk kamar dan tiduran lagi disana, ada beberapa buku yang dia sengaja bawa sebagai temannya di Sumedang.


"Assalamualaikum bi Isah?" Defa membuka pintu rumahnya, datanglah seorang parubaya menyambutnya dari dalam rumah.


"Waalaikumsalam neng, kumaha damang, dah lama gak kesini, buah-buahan pada mateng semua, mana manis-manis lagi neng" Bi Isah langsung antusias bercerita pada Defa.


"iya bi kalo mau mah ambil aja"


"iya bibi ngambil juga, itu tinggal sisa nya he..."


"dasar bibi ini" Defa tertawa dengan becandaan bi Isah.


"gak usah ni, mau rebahan dulu"


"ah si eneng, masa datang kesini malah rebahan, di kota rebahan, di mobil rebahan, sampe sini juga rebahan"


"he..he..bibi tau aja hobi Defa"


"bibi tea atuh"


"iyalah bibi memang keren"


Bi Isah pun kembali ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Defa. Defa hanya berbaring malas di kasurnya.


Marsel telah dua jam menunggu kabar dari Defa, tapi tak kunjung ada balasan, dia gelisah tak menentu, kerjaan pun tak beres karena memikirkan Defa, akhirnya dia memberanikan diri menel pon Defa.


"📲 ......" telpon dau belum diangkat oleh Defa, diulangi lagi kerena penasaran.


"📲......" Marsel hampir saja membanting hp nya jika tak mendengar suaranya Defa dari sana.


" Assalamualaikum.." Defa tak melihat hp, dia hanya menempelkanya ke telinga, dia ngantuk sekali apalagi barusan hujan.


"waalaikumsalam pacarku, dari tadi ko gak dibalas pesanya" kata Marsel manja.

__ADS_1


"ngantuk" sahut Defa suara khas bangun tidur.


"bangun dan mandi, masa anak gadis belum mandi jam segini" Marsel menggoda Defa.


"iya" Defa tak mau berlama-lama ngobrol dengan Marsel.


"yaudah ya, mau mandi dulu" kata Defa membuat alasan.


"ok" Marsel akhirnya tersenyum kembali, dia berencana ingin memberi kejutan pada Defa nanti malam, Marsel menyiapkan sesuatu untuk Defa.


Malam pun tiba, Defa membuat api unggun di halaman rumahnya, lengkap dengan tenda yang dia buat sendiri, Defa juga melengkapinya dengan membuat bakar ikan sendiri, dia benar-benar menikmati kesendirianya.


Marsel telah sampai ke rumah Defa, dia sengaja tak memberi tau kalo dirinya akan datang, Marsel mengetuk pintu rumah Defa.


"Assalamualaikum.." tak lama dibukalah pintu tersebut.


" eh nak Marsel silahkan masuk"


"Defa nya ada tan?"


"lo emang Defa gak ngasih kabar ya?"


"tadi masih sempat berkabar ko"


"owh..tapi Defanya gak dirumah"


"Defanya ke mana tante?" Marsel kaget, karena Defa tak ada dirumahnya, niatnya mau mau nge date jadi gagal tapi bukan Marsel kalo harus menyerah.


"jauh ke Sumedang" Difia menyayangkan sekali kepergian Defa, dia kasihan melihat Marsel.


"boleh tau alamatnya tan?"


"gak baik malem-malem ketemu anak gadis" Difia langsung menyanggahnya.


"gak ko tan, ketemu nya besok aja, sekarang pengen tau alamatnya aja"


Setelah difikir-fikir akhirnya Difia memberi alamatnya ke Marsel, Marsel dengan senang hati menerimanya, toh perjalanan antar kota


tak terlalu jauh menurut Marsel. Tanpa berfikir !panjang Marsel pun berangkat menuju tempat Defa.


Defa ketiduran dalam tenda setelah kenyang makan hasil bakaranya sendiri. Dia rebahan sambil baca buku depan api unggun buatanya.


Perjalanan yang harusnya di tempuh 2 jam sama Marsel hanya jadi satu jam, entah bagaimana caranya tapi dia sampai di alamat yang di berikan Difia padanya. Marsel mencoba melihat-lihat sekitarnya, tapi villa begitu sepi, mungkin orang-orang sudah tidur fikirnya.


Marsel pun berbalik, dia akan menemui Defa besok saja, tanpa sengaja marsel melihat kepulan asap dari arah belakang villa, diapun mencari jalan menuju arah asap itu, tap..tap..Marsel mengendap-ngendap...dia mencari asal asap itu dan tak lama kemudia terpampanglah sang pacar yang sedang tertidur di bawah tenda diatas buku.


"heum nakalnya pacarku,malah tidur di bawah tenda" kata Marsel sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2