
Defa pergi ke taman, dia tak terlalu menyukai keramaian, hidupnya seakan semakin sesak saja setelah ada Jimin, dia menarik nafas panjang.
"huh...Kenapa pada suka nempel sih, bikin gue susah gerak aja" gumamnya dalam hati.
Defa sengaja bersembunyi di tengah daun yang dipinggirnya ada pohon beringin lumayan besar, jadi kalo sekilas tak akan terlihat ada orang disana.
"ada waktu beberapa menit lagi nih buat santai" gumamnya.
Defa pun duduk sambil melihat burung-burung yang terbang disana. walaupun bukan burung merpati atau sejenisnya, setidaknya pemandangan itu memberi sedikit ketenangan di hati nya.
Defa memjamkan matanya, dia menghirup udara yang segar di taman itu, tiba-tiba Marsel melihat nya, dengan pelan Marsel duduk mendekati Defa, dia tak ingin mengusik Defa.
Defa hanya diam, dan Marsel pun menikmati pemandangan di sisinya itu, dia pun tersenyum bahagia, kebersamaanya dengan Defa memang tak banyak, tapi dia berusaha untuk selalu ada buat Defa.
Jimin melihat keberadaan mereka, tapi hanya memperhatikan saja, dia tak ingin mengusik Defa.
Beberapa menit pun berlalu, Defa membuka matanya, dia melihat jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tanganya.
"kayaknya udah harus kembali nih, bentar lagi pulang" Defa bergumam sendiri.
"yuk kita pulang bareng" Marsel yang mendengar langsung mengajaknya pulang, Defa pun meliriknya dan membuang nafasnya. Dia pun melihat Jimin ada dibelakangnya.
__ADS_1
Defa beranjak dari duduk nya, dia segera menuju kelas diikuti oleh Marsel dan Jimin.
Saat sampai kelas Defa disoraki oleh teman-temannya karena datang bersama dua pangeran ganteng bersama nya.
Para siswi langsung menghampiri Marsel dan Jimin, mereka sangat antusias dengan kedatangannya.
Marsel dan Jimin mau tak mau duduk dan diam diantara gadis-gadis remaja yang sangat ngefans padanya.
"Jimin ntar siang ada acara gak?" kata Gina salah satu siswi yang menyukainya.
"ada" jawab Jimin.
"yaah rontok hatiku, padahal nanti kita bisa nonton bareung lo" jawab Gina.
"gak" jawab Marsel dengan tegas.
Sementara Defa sedang duduk dan membaca bukunya.
Jimin dan Marsel saling melirik, setelah itu mereka melihat Defa. Tak lama kemudian bel pulang berbunyi, para siswa berebut untuk segera pulang, Jimin diikuti oleh beberapa gadis, dia merasa tindak nyaman, sementara Defa segera pulang.
Marsel yang melihat Defa segera menyusulnya. Dia ingin bersama Defa walau sebentar, tadi agak kecewa karena ada Jimin yang mengikutinya.
__ADS_1
"pacar jangan buru-buru dong" Jimin mengejarnya. Defa yang mendengar langsung melirik dan melambankan kakinya, akhirnya mereka bisa jalan berdua.
"Jimin kayaknya suka sama kamu pacar?" Marsel langsung mengeluh, Defa hanya mengendikan bahunya.
"Jangan dekat-dekat ya sama dia, ntar kamu jatuh cinta lagi sama dia" kata Jimin pada Defa yang ditanggapi Defa dengan diam.
"pacar kamu jangan diam terus, aku kecewa nih" Jimin protes.
"lo kan tau gue gimana, lagian kita masih kecil, jangan mikirin hal-hal gituan bikin merusak hati aja"
"tapi kamu jangan suka padanya ya?"
"gak tau gak bisa janji, tapi untuk saat ini kita jalanin aja, jangan banyak fikiran"
"pokonya kamu harus jadi miliku, jangan suka sama yang lain"
"heum..."
"naik bareng mobilku aja yuk, gak usah pake gojek"
"yaudah boleh" jawab Defa, Marselpun tersenyum bahagia, dia sangat berharap banget pada Defa yang menurutnya dewasa.
__ADS_1
Mereka pun pulang bersama, Defa diantarkan Marsel ke rumah nya setelah itu dia pun langsung menuju perusahaan untuk bekerja.