
Marsel pulang dengan hati yang luar biasa bahagia, dia tak berhenti tersenyum.
Marsel yang datang ke rumah Defa tak membawa apapun saat pulang justru sebaliknya. Dia diberi jeruk madu dan anggur yang dipanen dari taman belakang, ada juga beberapa camilan buatan mama Defa.
Marsel di jemput mobil perusahaan, dia langsung diajak assistennya untuk mengikuti acara seminar bisnis untuk melihat perkembangan bisnis mereka.
Marsel menyimpan paper bag di mobilnya, dia tak ingin siapapun memakan makanan yang diberikan Defa.
Defa dirumah membantu ibunya membuat cemilan lagi.
"enak ma, resep baru ya?" komentar Defa pada cemilan yang dia makan.
" iya..mama tadi liat resep baru, dicobain, ternyata enak juga" jawab Difia.
"bikin yang banyak aja ma sekalian, entar Defa mau bawa kalo ketemu anak-anak, mereka pasti senang" kata Defa.
"iya sayang, sok aja bikin ya, mama hari ini ada acara diluar sama papa" jawab Difia.
"ya ditinggalin deh" Kata Defa merajuk.
"ye..anak mama kan udah gadis, udah punya teman, main aja sama temanmu ya.
" ih mama tega sama anak sendiri" rajuk Defa.
"gak ko sayang, gak lama ko" jawab Difia.
"iya Defa sendirian"
__ADS_1
"kalo mau ikut hayu aja, cuma anak mama ini kan suka jenuhan orang nya" Difia membuat alasan untuk Defa.
"iya..iya.."
"udah ah jangan cemberut" Kata Difia sambil tersenyum pada anaknya.
"mama hati-hati ya" akhirnya Defa merelakan mama nya untuk pergi walau dia merasa kesepian di rumah. Defa sangat dekat dengan Difia Defano, dengan neneknya juga, biasanya sebelum tidur dia nonton tv bareng bersama keluarganya.
"iya sayang makasih" jawab Defa.
Merekapun membereskan acara masak memasak dengan menghasilkan banyak cemilan sesuai keinginan Defa.
Ba'da magrib Difia dan Defano pun pergi, mereka akan keluar kota untuk beberapa hari, wakti Defa masih keci mereka selalu membawanya pergi, saat masih sekolah sd Difia jarang ikut, tapi setelah Defa tumbuh remaja Defano selalu ingin ditemani Difia, makanya Defa hanya berdua bersama neneknya.
"Cucu nenek lagi baca buku ya? anteng banget" kata nenek nya Defa yakni ibunya Difia.
"iya nek, kalo gak ada mama rah sepi ya?" kata Defa sambil bangun dan tidur di pangkuan neneknya.
"iya sih tapi perginya mama sebentar itu berasa lamaaa sekali nek" jawab Defa.
"udah ah jangan ngeluh, kan ada nenek lagian entar juga pulang kalo urusan udah beres" kata nenek sambil mengelus rambut Defa.
Nenek dan Defa malam itu bercerita panjang lebar dan mereka pun tidur bersama, Defa beralasan kangen tidur sama neneknya.
Marsel dilain tempat baru saja membereskan pekerjaan ya, dia sangat lelah dengan semua pekerjaan yang ada dihadapanya.
Marsel malam itu ingin tidur di kantor saja, karena disana juga disediakan kamar untuknya, dia membersihkan diri kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.
__ADS_1
Fikiranya menerawang, dia teringat dengan kebersamaannya bersama Defa yang dibilang sangat singkat, mereka hanya bertemu saat di sekolah saja.
Marsel tersenyum, dia membayangkan Defa dengan segala kemandirian dan sifat acuhnya.
Saat ber halu ria tiba-tiba krubuk..krubuk..perutnya bersuara.
"wah gue lupa makan lagi, duh masih muda gue gak bisa kemana-mana, tau-tau keluar ubanan gue" gumamnya dalam hati.
Marsel ingin memesan makanan, dia mulai mencari-cari makanan yang dia inginkan, tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"gue kan tadi bawa makanan dari Defa, ah gak beli makan dulu lah, itu juga cukup" katanya bemonolog.
Marsel menyuruh sekurity untuk mengambilkan makanan di mobil nya, setelah makanan sampai dihadapanya dia langsung memakan cemilan dan tak lupa anggur dan jeruk hasil panen di Defa.
"Mertua gue baik banget, jadi pengen cepet-cepet jadi mantunya" gumam Marsel dalam hatinya. Beberapa saat Marsel mengecek hp nya, melihat semua perkembangan yang ada.
Tiba-tiba dia teringat dengan Defa, dia sudah punya nomor tlpnya, iseung dirinya melihat apakah Defa punya wa. Marsel melihat setatus Defa, dia juga mencari akun skèner milik Defa, di dalamnya tak ada yang aneh, Defa hanya memposting kegiatan yang di lakukanya saja.
Ada beberapa foto Defa bersama anak-anak di penampungan, ada juga foto-foto saat kegiatan lomba.
Marsel melihatnya dengan teliti, tapi tiba-tiba ada yang mengusir hatinya saat melihat Defa foto bersama dengan seorang pria tampan.
Marsel merasakan panas dalam hatinya, padahal jelas-jelas itu foto sebelum mereka saling kenal.
Marsel ingin menelpon Defa, tapi malam sudah larut, dia malah uring-uringan sendiri di kamar nya.
Marsel menyalin Foto yang ada, dia akan jadikan bukti dan mencari laki-laki yang ada di foto itu.
__ADS_1
Marsel tak tenang, tapi dia harus segera istirahat, karena tiap hari Marsel akan melakukan aktifitas yang sama sampai tengah malam.
Dia menyimpan hapenya dan segera mengistirahatkan dirinya.