Cinta Difia

Cinta Difia
Virus


__ADS_3

Jimin melemparkan batu ke kolam tapi Defa masih tak meresponnya. Jimin bernyanyi kecil di samping Defa, awalnya Defa merasa tak tergantung tapi siara Jimin yang bak artis korea membuat Defa meliriknya, Jimin tau Defa melihat nya tapi dia pura-pura tak melihat nya.


"sakit ni orang nyanyi deket orang lagi baca, hadeuh jaman sekarang ada-ada aja" gumam Defa dalam hatinya.


Jimin masih terus nyanyi, Defa melihat jam tangannya, ada beberapa menit lagi dia bjsa disana, Defa tak mau membuang waktu sia-sia, diapun menjauh dari Jimin yang sedang nyanyi.


Defa melanjutkan baca bukunya, Jimin yang keasyikan nyanyi tak sadar kalo Defa pindah, dia terus bernyanyi dengan suara merdunya.


Defa melihat waktu lagi, ternyata waktunya istirahat akan segera selesai, Defa segera membereskan bawaanya kembali dan melangkahkan kakinya pergi menuju kelas, sedangkan Jimin tak menyadari sedikitpun dia idi tunggal oleh Defa.


Jimin bernyanyi terus hingga dia merasa tenggorokannya serak.


"ehm..ehm..Defa kamu punya air gak, serak nih" kata Jimin, dia masih belum sadar Defa tak ada.


"Defa..Defa.." Jimin memanggil Defa..karena tak ada sahutan Jimin pun melirik Defa, ternyata Defa tak ada di sisinya.


"kemana tuh anak?" Jimin bergumam sendiri.


Jimin melihat ke kanan dan ke kiri tak ada orang yang lewat, dia bingung sendiri kemana siswa-siswa yang tadi ada disana, akhirnya dia melangkahkan kakinya menuju kelas.


"kenapa gue lupa melihat waktu ya" dia pun segera menatap jam tangannya dan dilihatnya waktu istirahat sudah lewat lima kelas menit.


"pantesan gak ada orang, udah masuk kelas ternyata" Jimin pun mempercepat langkahnya, dia tak ingin ketinggalan pelajaran apalagi ini hari pertamanya masuk kelas.

__ADS_1


Diapun sampai di depan kelas dan melihat teman-temannya tidak sedang belajar.


Jimin pun langsung masuk kelas, dia disambut Fira yang merajuk padanya.


"Jimin kemana tadi, udah dibeliin juga eh malah kamu nya gak ada" kata Fira.


"oh tadi jalan-jalan sebentar tapi kesasar jadinya telat masuk"


"duh kasian Jimin aku, kenapa gak nungguin kalo mau jalan-jalan, padahal Fira mau ko jadi guide iya" kata Fira sambil mendekati Jimin, Jimin menggeser badanya.


Jimin mengedarkan pandangannya, tak lama kemudian dia melihat Defa sedang duduk sambil membaca buku.


Jimin mendekatinya, dia merasa kesal karena ditinggalkan tadi.


Defa diam saja asyik membaca buku, dia tak menjawab ataupun melirik Jimin yang sedang menunggu jawaban darinya.


Jimin menunggu reaksi Defa tapi Defa masih diam saja, dia hampir kesal dibuatnya.


"hai Jimin kamu lagi apa dengan Defa, dia kan emang kutu buku, jangan heran kalo gak dijawab" kata Fira.


"bikin penasaran aja ni anak" gumamnya dalam hati.


Defa mendengar itu santai aja seolah dia tak peduli dengan semuanya.

__ADS_1


Jimin melirik Defa, tapi dia masih anteng dengan bukunya.


Jimin tak sabar dengan sikap Defa, dia pun mengambil buku Defa. Defa hanya diam saja.


" Defa kenapa kamu acuhkan saya, apa salah saya?"


"kamu ngerasa punya salah gak"


"ya justru itu saya tidak tau"


"ya udah kenapa nany kalo gak tau mah?"


"tapi kenapa kamu acuhkan saya?"


"emang saya kayak gini orangnya"


jawab Defa sambil mengambil buku yang diambil Jimin tadi.


Defa pun meninggalkan Jimin dan keluar menuju perpustakaan. Jimin berusaha mengejar Defa dia tak ingin ditinggalkan lagi, apalagi dia di dekati Fira terus yang membuatnya risih.


Defa membaca buku lagi disana, Jimin pun mengikuti Defa dengan mengambil salah satu koleksi buku yang ada di perpustakaan tersebut.


Dari luar tampak seseorang melihatnya dengan tatapan cemburu, melihat kedekatan Defa dan orang yang baru dia lihat itu.

__ADS_1


__ADS_2