
Senin pagi disekolah Defa biasa diadakan upacara bendera, semula siswa harus mengikutinya kecuali yang sedang sakit pastinya.
Defa pagi itu juga berangkat terburu-buru, dia takut telat mengikutinya, karena kalo telat Defa otomatis akan dipisahkan dari barisan kelasnya, dia akan disatukan dengan barisan siswa yang telat juga, dengan begitu Marsel akan mendekatinya, karena Marsel adalah salah satu bagian dari kedisiplinan.
Defa bukanya tidak mau bertemu Marsel, tapi dia suka sekali membedakan Defa dengan yang lain, seperti kejadian yang pernah dia alami sebelumnya.
Saat pagi itu Defa berangkat dari rumah pagi-pagi tapi entah mengapa diperjalanan tiba-tiba tiba-tiba kemacetan, padahal biasanya lancar-lancar saja.
Karena tragedi kemacetan itu akhirnya Defa pun sampai ke sekolah lewat dua menit dari jam masuk, otomatis gerbang sekolahnya udah tutup, Defa ingin memaksa masuk.
"pak buka dong, ini kan baru dua menit" katua Defa pada pak satpam.
"udah peraturanya neng, makanya jangan bangun kesiangan kalo sekolah" jawab pak satpam.
"saya gak kesiangan pak, tadi memang ada macet di jalan"
"duh terserah neng saja, kalo neng masuk nanti saya dimarahi sama kepala sekolah, udah neng disitu aja"
"ih bapaknya tega" Defa menggerutu.
__ADS_1
Terdengar pengumuman dari pengeras suara bahwa siswa harus berkumpul ke tempat upacara, Defa pun masih diam disana, dia ingin masuk ke sekolah.
Siswa siswi berhamburan keluar kelas, mereka semua menuju ke lapangan upacara, tak terkecuali dengan Fino.
Fino bersama temanya berangat ke lapangan, dia mengambil arah memutar, hingga dia melewati pos satpam, tanpa sengaja dia melihat seseorang di depan gerbang.
"itukan Defa, kayaknya dia telat deh, ah gue bilangin ke Marsel ah" ide jahilnya muncul di kepala Fino.
Sesampainya di lapangan dia mancari Marsel, ternyata Marsel sedang menghukum siswa yang kedapatan membawa roko di tasnya.
"Sel pacar lo kesiangan tuh" kata Fino sambil menepuk bahu Marsel.
"itu buktinya" Fino menunjuk Defa di depan gerbang, Marsel pun menengoknya, dan melihat Defa disana.
Marsel segera menemui Defa, dia meminta satpam untuk mambukakan pintu gerbang, Defa pun masuk dengan diam, dia malu pada Marsel karena ketauan telat.
"pacar kenapa kamu telat, untung aku yang liat, coba kalo guru gak mungkin bisa masuk" gerutu Marsel.
"tadi tiba-tiba macet di jalan, jadinya telat" jawab Defa.
__ADS_1
"yaudah langsung ke lapangan yuk" Defa pun menurut saja apa yang disuruh Marsel.
"diam di barisan sini, gak usah masuk ke barisan kelas"
Defa mengikuti instruksi dari Marsel dia malas berdebat apa'agi pagi-pagi.
"tas nya sini, biar digabung sama tasku aja"
Defa pun memberikan tasnya pada Marsel, dia pun kembali ke barisan, tapi tak lama Marsel mengambil tangannya dan mengajaknya untuk satu barisan denganya.
"pacar jangan dekat-dekat dengan cowok lain, dekat aku aja" yang mendengar kata-kata Marsel langsung mual, mereka heran Marsel jadi selebay itu.
Defa sebenarnya malu dengan tingkah laku Marsel, tapi semakin dia tak nurut maka Marsel akan semakin manjadi, makanya Defa diam saja tutup mata dan telinga dengan bisikan-bisikan siswa lain.
"pacar kalo pusing bilang ya" Defa mengangguk.
"pacar haus gak?" Marsel bertanya lagi, padahal jelas-jelas upacara tak terlalu lama. Defa merah pipinya, dia tak tahan dengan Marsel.
"pacar masih kuat" Defa mengangguk, terdengar bisik-bisik semakin banyak, Defa seakan jadi tontonan semua urang, dia ingin segera menyelesaikan upacara itu, dia malu dengan perlakuan Marsel padanya.
__ADS_1