Cinta Difia

Cinta Difia
Jimin vs Marsel


__ADS_3

Jimin menikmati keadaan sekitar yang begitu nyaman dan indah, sayangnya dia hanya seorang sendiri, sementara di depannya dua orang sedang bercanda tawa berdua.


Jimin merasa kesal juga dengan keadaan itu, dia berpikir bagaimana caranya pengganggu mereka.


"bosan juga sendirian ditempat romantis kayak gini, gue ganggu ah mereka hehe"


Jimin mulai berfikiran jahil, dia ingin nimbrung di antara Defa dan Marsel.


Defa berjalan ke taman yang mirip taman-taman jepang, ada sungai dan angsa di sana juga ada saung-saung kecil yang mempercantik tempat itu, di atas sungai ada jembatan kecil yang membuat suasana begitu romantis.


Marsel begitu terkesima dengan tempat itu, selain dia memang jarang main, tempat itu tak pernah dia kunjungi sekalipun.


"pacar..ini tempatnya wah banget ya, banyak kejutan, sayangnya tadi kita gak beli makanan, kayaknya enak kalo kita makan di saung kecil ini" kata Marsel sambil melihat sekeliling.


Jimin yang melihat dari kejauhan merasa iri, dia berusaha mendekati mereka. Marsel merasa ada yang mengawasi tapi dia tak ingin membuat Defa takut, jadi berusaha setenang mungkin.


"emang ini tempatnya cantik banget, kalo mau naik angsa juga bisa, disana ada danau buatan, kita bisa menyewanya"


"wah ide bagus tuh"


"tapi tetep yang paling cantik disini ya puncak bintang"


"kapan kita kesana?"


"kita nikmatin dulu disini"


"tapi aku haus pacar"


"owh gitu ya, tunggu bentar ya" Defa langsung membuka hp nya sebentar, setelah itu diapun menikmati lagi suasana tersebut.


Marsel tiduran diatas rumput, Defa berjalan ke arah jembatan dia berdiri diatas sana, pemandangan itu tak lepas dari jepretan photo Marsel.


"cantik banget calon istri gue" gumamnya.


Tak lama kemudian datanglah seorang pria membawa kresek, dia seolah mencari seseorang.


"maaf mau tanya, saya mencari atas nmaa nona Defa".


" itu say mas"


"oh ini pesanannya"


"makasih ya"


"ya sama-sama" Defa pun menerima kresek itu dan membawanya ke arah Marsel.


Marsel memicingkan matanya dan mendekati Defa, Defa yang di dekati malah ngeloyor pergi ke saung kecil, Marsel mau tak mau mengikuti Defa.


Defa duduk dan membuka keresek yang tadi, dia mengeluarkan sesuatu dari sana.


"mau?" Defa membukanya dan ternyata itu adalah pitza yang masih panas.

__ADS_1


"ini dari siapa?"


"ya beli lah"


"tadi siapa cowok yang senyam-senyum gak jelas itu?"


"ya kurirnya yang membawa ini"


nyess..hati Marsel merasa tenang kembali, dia sempat curiga dengan Defa, tapi ternyata Defa hanya memesan makanan, merekapun makan bersama.


Jimin yang merasa lapar tak tau harus makan dimana, karena dari tadi dia hanya memperhatikan Defa saja, akhirnya tanpa aba-aba Jimin datang dan mencomot makanan nya.


"enak ya bisa romantisan berdua, tapi gue gak tahan, laper...sorry ya gue ikut makan aja, lanjutin aja ngobrolnya" kata Jimin berbasa-basi.


Dia pun mengambil dua potong lagi.


Marsel hanya melongo, Defa tersenyum.


"eh kodok ngapain lo ngikutin kita, pantesan dari tadi feeling gue beda"


"bentar ya makan dulu, ini panas" Jimin menjawab dengan santainya. Dia malah menambah saus pada pitza yang dia pegang, Marsel hampir tak kuat menahan amarahnya.


"udah biarkan aja" Defa memegang tangan Marsel untuk pertama kalinya, dia menahan supaya tak terjadi keributan disana.


Hati Marsel tiba-tiba meleyot, badan tegang dan serasa melayang di udara.


Tak menyangka rasanya seperti itu, sentuhan Defa pada tangannya seolah menjadi suatu perasaan baru pada nya.


"makan lagi selagi hangat" Defa menyuruh Marsel melanjutkan makan nya, Marsel pun memakannya lagi perlahan sambil mengingat terus rasa dari sentuhan Defa tadi.


Defa menyelesaikan makannya, Jimin pun begitu, tapi Marsel seolah masih terlena.


"Sel mau disini aja atau ngelanjutin?"


Marsel diam, dia belum sepenuhnya sadar.


"sel..." Defa menjentikan jarinya di depannya.


Marsel seketika sadar, diapun mengaktifkan model marahnya lagi pada Jimin.


"lo jangan ikut, pergi sana" usir Marsel.


"gue gak tau jalan pulang, gue bareng kalian aja ya"


"udahlah, lo kan baik, gue disini ya ntar pulangnya barengan"


"gak bisa, lo pulang sana"


"lo tega, gue juga kan pengen jalan-jalan"


"noh jalan-jalan aja sendiri"

__ADS_1


Defa malas melihat dua orang ini berdebat, dia pun pergi meninggalkan mereka dan melanjutkan perjalanannya lagi.


Disana semakin banyak orang, Defa yang sangat cantik membuat para pria pun memperhatikanya, banyak yang menyapanya di perjalanan.


Marsel yang sadar ditinggalake oleh Defa segera menyusulnya. Jimin pun mengikuti Marsel.


"sana lo jauh-jauh"


"iya gue jauh ko"


"wah Defa banyak yang ngikutin tuh, cowok semua lagi, gue duluan aja ya" Jimin malah lari menyusul Defa.


"brengsek dia, gua lempar tuh orang ke Afrika kalo berani ngambil Defa gue" Marsel menggerutu.


Jimin membuka kerumunan para cowok yang menatap Defa penuh makna.


"maaf ya lo pergi jauh-jauh dari sini, ni sobat gue"


Marsel menyusul, dia mendorong Jinis.


"gue perintahkan lo semua bubaaaaar, dia pacar gue"


"uuuhhhh... belum jadi suami bebas dong" jawab salah satu pemuda.


"lo gue tendang ke Afrika kalo berani jawab lagi" Marsel kesal dibuatnya, sementara Defa masih terus berjalan, dia tak ingin ribut disana.


Marsel dan Jimin menyusulnya kembali.


"pacar jangan jalan sendirian, nanti para cowok itu ngambil kamu"


"udah ah hayu..tinggal bentar lagi" Defa mengalihkan pembicaraan, dia mengajak kedua laki-laki ganteng itu untuk segera mencapai puncak bintang.


Marsel berusaha menendang Jimin, tapi Jimin mengelak, malah Jimin menjulurkan lidahnya pada Marsel.


Marsel mendorong Jimin, tapi Jimin kembali lagi.


Marsel merasa kesal dalam hatinya, tapi dia tak ingin Defa kecewa.


Marsel segera berjalan berdampingan dengan Defa, dan meninggalkan Jimin di belakang.


"tuh liat bentar lagi sampai kan, sekarang sebelum sampai atas berbalik dulu, kita lihat pemandangan dari sini"


Marsel dan Jimin seketika membalikan badannya, mereka langsung terkesima, di hadapan mereka terhampar luas hamparan bunga yang begitu indah.


seluas dan sejauh mata memandang hanya bunga yang mereka lihat, dipayungi langit yang begitu bersih.


Dari tadi mereka tak sadar karena berdebat terus ternyata mereka berada di ketinggian, yang di kelilingi bunga-bunga yang indah.


"yuk lanjutin lagi" Defa mengajak mereka kembali meneruskan perjalanannya.


Marsel segera mensejajarkan badan nya dengan Defa, Jimin di belakang mereka, di perjalanan mereka juga berpapasan dengan muda-mudi yang ternyata baru turun dari puncak bintang juga.

__ADS_1


Banyak yang menyapa Marsel tapi Marsel tak menggubrisnya begitu juga Jimin. Defa yang melihat nya entah mengapa ada rasa tak suka dalam hatinya, tapi dia diam tak mau banyak kata, hanya melanjutkan perjalanannya kembali.


__ADS_2