
Hari pun berlalu, hidup damai tanpa ada hambatan adalah salah satu keinginan semua orang, itulah yang dirasakan Defa, dia merasa damai di sekolah, tak ada lagi yang berani mengganggunya, cowok-cowok yang biasanya mengganggunya entah kenapa kini diam dan bersikap biasa saja, Defa pun tak mau terlalu memikirkan itu, dia anteng dengan kegiatanya, membaca ke perpus selalu jadi hobinya.
Entah kenapa hari itu Defa ingin ke kantin, dia lupa membawa bekal dari mama nya, akhirnya walaupun malas bertemu banyak orang dia tetap melangkahkan kakinya untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
"bu siomay ya" Defa memesan makanannya dan sekalian dia mengambil minuman, setelah beres Defa pun mencari tempat yang kosong, dan entah mengapa tempatnya itu dekat dengan pohon, sehingga sejuk terasa, Defa pun langsung duduk dan bersiap makan.
"Defa lo disini?" Fira datang dengan sumringah, karena merasa terkejut ada Fira di kantin.
"heum...gue laper ya gue kesini" Defa tetap dengan mode acuhnya.
" ko lo bisa suduk disini, gak ada yang larang gitu?" Fira merasa heran, karena menurutnya ini adalah meja yang sangat menakutkan, karena mungkin sebentar lagi akan ada yang datang dan membuat kekacauan di kantin itu karena meja nya di duduki Defa.
"maksud lo apasih, perasaan ini meja sama aja kayak meja lain, bentuknya aja sama, masalah hantu gue gak percaya" Defa tak mengindahkan kata-kata Fira, Fira merasa khawatir.
"yuk pindah aja,gue cariin tempat deh"
"ah lo gak jelas banget"
"hayu ih"
"gak, gue laper makan dulu bentar, lo sana duluan aja"
"ih lo tu ya, ydah kalo ada apa-apa gue gak nolongin ya"
"ya sana"
Fira kesal dengan sikap Defa yang terlalu santai, padahal dia ingin sekali memberi tahu bahwa itu adalah tempatnya Marsel dan geng nya, Fira takut kalo Defa terkena masalah, tapi Defa gak bisa dikasih tau, malah fokus sama makan nya.
"Defa ih kesel banget sama lo, coba nurut bentar aja" Fira menghentakan kakinya
"udah lo tenang aja" Defa tetap santai
Defa pun segera menyelesaikan makanya, karena diapun tak terlalu suka dengan suara hiruk pikuk kantin, saat Defa bangun tiba-tiba ada seseorang yang menghalanginya.
"siapa yang menginjinkan kamu duduk di meja ini, kamu tau ini mejanya Marsel?" Tanpa sepengetahuan Defa, Marsel datang bersama teman-temanya. Mereka semua melihat Defa yang akan pergi dari kursinya.
__ADS_1
"kursinya gak pakai nama, yaudah gue duduk aja, lagian sekarang gue udah kenyang ya..minggir.."Defa segera menyungkirkan orang yang menghalangi jalanya.
" emang gda yang ngasih tau kalo ini tempat makanya siapa?" Marsel merasa tak dihargai, tak pernah ada yang berani seperti ini padanya.
"duh penting banget ya? emnag ni meja bekal lo dari rumah? plis deh ya, kalo mau makan makan aja, gue juga gak makan kursinya ko barusan, jadi lo tenang aja gak, masih aman" Defa berbicara dengan tenang, tapi dia gak habis fikir juga kenapa meja aja diributin.
" jangan pernah lo langkahkan kaki lo, diam" Marsel mulai menyukai keadaan, dia merasa ada yang bisa mengimbanginya.
"ogah" kata Defa sambil melangkahkan kakinya. Saat tangan Defa mau di pegang Fino, mata Marsel melotot, Fino segera mengurungkan niatnya dan membiarkan Defa pergi begitu saja. Teman-temanya kaget dengan Marsel, biasanya Marsel takan melepaskan begitu saja buruanya, tapi sekarang Defa malah dilepas begitu saja.
"Sel bener ini lo?" Fino merasa heran dengan Marsel
"em.." seperti biasa Marsel tak terlalu menanggapi, dia anteng dengan makananya.
"sebenarnya apa rencana lo, gue yakin lo pasti merencanakan sesuatu, atau lo suka sama dia ya?" Fino sangat penasaran dengan sikap Marsel yang tak bisa di duga itu.
"udahlah itu bukan urusan kita, nanti juga kita bakalan tau ko, apa yang akan dilakukan Marsel pada cewek itu" Tian menimpali dengan bijaksana.
Sedangkan Defa setelah setelah selesai makan pergi sebentar ke perpus, dia tak ingin melupakan hobinya tersebut, membaca dekat jendela perpus seorang diri, tanpa ada yang berani mengganggunya.
Fira dan orang-orang yang melihat kejadian itu hanya bingung dan penasaran dengan sikap Marsel, apakah mungkin Marsel sudah mengenal Defa, atau mungkin sodaranya atau mungkin yang lain-lain, semuanya pada berbisik-bisik, dikarenakan Defa walaupun cantik dan berprestasi tapi dia penyendiri.
"gak tau, itu bukan urusan gue dan juga bukan urusan lo kan" Fira tak menggubrisnya.
"huuuh.." semuanya menyoraki Fira.
Marsel sekilas melihat notifikasi di hp nya, dia langsung pamitan pada teman-temanya.
"guys gue cabut bentar ya"
"kemana Sel?" Marsel tak menjawabnya, dia langsung pergi begitu saja.
"mau kemana lagi dia" kata Fino
"biarkan ajalah, biasanya juga begitu" Tian semakin penasaran.
__ADS_1
"kayak ibu-ibu lo..kepo" Fino menertawainya.
"berengsek lo"
Defa duduk anteng membaca buku, dia sesekali melihat jam tanganya.
"sepuluh menit lagi" kata seseorang dibelakanya. Defa langsung menoleh dan melihat orang yang berbicara padanya. Defa heran dengan kedatangan orang tersebut.
"ngapain lo?"
"gak ngapa-ngapain"
"jauh-jauh sono"
"bebas dong ini tempat umum"
"ih" Defa malas berdebat, dia segera mencari tempat duduk lain yang tak berdekatan dengan Marsel
"kenapa lo menjauh?" Defa diam saja, dia melanjutkan kegiatanya, Marsel mengikuti Defa duduk dikursi dan mendekat padanya. Defa diam saja, dia menganggap Marsel tidak kasat mata.
"gue baru tau ada cewek buta dan tuli di sini?" Defa diam saja, Marsel mengepalkan tanganya, dia kesal dengan sikap Defa yang acuh padanya, padahal kalo cewek lain pasti langsung bergelayut manja padanya. Defa melihat waktu dan segera berdiri untuk pergi, tiba-tiba tangannya dicekal Marsel dan cup pipi Defa di cium Marsel tanpa ijin.
Plak...Defa menampar pipi Marsel, dia marah sekali dan merasa terhina, Marsel pun terkejut dan diam, Defa mengeluarkan air matanya dan segera keluar dari perpus, Marsel pun sadar dan secepatnya berlari mengejar Defa.
"awas kamu ya kucing nakal, gue gak akan lepasin lo gitu aja" Marsel berbicara sendiri, saat sudah tak bisa melihat Defa, dia tak ingin gegab menyusul Defa ke kelasnya.
Defa mengusap air matanya, dia segera mengubah ekspresi mukanya seperti biasanya.
"dari mana lo?" saat sampe kelas Fira langsung bertanya padanya.
"dari perpus lagi ya?"
" ada yang salah" Defa menanggapinya dengan santai
"lo ini hoby banget ya ke perpus, lo tau semua orang penasaran ada hubungan apa lo sama Marsel?"
__ADS_1
" gue gak kenal Marsel dan tak ingin kenal ok" jawab Defa.
Fira hanya bengong dibuatnya.