Cinta Difia

Cinta Difia
Pulang ke rumah


__ADS_3

Pagi-pagi Marsel sudah bersiap ke sekolah, dia ingin bertemu dengan Defa, beberapa jam tak bertemu membuat hatinya tak menentu.


Marsel langsung tancap gas menuju rumah Defa, keadaan sekeliling memang masih pagi, tapi entah mengapa pagi itu jalanan sudah padat sama kendaraan.


Ditempat lain Defa sudah baikan sebenarnya, tapi mamanyaingin Defa sembuh total, dia dipaksa dirawat terus sampai sembuh total walaupun Defa merengek-rengek ingin pulang dan sekolah tapi orangtuanya menyarankan untuk istirahat dulu.


Defano mencari keberadaan supir ojol yang membawa Defa, dia menelusuri dari hp yang Defa pakai sehingga lebih mudah untuk mencarinya.


Defano menyusuri menghubungi nomor tlp tapi tidak ada, mencari rumahnya pun belum ketemu, dia akhirnya kembali ke rumah sakit lagi menemui anak dan istrinya.


"assalamualaikum.." Defano datang membuka pintuk kamar yang Defa tempati, di sana Defa sedang dalam keadaan fress, sudah mandi dan sedang membaca buku.


"putri papa udah cantik aja, mau kemana gitu?" Defano menggoda Defa.


"ah si papa, Defa kan pengen cepet pulang papa, papa siang banget datangnya" kata Defa sambil merajuk.


"yakin nih udah sembuh total" Defano mengecek semua luka lecet yang ada pada tangan dan kaki Defa.


"udah pa" jawab Defa.


"mama kemana?" Defano tak melihat istrinya di sana.


"mama lagi beli sarapan, tadi hilangnya gitu sama Defa" Defa menjelaskan pada papa nya.


Defa pun membiarkan papa nya duduk diapun melanjutkan membacanya. Tak lama kemudian Difia datang membawa peper bag. Dia langsung salim takjim ke suaminya.


"papa kapan sampai ke sini?"


"udah dong ma"


"alhamdulillah, udah ketemu orang nya"


" belum, alamatnya kayak yang salah atau memang belum ketemu saja."


"yaudah jangan dipaksakan, nanti kalo ada waktu nyari lagi"


"iya ma"


"yuk ah makan dulu, mumpung masih hangat."


"beli apa ma?"


"liat aja." kata Difia sambil menghidangkan makanan yang dia beli barusan.


Diwaktu yang sama Marsel kembali ke rumah Defa, dia memencet bel berulang kali tapi masih tak ada respon dari dalam.


"dari kemarin mereka ko gak ada terus ya, pada kemana, padahal inikan bukan hari libur." ditunggu beberapa menit masih tak ada reaksi dari dalam rumah, Marsel langsung menuju ke sekolah.


Sesampainya di sekolah Marsel masih mengharapkan bertemu dengan Defa, dia menunggu lagi bersama Fino dan Tian.

__ADS_1


Waktu berlalu, para siswa sudah hampir semuanya datang karena waktu yang hampir masuk waktu belajar, Marsel tampak kecewa, orang yang diharapkan tak muncul juga. Fino dan Tian heran melihat sikap Marsel.


"Sel kenapa sih lo dari tadi kayak dieum aja, ada masalah apa lagi di perusahaan?" kata Tian sambil melihat muka Marsel.


"iya lo dari tadi keliatan kusut banget, kenapa sih?" Fino juga setuju dengan Tian.


"Gue kepikiran Defa, terakhir ketemu pas pulang sekolah, sore nya gue tengok ke rumahnya gak ada siapa-siapa, tadi pagi gue mau jemput juga masih pada gak ada, barusan ditunggu juga gak nongol-nongol" jawab Marsel sambil berjalan masuk ke kelas mereka.


Fino dan Tian saking kode, mereka senyum-senyum berdua.


"lo udah sering ketemu Defa tanpa kita tau, hebat banget lo" ejek Tian


"hooh lo bukan friend kita kalo kayak gitu" kata Fino.


"Terserah lo berdua, gue poko nya harus ketemu Defa. Marsel terlihat frustasi.


" udah lo telpon, kali aja ada yang meninggal, atau ada sesuatu lain yang urgent" kata Fino. Marsel hanya diam, selama ini dia tak mau membuat Defa terganggu,tapi kenyataanya dia ingin sekali mendengar kabar Defa.


"gue gak punya nomor hp nya" jawab Marsel.


"what???? lo beneran ya...bener..bener..." Fino geregetan sendiri mendengar jawaban Marsel.


"kenapa gak nanya, kan gampang?"


Tian pun sampai mengelus dada nya mendengar jawaban Marsel yang terkesan cuek tapi butuh itu.


" ya ampuuuuun" Tian sampai menepuk jidatnya sendiri.


"ini ni kalo mantan idola punya pacar kayak gini, gengsi di gedein, udah gak ada kabar kelimpungan sendiri" Fino ikut-ikutan kesal dibuatnya.


"ok, gue cari dulu nomor nya, sekarang belajar dulu aja" akhirnya Tian memberikan solusi, walaupun kenyataanya Marsel tak bjsa fokus dengan pelajaran yang ada. Dia terus membayangakan Defa yang tak bisa dia temui.


Dirumah sakit Defa dan orangtuanya baru saja selesai sarapan, karena Defa yang terus-terusan minta pulang, Defano pun mau tidak mau membereskan semua administrasinya. Defa dan keluargapun pulang, sebelum sampai rumah mereka berhenti dipemakaman umum untuk ziarah ke rumah nenek Mirna.


Bel istirahat telah berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas untuk mencari makanan yang mereka suka di kantin makanan yang sangat cozy itu.


Marsel mencari Defa ke kelas nya, dia mencari Defa disana, tapi tak terlihat apa pun yang berhubungan dengan Defa, tas dan bukunya juga tidak ada.


Fira keuar kelas. Marsel mencegatnya.


"Fir mana Defa?"tanya Marsel ke Fira yang beru saja mau keluar kelas.


" gak tau gue, cuma kata guru sih Defa sakit" terang Fira pada nya.


"sakit apa?" kata Marsel lagi, karena setaunya terakhir bertemu Defa baik-baik sana.


"gak tau, itu juga guru yang bilang tadi" jawab Fira.


"gak bohong kamu ya?" Marsel memastikan kejujuran Fira.

__ADS_1


"ngapain bohong, emang Defa gak ada." kata Fira dengan acuhnya.


Marsel semakin galau, Defa juga tak masuk sekolah hari ini, tapi dia tak tau Defa dirawat dimana.


Marsel pun kembali ke Fino dan Tian, mereka sudah berada di bescame.


"gimana, dapet kabar gak?" tanpa Fino pada Marsel.


Marsel hanya menggelengkan kepalanya.


"Nih lo hubungin langsung Defa" kata Tian sambil menyerahkan hape nya yang sudah ada nomor Defa.


Marsel melihatnya, dia pun ragu untuk menelpon, tapi dia juga sudah tak sabar ingin dapat kabar dari Defa.


Nomor yang diberikan Tian pun segera disalin, dia pun ragu-ragu menelpon Defa.


"mau dihubungi gak?" Kata Tian gereget dengan sifat Marsel yang sangat jauh berbeda sekarang.


Marsel memaksakan diri menghubungi Defa, dag.dig..dug hati Marsel dibuatnya, karena baru kali ini dia menelpon seorang mamanya.


"diangkat gak" tanpa Fino penasaran.


Marsel hanya menggelengkan kepalanya.


" sini gue yang coba" kata Tian.


Tian pun mengambil hape nya Marsel, dia pun menelpon Defa sekali lagi.


📲 hallo"


📲ya"


📲gue Tian temanya Marsel, gimana keadaannya?"


📲alhamdulillah baik"


📲ada yang uring+iringan pengen ketemu katanya.


Marsel merebut hape yang di pegang Tian. Tian hanya melotot dengan sikap Marsel yang terkesan seenaknya.


"Defa, katanya sakit ya?"


"udah baikan ko, sekarang mau pulang malahan" jawab Defa.


"gue entar jenguk ya"


"ya" jawab Defa dari seberang telepon.


Marsel langsung sumringah, dia semangat lagi setelah mendengar kabar Defa.

__ADS_1


__ADS_2