
Dia gadis cantik dengan rambut panjang terurai, rambutnya yang bergelombang, membuatnya semakin cantik berjalan di koridor sekolah, memakai seragam putih abu, dengan rok sopan selutut tak membuat berkurang kecantikanya, lesung pipitnya ketika tersenyum dengan deretan gigi yang putih bersih membuat semua orang terpana, diakui kecantikanya oleh pria dan wanita.
Dia terus berjalan, agak terburu-buru menuju ruangan perpustakaan, di sepanjang jalan yang dia lalui selalu ada sapaan padanya, dan dia hanya menjawab dengan senyuman, tak pernah dirinya mengumbar kelebihannya. Dia selalu berusaha biasa-biasa saja, walaupun pada kenyataanya banyak lelaki yang suka padanya dan banyak para wanita yang benci padanya.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya sampailah pada perpustakaan. Dia langsung masuk dan mencari buku yang dia perlukan.
"hai cantik, baca buku lagi ya?" seorang petugas perpus menyapanya dengan ramah, Defa juga tak kalah ramah dengan petugas itu.
"hai ibu yang cantik banget, iya nih
baca buku aja" Defa sangat suka ke perpus, hingga petugas pun sampe mengenalinya.
"gak jajan gitu ke kantin?" petugas itu masih berbasa basi pada Defa.
"gak ah masih kenyang, tadi dirumah udah makan banyak. Defa pun beralasan.
" yaudah met baca ya" akhirnya petugas itupun pergi meninggalkan Defa yang sedang membaca buku.
"Makasih ibu" Defa menjawab sambil tersenyum manis.
Defa memang termasuk anak yang rajin, paket komplit dari semua yang manjadi kriteria wanita pilihan, banyak yang wanita yang iri padanya, tapi selama orang itu tak membuat ulah dia tetap biasa aja.
Defa membaca dengan serius, tak lama kemudian terdengarlah suara ribut dari arah luar, Defa yang acuh biasanya tak terlalu menghiraukan apapun kalo sedang membaca, tapi karena terdengar suara lelaki yang teriak-teriak malah membuatnya terganggu.
"hai lu gak tau ya gue siapa hah?" terdengar suara seseorang menggertak dari luar
"maaf..maaf" suara yang lainya memelas
Defa yang tak suka dengan penindasan jengah dengan orang yang tak bisa membela diri, dia yang acuh pun langsung keluar perpustakaan.
Terlihat di luar ternyata ada 5 orang laki-laki, yang satunya menjadi bulan-bulanan ke empat laki-laki yang lainya.
"prok..prok.."Defa bertepuk tangan di depan ke lima laki-laki tersebut.
" lanjutkan, gue pengen liat seberapa gagahnya preman sekolah ini?" Defa malah menantang mereka, ke lima laki-laki itu langsung melihat Defa yang malah acuh dan tak perduli sama sekali.
satu detik..dua detik..tiga detik..mereka enggan mengedipkan matanya..Mata mereka melotot..
__ADS_1
"sel..itu peri ya?cantik banget..." salah satu laki-laki itu tak berkedip, melihat Defa yang berdiri di depanya.
Defa memutar bola matanya, bosen dia mendengar kata-kata seperti itu dari setiap laki-laki.
"cantik" Marsel yang mendengar kata-kata temanya pun menyetujuinya.
Defa yang kesal melihat mereka yang malah bengong langsung pergi dan menggeret laki-laki, yang dibuli itu.
"hei lo tuh siapa sih, mau aja lo digituin, lo tu laki-laki, malu dong sama gelar lo, jadi cowok malah melas-melas, kalo lo salah lo minta maaf,kalo gak salah ngelawan, susahnya dimana?" Defa malah ngomel-ngomel sendiri pada lelaki itu.
"Irwan itu nama gue" dia melihat tanpa berkedip hampir ngences melihat Defa.
"jorok lo" Defa bergidik liat Irwan seperti itu. Irwan tersentak kaget, dia langsung sadar dan berterimakasih pada Defa.
"makasih ya udah bantu gue, tapi harusnya lo gak nolongin gue, mereka itu gak suka dilawan, nanti lo pasti kena masalah" Irwan pun mengkhawatirkan Defa, yang seperti nya tak mengenal kelompok itu.
"Lo tenang aja, gue gakan kenapa-napa?" Defa tak pernah takut dengan apapun selama dia merasa tak melakukan kesalahan.
"lo udah baik kan? gue pergi dulu, udah waktunya masuk lagi" Defa pun segera pergi menjauh dari Irwan, Irwan pun sama menuju kelasnya lagi.
"Lo kenal gak sama cewek itu?"
"gak tau gue, tapi anaknya cantik juga, kayaknya dia bukan fans kita" Exi ikut berkomentar.
"kita kan emang gak kenal cewek semuanya,mereka datang tanpa diundang, dan lo Sel gak pernah satupun cewek yang lo pilih, padahal mereka rela banget lo apa-apain"
"dia tadi berani banget sama lo Sel, lo mau apain tuh cewek?" Deno penasaran dengan sikap Marsel, biasanya Marsel langsung mencari cewek itu dan menaklukanya, mudah baci Marsel untuk mendapatkan wanita, karena para wanita itu datang sendiri padanya.
"Çabut yu" mereka heran dengan sikap Marsel, tapi tetap mengikuti kemana Marsel pergi.
Defa yang sudah sampe kalas disambut Fira di bangkunya.
"lo tadi kemana sih, gue cari-cari gak ketemu, gue bete tau makan sendirian" Fira adalah temanya satu kelas Defa yang lumayan dekat, kadang Defa ke kantin makan bersamanya, tapi karena Defa hobinya membaca di perpus jadi mereka jarang bareng, walaupun berbeda kesukaan tapi mereka tetap bersama.
"gue tadi ke perpus, biasalah lo kan tau hobi gue, males gue kalo banyak orang, mending gue sendiri ajalah di perpus lebih tenang"
"ya..ya..ok..bu perpus, lo emang kutu buku tapi gak apa-apa gue kan bisa nyontek sama lo hihi"
__ADS_1
"mikir dong" Defa gak suka kalo temanya ini terus mengandalkanya.
"ya gak apa-apa dong gue kecipratan pinternya lo hihi" Fira tertawa sendiri, dia selalu punya alasan untuk jawaban Defa yang sedikit judes.
"lo kalo judes tambah cantik"
"ih ogah gue lo rayu-rayu"
"hihi"
"eh Fir lo tau kan gue suka ke perpus?"
"ya, lo kan sampe jarang gabung ma kita anak-anak sekelas, lo cuek banget, padahal kalo lo ke kantin lo bakal liat pemandangan indaaah banget"
"gue udah tau kantin ya..dan dari dulu tuh kantin gitu-gitu aja gak ada perubahan".
" nah..nah..salah lo..matanya lo kali-kali makan di kantin , bukanya ke kantin jajan doang langsung caw"
"eh gue cuma mau cerita sama lo, lo malah kemana-mana" Defa menggelangkan kepalanya, dan memutar bola matanya.
" eh iya he...cerita apaan?"
"tadi gue waktu lagi di perpus denger ada keributan diluar, tadinya gue cuek aja, tapi lama-lama panas juga nih kuping ya gue keluar, eeh pas gue liat ada sekelompok cowok yang lagi bully yang lainya."
"terus?"Fira mulai tertarik dengan arahan cerita Defa, dia mulai diam dan serius mendengar cerita Defa.
" ya gue heran aja ko ada grup anarkis gitu, gue ko baru liat ya, lo tau gak?"
"makanya non, lo tuh jangan ke perpus mulu, kan jadi kudet lo"
"emang lo tau siapa mereka, kalo gue liat lagi mereka kayak gitu, gue bejek mereka?"
"lo berani gitu?"
"ya beranilah"
"wah lo dalam masalah lo"
__ADS_1