
Perjalanan pun dimulai, Defa diam saja, dia tak mau banyak bicara dengan Marsel, semua rencananya kacau balau, tak ada sedikitpun waktu untuk dirinya sendiri, Marsel selalu ada tanpa diminta, dirinya bukan tak mau tapi belum siap dengan semuanya.
Marsel yang mengetahui Defa hanya pura-pura tidur tangannya tak mau diam, dia melihat ada pensil di dekat dashboard mobil, dia ambil terus dia tusuk pelan kaki Defa, awalnya Defa tak mau merespon, tapi karena Marsel yang tak berhenti usil, tangan Defa berusaha menangkapnya. Marsel tentu saja sudah persiapan dengan perlawanan Defa, Defa tak dapat menangkapnya, matanya mendelik ke Marsel dengan mulut manyun ke Marsel.
Defa membalikan mukanya ke arah jalan, membiarkan Marsel menyetir sendirian, Marsel makin usil dibuatnya, dia menyimpan makanan di atas paha Defa, Defa kaget dan segera memegangnya, makanannya ada yang mau jatuh, Defa segera menunduk, eeh dia hampir saja kejeduk untung saja tangan Marsel menghalanginya.
Marsel diam saja memegang setir dan tatapan ke depan, seolah tak terjadi apa-apa padahal mulutnya mesem-mesem.
Defa makin gereget Marsel hampir cekikikan melihat ekspresi Defa seperti itu.
Defa merendahkan jok mobil, dia ingin pindah ke jok belakang, tapi belum juga berbalik, Marsel segera mengembalikan jok ke posisi semula, Defa gendek sekali dibuatnya.
"Marseeeel......"teriak Defa yang sudah tak tahan dengan kelakuan Marsel.
" apa?" Marsel cekikikan, melihat Defa Marah, dia hampir tertawa terbahak-bahak tapi dia tahan karena kasian melihat Defa yang prustasi karena keusilan dia.
"lo tuh ya, bisa diam gak?" Defa marah sambil menaik turunkan nafasnya, dia tak mau terpancing emosi oleh Marsel.
"gue dari tadi juga dieum" jawab Marsel enteng , seolah tak terjadi apa-apa. Dia anteng saja sambil menyetir, tapi senyumannya terus mengembang. Perjalanan ini membuatnya terhibur dan bahagia.
"tangan lo itu gak dieum, gue ikeut ntar" Defa mulai terus bersuara, dia tak tahan dengan kelakuan Marsel yang sangat menyebalkan bagi nya.
"kalo lo ikeut gimana gue nyetir, ntar lo di marahin warga lo" Marsel malah menakut-nakuti Defa.
"lo itu dieum makanya" kata Defa sambil memperlihatkan wajah marah, gereget, kesal tapi tak mengeluarkan suara tinggi.
Marsel hanya menggendikan bahu nya, dia tak peduli. Defa mengambil makanan yang dia beli tadi, dia tumpahkan kekesalannya pada makanan, dia memakannya, di depan Marsel.
Defa makan sambil mengarahkan pandanganya ke jendela mobil, saat makanan yang dia ambil mau dimakan, tiba-tiba Marsel mengambil tangannya dan mengarahkan ke mulutnya, Defa kaget dengan kelakuan Marsel yang makin menjadi-jadi.
"kalo lo mau ya ambil aja, ngapain ngambil dari tangan gue" Defa memberenggut, Marsel mah senang banget dalam hatinya, ini adalah suapan pertama dari Defa untuknya walaupun agak maksa.
"mau aja gue nyobain dari tangan pacar sendiri" jawab Marsel dengan enteng tapi penuh makna.
"makan aja sendiri, belum lumpuh juga" kata Defa nyeplos.
Tiba-tiba cekiiiiit mobil di rem tanpa aba-aba, Defa yang belum siap cukup kaget dibuatnya.
"lo ya????" kata Defa sambil menunjukan jarinya ke arah Marsel.
__ADS_1
"jadi lo nyumpahin gue lumpuh gitu?" Marsel duduk menghadap Defa, tatapannya tajam dan menusuk, membuat Defa bergidik ngeri dibuatnya, Defa menelan ludahnya, Marsel mendekatkan mukanya ke arah Defa, Defa segera mendorongnya dengan sekuat tenaga, Marsel langsung sadar, niat dia hanya ingin menggoda Defa, tapi semakin dekat semakin membuatnya tak tahan, untung Defa segera menyadarkannya.
"awas ya lo macem-macem??" Ancam Defa
"emang kenapa?" jawab Marsel
"gue bilangin ma papa dan mama" Defa balik mengancam Marsel.
"wah gak bener kalo camer gue dibawa- bawa, bisa gak lulus gue jadi mantunya" gumam Marsel
"gue cuma semacam aja ko plis" kata Marsel sambil mengacungkan 2 jarinya.
Perjalanan pun dilanjutkan, Marsel dan Defa pun sama-sama diam.
Beberapa menit kemudian..
Marsel bosen di jalan, Defa mah asyik makan tahu yang tadi dia beli, apalagi tahunya masih hangat, Defa makan dengan lahapnya, dia tak peduli dengan Marsel yang dari tadi melirik nya berkali-kali.
"Defa..." Marsel mulai memberanikan diri lagi.
"heum..." jawab Defa.
"ya ambil aja kalo mau" Defa mah santai aja, gak terpengaruh sama Marsel yang caper terus.
"ambilin dong, masa sama pacar sendiri gitu" Marsel mulai merasa ada angin baik padanya. Defa yang tak mau debat, langsung saja memberi nya, dia ingin cepat sampai agar terbebas dari Marsel.
"Fa gimana menurut mu hubungan kita ini" Marsel mulai mode on nya, dia ingin tau sudah adakah hati Defa untuknya.
"gak gimana-gimana, biasa aja" jawab Defa santai.
"gitu amat" Marsel cemberut, ternyata usaha nya belum membuahkan hasil, padahal sudah satu minggu dia berusaha meluangkan waktunya untuk Defa.
"Defa...yakin lo belum ada rasa?" Marsel ingin meyakinkan diri.
"belum" kata Defa polos.
"ayoo dong Fa, Buka hati mu untuk gue" Marsel memohon pada Defa.
"Sel kita ini baru SMA kenapa sih kamu lebay banget, nikmatin dulu status kita, nanti kalo udah sesuai ktp baru kita fikirkan" ungkap Defa.
__ADS_1
"umur gue udah sesuai, berarti gue boleh dong?" kata Marsel sambil senyum.
"tapi kan gue belum, jadi santai aja" Defa malah menikmati keresahan Marsel, Marsel pun segera menghitung.
"lo lahir bulan apa?"
"gak tau" kata Defa cuek.
"awas ya gue pasti tau, hanya beberapa menit" Marsel dengan penuh percaya diri mulai mencari tau mengenai Defa.
"ah...dapet..lima bulan lagi lo ultah, jd lo jangan kemana-mana, lo pastikan nanti hanya gue yang lo pilih" kata Marsel senang.
"gak tau gue gak mau janji, suka-suka dong gue milih siapa?kenapa lo yang sewot" Defa gak mau diatur sama Marsel, dia tak bisa memaksakan diri menyukai seseorang, bagi nya cinta itu dari hati bukan rekayasa.
"kalo gitu ijinin gue selalu ada untuk lo" kata Marsel meminta ijin.
"terserah lo aja, cuma gue gak janjiin milih lo ok"
Defa akhirnya memberikan kesempatan untuk Marsel membuat sula padanya."
Marsel begitu bahagia, dia berjanji dalam hatinya untuk mendapatkan Defa menjadi miliknya.
Defa sebenarnya mulai merasa nyaman, tapi dia mau mengenal dulu, tak mau terburu-buru, dia ingin seperti orang tuanya yang akur sampai tua.
Perjalanan hampir sampai, Marsel mengantar kan Defa kerumahnya, sudah banyak yang mengenalnya pula sedari waktu dulu mengantar Defa.
"Assalamualaikum.. mah" kata Defa sambil masuk ke rumah dan memeluk ibunya.
"anak mama udah pulang"
"udah mah alhamdulilah"
"pa supir kenapa kamu suruh nebeng, malah berduaan di mobil"
" gak ko mah, Defa gak ngapa-ngapain"
"gak baik ya, apalagi kalian masih sekolah"
" iya mah"
__ADS_1
"waalaikumsalam sayang"