Cinta Difia

Cinta Difia
Pulang bareng


__ADS_3

Defa diam tak mengerti, dia merasa tak malakukan apa-apa tapi melihat Marsel sepertinya marah.


"kenapa dengan dia ya?" Defa bergumam dalam hatinya, dia hanya mengendikan bahu. "biarin ajalah, lagi ada masalah kali" Defa belum ngerti dengan perasan Marsel, di masuk ke dalam rumah dan menyiapkan bawaanya untuk pulang nanti malam.


Defa segera menyiapkan semuanya, mobil yang menjemputnya juga sudah datang beberapa menit yang lalu, tapi dia masih betah disana, belum mau pulang, apalagi rencana nya malah diganggu Marsel.


Defa rebahan sambil baca buku tidak lupa tahu yang tadi dia beli jadi cemilanya.


Tahu yang dia makan rasanya lebih enak dari yang biasanya, Defa jadi ingin ke tempat yang tadi lagi, sayang banget fikirnya kalo gak bawa ke rumah, buat ngemil di jalan juga enak.


"ke depan dulu ah beli tahu, lagian supirnya udah disini ini, jadi kalo mau pulang tinggal cus aja, atau sama pak supir aja ya dianterin, biar gak panas di jalan" Defa mencoba berfikir.."biar supir ajalah yang beliin, deket ini" kata Defa dalam hati.


"Pak sini pak" panggil Defa pada supir.


"iya neng ada apa?" Supir langsung menghadap ke Defa.


"pak tau kan tempat jualan tahu yang di tempat wiskul depan?" Defa menanyakan dulu ke supir.


"yang mana neng, kan banyak" pak supir merasa bingung mau tahu yang mana, karena penjual tahu cukup banyak di daerah itu.


"itu pak tahu " jo" Defa menjelaskan.


"em kurang tau ya neng" Supir ternyata tidak tau mungkin karena sudah lama tidak maen di Sumedang.


"yaaa si bapak, yaudah dari pada lama saya aja yang kesana" Defa mau gak mau pergi sendiri daripada nyuruh supir malah lama karena nyari dulu.


Defa segera mengeluarkan motornya, dia tak ingin salah pilih tahu yang di inginkan.


Ditengah jalan Defa berpapasan dengan Marsel, Defa tak melihatnya karena buru-buru, sedangkan Marsel langsung membuntutinya.


Defa sampai ke tujuan, dia turun dari motor dan langsung ke tujuannya yaitu beli tahu, karena dirasa enak, Defa memesan tiga karanjang, ternyata tahunya sebagian harus menunggu dulu dipenggorengan, Defa pun duduk dulu sambil menunggu nya.


Marsel terus memperhatikannya, dia sebenarnya ingin langsung menemui Defa, tapi dia juga penasaran apak aja yang dilakukan Defa kalo jalan sendirian.


Defa melihat hp nya, setelah itu melihat jam tangan yang dia pakai, tak lama dia melirik tempat penjual tahu.


Menit pun berlalu, terlihat tahu panas langsung dibungkus di keranjang, Defa senang sekali melihatnya, dia mencoba mengambil salah satu tapi sayang sekali keranjangnha sudah pake tali sama penjualnya.

__ADS_1


" yaudah lah masih panas ini, ntar di mobil aja di buka aja" kata Defa bergumam. Defa segera menuju motornya yang terparkir, tak jauh dari tempat itu, dia menggantungkan tahunya di depan, dan bersiap-siap akan pulang.


"hai...dari depan ada yang menghadangnya, ckiiit ban motor berdecit kala motor di rem mendadak oleh si empunya motor. Marsel yang melihat hampir saja ber lari ke arah Defa, tapi saat orang yang menghadang Defa malah tertawa Marsel langsung menahan dirinya, dia ingin tau siapa orang itu.


" kurang aja banget lo bahaya tau" Defa kesal pada orang itu, yang membahayakan diri sendiri demi mengganggunya.


" hehe...lo apa kabar, susah banget hubungin lo? kata orang tersebut, Defa hanya menatapnya dia kesal padanya.


"au ah, lo nekat banget sih" Defa maih kesal, namun sepertinya meraka sudah lama kenal.


"Def lo mau kenana lagi?" Kata orang kitu, .


"minggir sana, gue mau jalan" Dwfa dengan tam sabar pergi dari situ. Marsel segera menyusul nya, dia tak ingin ketinggala n sama Defa .


Defa pun sampai disana, sudah ada mobil hitam menunggu Defa di rumahnya.


"nih mang bawa in ke dalam" kata Defa sambil menyerahkan keranjang tahu pad supir tersebut.


"Bi..." Defa setengah berteriak, dia telah memasukan semua barang yang dia perlukan dalam mobil. Datanglah Bi Isah menghampiri nya dari dalam.


"Bi..Defa pulang dulu ya" kata Defa sambil memeluknya


"hati-hati ya Bi, nanti kalo papa mama kesini bibi ikut aja" Kata Defa menghibur.


"ntar mama neng marahin bibi atuh kalo init mah" lata bibi tetap dengan ekspresi sedihnya.


"he..udah ah jangan melow gitu, berangkat ya" Defa segera masuk mobil, dia dadah-dadah sama bi Isah.


Marsel yang melihat dari jauh merasa nyesal, tadi dia sempat ngambek, jadi malu kalo mau ketemu lagi, padahal dia sangat ingin berdua dalam mobil itu.


"neng bawa banyak banget itu, buat apa?"


"buat dimakan lah pak, saya suka ngemil orangnya" kata Defa menjelaskan.


"nih buat bapak tahunya, saya beli banyak lo, enak banget"


Mobil Marsel berusaha menggapai mobil yang ditumpangin Defa, dia tak perduli malu lagi, inilah kesempatan langka bisa sama Defa lagi, ntar di sekolah Defa pasti sibuk banget, Marsel juga punya banyak fans wanita, kalo ketauan dekat bisa bahaya.

__ADS_1


"not...not.." klakson sengaja di bunyikan Marsel supaya mobil Defa berhenti, sang supir yang mengetahui maksud dari supir lain pun ijin kepada Defa.


"neng mobil di belakang kayaknya nyuruh berhenti deh neng, gimana menurut neng berhenti apa lanjut?"


"lanjut aja pak". Kata Defa acuh, tanpa mau menoleh ke mobil yang belakang.


" tapi neng itu mobil nya ngikutin kita terus, gimana neng?"


"siapa sih pak, emang kenal ya?"


"coba turun neng, siapa tau neng kenal"


Defa pun turun dari mobil, mobil yang mengikutinya juga berhenti. Keluarlah orang yang sudah Defa kenal itu.


"he..." Marsel malah tersenyum sambil mesem-mesem.


"Marsel ngapain kamu ngikutin terus?"


"kan udah dibilang tunggu aja" Marsel gemas pada Defa yang suka semuanya sendiri.


"ih suka-suka dong, lagian mau ngapain nunggu kamu?" Defa menjawab dengan santai tanpa beban.


"kita pulang bareng" Marsel dengan tegas menjawabnya.


"eh gue dah bawa mobil, lo juga bawa mobil, ya konvoi aja" Defa memberikan idenya.


"gak, kita barengan satu mobil" Kata Marsel kekeh.


"gak mau, sono ah " Defa masuk lagi ke mobilnya.


Marsel pun tak mau kalah dia langsung masuk mengikuti Defa. Defa yang melihat Marsel masuk terkejut dengan kenekatan Marsel.


"ih lo tuh ya gak bisa dibilangin, sana di mobil sendiri aja, liat nih penuh mobil nya" Defa mendorng Marsel keluar, tapi badan Marsel tak tergoyahkan sedikitpun. Defa pun kesal, dia keluar mobil dan duduk disamping supir.


Marsel tak mau kalah, diapun masuk ke tempat supir, supirnya disuruh keluar.


"dasar anak muda kalo berantem kayak gitu" dalam hati pak supir bergumam.

__ADS_1


Defa pun mengalah, dia membiarkan semuanya


__ADS_2