Cinta Difia

Cinta Difia
penasaran


__ADS_3

Jimin pun segera mengeluarkan peralatan sekolahnya, pak guru pun memulai pelajarannya, para siswa mengikuti pelajaran dengan begitu antusias karena pak guru ini memberikan pelajaran dengan metode yang bagus, tidak monoton dan disukai oleh anak-anak beranjak dewasa.


Defa anteng dengan pelajaranya begitupun Jimin, dia tidak mau terlalu ikut campur urusan orang lain.


Istirahatpun tiba, para siswa berhamburan keluar kelas, banyak diantara mereka menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan.


Fira melihat Defa dan Jimin, dia sudah biasa dengan Defa yang jarang ke kantin, karena Defa membawa bekal sendiri dan sering ke perpus, Fira melirik Jimin yang masih duduk.


"Defa lo mau ke kantin gak?" tanya Fira sebelum bertanya pada Jimin.


" gak ah gue udah bawa, kalo lo mau bisa makan bareng bekal gue" jawab Defa enteng, dia memang tak terlalu memikirkan masalah makanan.


"yaudah gue mau kesana dulu pengen bakso, lo Jimin mau ke kantin gak bareng gue, lo kan anak baru biar lo tau kantin sebelah mana?" tanya Fira pada Jimin yang sepertinya belum menentukan pilihan.


"heum gimana ya, nitip aja gak apa kan? kayaknya mau nikmatin kelas baru" jawab Jimin yang membuat Fira memberenggut, tapi dia kembali ceria saat Jimin memintanya untuk membelikanya makanan.

__ADS_1


"emang kamu suka apa masakan Indonesia" tanya Fira pada Jimin.


"eum..apa aja boleh, gue penyuka semua makanan ko" jawab Jimin mengikuti gaya Fira berbicara. Fira pun senang bukan main merasa diperhatikan.


"yaudah gue keluar dulu ya bentar, jangan kemana-mana kita makan bareng aja dikelas ok" kata Fira.


"ya" jawab Jimin sambil memperlihatkan senyumnya pada Fira yang langsung terlihat bahagia.


"duh..semoga ini jodoh gue ya tuhan" gumam Fira dalam hatinya.


Sementara Fira dan Jimin tanya jawab, Defa mengambil bekalnya dan keluar kelas.


"jangan diambil hati, dia emang gitu, tapi aslinya baik ko" kata Fira pada Jimin yang melihat kepergian Fira.


" oh" kata Jimin.

__ADS_1


"gue duluan ya, lo kalo mau ikut hayu, kantin kita ok lo, makanannya juga enak-enak" ajak Fira lagi.


Jimin hanya diam saja tak menanggapi ajakan Fira. Fira pun segera meninggalkan Jimin sendirian di kelas.


Melihat Fira berjalan pergi, Jimin penasaran dengan Defa, dia mencari Defa ke tempat yang dia juga belum tau, tapi mengikuti kakinya saja melangkah.


Jimin melihat-lihat ke belakang sekolah, ternyata ada taman yang asri, tak terlalu banyak orang disana, karena memang jauh dari kantin, hanya para siswa yang sudah bawa bekal, atau sedang belajar saja disana.


Jimin memperhatikan sekelilingnya, dia melihat kolam kecil di dalamnya penuh dengan ikan warna-warni, membuat suasana adeum, ada juga kursi-kursi yang hanya untuk beberapa orang saja.


Jimin melangkahkan kakinya sambil menikmati suasana. Tanpa sengaja dia melihat Defa sedang duduk dan menikmati roti selai yang dia bawa dalam tempat makan..Defa anteng dan tidak memperhatikan sekeliling, dia fokus dengan buku yang dia baca.


Jimin memperhatikan Defa, dia melangkahkan kakinya menuju Defa.


Dia masih tak menyadari kehadiran orang lain, dia sangat fokus pada bacaannya.

__ADS_1


"ehem.." Jimin berdehem, dia memberikan kode pada Defa bahwa dirinya ada disana.


Defa hanya meliriknya sebentar dan kembali ke bacaanya.


__ADS_2