Cinta Difia

Cinta Difia
Maling


__ADS_3

Marsel masih betah melihat Defa tidur di atas buku, mungkin karena suasananya nyaman dan adeum ditambah kehangatan api unggun membuat Defa tidur lelap sekali, Marsel gemas sekali melihatnya, dia betah berlama-lama disana.


Marsel melihat Defa membalikan mukanya ke kiri, rambutnya menjuntai menghalangi muka Defa, Marsel dengan gugup dan hati-hati menyingkirkan rambut itu ke telinga Defa. Defa tak terusik sedikit pun, dia benar-benar tidur sangat lelap.


Cuaca benar-benar mendukung mereka, bintang-bintang di atas langit bertebaran sangat banyak, membuat malam itu begitu indah untuk dilewatkan begitu saja.


Marsel melihat jam tangan, ternyata waktu sudah mulai beranjak malam hari, dia belum makan apapun, tapi dia tahan hanya karena fikiranya teringat Defa terus, sekarang setelah melihat Defa rasanya tak ingin pergi, betah melihat orang yang dia rindukan tidur nyaman di bawah tenda.


Dari dalam rumah terdengar seseorang mulai mendekat, Marsel kaget, dia segera mencari tempat untuk ngumpet, orang itu mendekat sambil geleng-geleng kepala melihat Defa yang tertidur pulas.


"euleuh si neng tidur mani pules kitu, teu tiris kitu, eta buku malah di jadiin bantalnya" kata urang itu sambil membereskan semua peralatan yang Defa pakai.


"neng..neng..bangun neng, jangan tidur diluar" kata bi Isah sambil menggoyangkan tubuh Defa.


"emh...ngantuk bi"


"ya pindah atuh, banyak nyamuk diluar mah, yuk masuk" Bi Isah mengajak Defa masuk rumah, dia terus menepuk-nepuk badan Defa sedikit.


"neng ayo dong masuk ih" Bi Isah malah bingung harus gimana, soalnya Defa malah pulas lagi.


"hadeuh si neng" Marsel yang diam di tempat gelap udah gak betah, badanya kena nyamuk, dia mulai manggaruk-garuk dan gak diam, saking gak diam nya sampai terdengar sama bi Isah.


"hai siapa itu" Bi Isah mencari sumber suara, dia berjaga-jaga jikalau ada bahaya. Bi Isah mengambil sapu lidi yang biasa ada di sana, mendekati sumber suara, Marsel mencari tempat gelap untuk bersembunyi namun naas bagi Marsel dia malah menabrak tong sampah alhasil terdengar jelas oleh bi Isah dan juga Defa yang kaget dengan suara itu.


Defa dan Bi Isah buru-buru mendekati tempat itu, marsel sempat lari tapi terlihat oleh Bi Isah, bi langsung teriak "maling...maling.." Defa juga kaget dengan teriakan Bi Isah, tapi sepintas Defa merasa kenal dengan orang itu.


"bi kemana dia larinya?" Defa berusaha mencari orang yang dia anggap kenal.

__ADS_1


"kayaknya kesana neng," kata Bi Isah sambil menunjukan tempat yang gelap karena terhalang pohon di belakang villa.


Defa mencoba mencari sendiri orang itu, dia penasaran dengan sosok yang seperti orang yang dikenalnya.


"neng jangan jauh-jauh atuh, takutnya dia jahatin eneng," kata bi Isah dengan cemas, dia khawatir, apalagi di villa itu hanya ada mereka ber dua.


"tenang aja bi, gak apa-apa ko"


"biarin sama bibi aja" Defa tak mendengarkan ucapan Bi Isah,dia sangat penasaran, Defa mencoba mengamati sekitar, dia melihat ada pohon yang daunya bergerak, dia mengendap-ngendap.


Marsel yang sedang sembunyi berusaha diam, tapi kenyataan tak semudah itu, banyak nyamuk membuatnya manggaruk-garuk dari kaki juga ada semut-semut yang terinjak membuat kakinya gatal.


Marsel terus bergerak hingga akhirnya" Duaaaarr" Defa kaget begitupun Marsel, tapi tak lama kemudian Marsel tersenyum, dia bahagia bisa melihat Defa dari dekat.


"Marsel?? ngapain kamu di sini?" Defa melotot tak percaya dengan kelakuan Marsel yang tak pernah berhenti mengganggunya.


"gimana neng ketemu orang nya gak?" Bi Isah seolah penasaran dengan orang yang ditangkap Defa.


"udah bi gak apa-apa ko, ini temen saya, dia orangnya iseng emang" Bi Isah mencoba melihat orang yang dibilang Defa.


"wah...neng cowoknya mabi ganteng pisan, kalo kayak ginimah bawa aja ke dalam neng" Bi Isah terpesona dengan ke gantengan Marsel.


"gak usah bi gak baik, ntar malah diobrolin tetangga lagi" Defa tak setuju dengan ide Bi Isah.


"lo pulang aja gih, gak enak gue ada cowok malam-malam di sini" Defa mengusir Marsel, dia tak mau kalo nanti ada fitnahan dari tetangganya..


"iya mau...kenapa gak bilang kalo mau kesini?" Marsel merajuk, dia agak kecewa pada Defa karena tidak bilang apa-apa padanya, padahal sudah banyak rencana dia susun untuk malam ini.

__ADS_1


"gak nanya kan? pulang sana,lagian ini udah malam, lo pasti cape juga kan habis kerja tadi" Defa menyuruh pergi lagi, tapi hal tersebut justru membuat hati Marsel menghangat mendengar Defa memperhatikanya, padahal Defa hanya membuat alasan saja.


"yaudah atuh neng di sini aja, kan ada bibi juga" Bi Isah melerai keduanya.


"gak ko bi, biar saya pulang aja, dekat ko besok subuh saya kesini lagi?" mendengar itu Defa membelalakan matanya, percuma dong dia jauh-jauh kalo akhirnya ada Marsel di sisinya.


"mau ngapain sih?" Defa jadi kesal sendiri.


"penasaran ya he..masa gak ingat kita kan harus merayakan satu minggu pacaran" Defa menarik nafas dalam-dalam, dia tak habis fikir dengan Marsel yang selalu ada saja ide untuk membuatnya merasa aneh. Jadi pacarnya aja aneh, ini malah ada perayaan.


"kenapa harus dirayain segala, biasa adalah santai aja" Defa membuat alasan lagi.


"gak bisa dong, kita harus merayakanya" Defa hampir marah karena Marsel masih betah menggodanya.


"pulang gak?" Defa marah


"iya..iya pacar pulang" Marsel segera pergi sambil tersenyum bahagia, tak sia-sia dia memaksakan diri kesana kalo bahagia seperti itu.


Marsel pun pulang dengan hati bahagia, dia menuju hotel terdekat dari sana, dengan tujuan besok pagi sudah ada disana lagi, karena dia ingin bersama Defa seharian, Marsel sudah membayangkan dirinya jalan-jalan, makan-makan dan menggoda Defa adalah kegemaranya.


Defa sehabis Marsel pergi dia langsung tidur kembali, ingin melupakan kejadian barusan yang membuatnya pusing karena tak bisa menghindari dari Marsel.


Defa memejamkan matanya, tapi ada sepintas bayangan kejadian barusan membuatnya tersenyum, tao dia langsung geleng-geleng kepala dibuatnya. Dia ingin fokus sekolah dan mencapai cita-citanya.


Tiba d tempat tujuan Marsel pun segera membersihkan badanya, dia juga mencari makanan untuk mengganjal perutnya yang tadi tak mendapatkan apapun.


Setelah dikira cukup Marselpun kembali. Marsel membayangkan wajah Defa yang kaget dan kesal karena nya, diapun tersenyum setelah itu lama kelamaan dia tertidur dengan pulasnya.

__ADS_1


__ADS_2