
Waktu berjalan terasa begitu lama, menit demi menit berjalan begitu lambat, tiap menit Marsel melihat jam tangan di pergelangan tangannya, dia begitu tak sabar menunggu pelajaran berakhir.
Seolah guru yang memberi pelajaran sengaja menambah waktunya, Marsel sudah berkali-kali membuang nafas dari mulut nya.
"Fin lo pernah liat orang bucin gak?" kata Tian pada Fino yang sedang memperhatikan guru mereka.
"gak tau gue, kenapa gitu?" Fino menjawab sekenanya saja.
"tuh liat, dari tadi Marsel liat jam tangan terus, kalo gue jadi pancarnya, gue cemburu da dari tadi diliatin terus sampai ratusan kali" kata Tian sambil menunjukan Marsel dengan matanya.
Tian pun langsung melihat Marsel, diapun malah memperhatikan Marsel dan geleng-geleng kepala melihat kelakuannya.
"Kayaknya gue jadi takut jatuh cinta" gumam Fino.
"ah bohong lo, belum dapet aja yang bikin lo kelepek-kelepek"
"serem gue liatnya kayak gitu amat" kata Fino lagi.
Mereka pun melanjutkan pejaran mereka sampai waktunya pulang pun tiba.
Marsel yang mendengar bel berbunyi begitu antusias, dia segera keluar dari kelasnya paling awal, Fino dan Tian menyusul Marsel.
"sel lo mau kemana?"Fino bertanya pada Marsel yang terlihat terburu-buru.
" em..ke rumah sakit kayaknya" jawab Marsel ragu-ragu.
"lo tuh kalo belum tau mau kemana, lo telpon dulu orangnya" kata Fino mengingatkannya.
"oh iya gue lupa" jawab Marsel sambil langsung menelpon Defa.
Fino menepuk jidatnya, Tian geleng-geleng kepala.
"Fin...emang jatuh cinta bikin orang bodoh ya?" kata Fino.
"kayaknya iya, temen kita se perfec gitu aja jadi bodoh karena cinta" jawab Tian sambil ngangguk-ngangguk.
"gimana sel udah tau lo mau kemana?" tanya Fino pada Marsel yang terlihat mengakhiri telponya.
"gue mau ke rumahnya, dia udah pulang tadi katanya" jawab Marsel sambil memasuki mobil yang sudah nongkrong di depanya.
__ADS_1
"lo emang gak ke perusahaan?" tanya Fino lagi.
"entar gue jenguk Deda dulu" jawab Marsel.
Marsel pun pergi meninggalkan Fino dan Tian, mereka hanya mengangkat bahu mereka dan pulang ke tempat masing-masing.
Defa yang sudah di rumah sedang asyik membaca buku, di hadapannya sudah terhidang buah segar yang sudah dipotong-potong oleh mama Defa.
Defa duduk di taman belakang rumah, ada bunga- bunga cantik warna warni dan kolam ikan yang tak terlalu besar disana, ada ikan yang cantik-cantik sedang makan pakan yang Defa tabur tadi, Difia juga menanam jeruk madu di pot, dan anggur yang sudah banyak buahnya bergelantungan disana.
Sungguh pemandangan yang menenangkan hati.
Defa menjulurkan kakinya ke depan, tangannya mencomot buah-buah yang ada dihadapanya.
Datanglah Difia menghampirinya
"nak ada yang datang katanya mau ketemu menjenguk" kata Difia sambil tersenyum usil.
"ih mama, iya masuk aja" kata Defa malu.
"yaudah mama panggil ke sini aja ya" kata Difia.
"Defa gimana keadaanya?" tanya Marsel sambil langsung duduk bersimpuh dekat Defa.
"alhamdulillah, gue baik-baik aja ko seperti kelihatannya, lo bangun atuh, gak enak gue liatnya" jawab Defa sambil menunjukan kursi yang ada di sebelahnya.
"syukurlah, gue khawatir aja sama lo" kata Marsel lagi sambil melihat Defa yang sedang membaca bukunya.
Tak lama Defa tersadar, dia menawari Marsel makanan dan akan ke dapur menyiapkan minuman untuk Marsel.
"lo mau minum apa? sebentar gue ambilin dulu" kata Defa.
"gak usah, lo istirahat aja" jawab Marsel.
"gue udah istirahat dari tadi malah" jawab Defa.
"udah duduk ajaran, biar gue ambil sendiri" Defa yang sudah bangun duduk kembali melihat Marsel yang posesif tak bisa dibantah.
Marsel pun pergi ke dapur mencari Difia, untungnya Difia sedang masak disana.
__ADS_1
"Maaf bu air minum nya dimana?"
"air minum untuk siapa nak?" tanya Difia heran melihat Marsel datang ke dapur.
"tadi Defa ingin ke sini ngambil minum, saya larang aja karena kan masih sakit" jawab Marsel.
"Difia heran, karena air minum Defa soalnya udah dia siapkan di deketnya. Tapi Difia tak mau terlalu banyak tanya, dia hanya mengikuti kemauan Marsel.
" itu nak, ambil aja" kata Difia sambil menunjukan tempat air minum yang ada di rumahnya.
Marsel segera mengambil nya, setelah itu dia langsung kembali pada Defa.
"ini minum nya udah ada tuan putri" kata Marsel sambil tersenyum ala-ala drama.
Difia yang mengikuti dari jauh melihat pemandangan itu, dia mesem- mesem sendiri dengan kelakuan anaknya.
"lebay lo" kata Defa pada Marsel.
"semoga cepat sembuh ya" kata Marsel sambil terlihat sendu.
"amiiin" jawab Defa.
"mau?" Defa menawarkan buah yang ada di meja nya.
"boleh" jawab Marsel, kebetulan pulang sekolah butuh yabg segar-segar setelah sehari semalam mikirin Defa terus.
Marsel melihat taman disekelilingnya, terlihat asri walaupun tak terlalu besar.
"itu anggur ya?" Tanya Marsel sambil menunjukan anggur yang ada di depanya.
"iya, kenapa gitu" jawab Defa.
"rajin banget ya, bisa tanam buah-buahan di rumah, mana cantik-cantik banget, bisa langsung makan dari pohonya"
Marsel membayangakan dirinya memetik anggur bersama Defa.
"mau? gue ambilin ya, ada ko yang udah mateng" jawab Defa sambil memilih buah yang sudah matèng.
"eh kenapa malah diambil?" Marsel kaget, dia merasa gak enak hati sama Defa. Niatnya muji untuk mencari topik obrolan.
__ADS_1
"takut nya lo bilang gak entar malah ngedumel sendiri."