Cinta Difia

Cinta Difia
Pacar gue


__ADS_3

Defa anteng dengan bukunya, dia tak menghiraukan Jimin sama sekali, Jimin juga membaca bukunya, walaupun sebenarnya dia belum terlalu paham juga dengan buku yang dia baca, tapi dia penasaran dengan Defa yang tak tertarik padanya.


Seseorang yang melihat Defa dari luar merasa gemas sekali, dia ingin melihat reaksi Defa dengan laki-laki yang mendekatinya, tapi Defa sepertinya acuh saja seperti dulu padanya.


Jimin melirik pada Defa yang kesal salah yang melihatnya di luar.


Marsel, ya dia dari tadi sebenarnya sudah mengikuti nya, gurunya tak masuk juga, nita hati ingin mengajak Defa ke luar, tapi malah melihat ada cowok yang mendekati Defa,?arsel penasaran bagaimana reaksi Defa pada cowok yang mendekatinya.


Defa diam tak berkutik, Jimin mencoba mengikuti cara Defa membaca, tapi karena pada dasarnya dia tak terlalu tertarik jadi dia hanya membolak balikan halaman saja.


Jimin melirik Defa, Defa masih acuh saja, dan Marsel menunggu dengan deg-degan reaksi Defa pada Jimin.


Pada akhirnya Jimin memperhatikan Defa, dia penasaran sekuat apakah Defa di dekatinya. Marsel kesal pada Jimin karena sudah terlalu berani pada Defa.


Beberapa menit berlalu, Jimin mulai tak sabaran, dia mulai mengganggu Defa


"Defa..."


"heum..."


Mendengar Defa men jawab, Jimin merasa berbesar hati.


"Defa kamu udah punya pacar belum" tanya Marsel.


"heum"


"kenapa jawabnya cuma heum, kan aku tanya" Jimin merasa kesal juga.


"kenapa kamu ngikutin terus, kan masih banyak siswa yang lain" jawab Defa tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca.


"kamu beda" Jimin sepontan menjawab.


"gue sama aja manusia, jadi stop ikutin gue" Defa menjawab dengan tegas.


"tapi saya maunya kenal sama kamu" Jimin tak kalah bicara dengan Defa.


Marsel yang memperhatikan sudah mengepalkan tangannya, dia rasanya tak sanggup melihat interaksi Defa dan Jimin, walaupun kenyataanya, Defa tak menghiraukan keinginan Jimin, tqpi tetapi saja membuatnya cemburu.

__ADS_1


Defa melanjutkan membacanya, dia menggeser kursinya menjauhi Jimin, Jimin pun mengikutinya.


"uh gue gak tahan ma ni anak, enak aja mau ambil pacar gue, dia kira dia ganteng apa?" gumam Marsel dalam hatinya, dia seakan tak menerima keadaan itu padahal tak ada yang aneh yang dilakukan Defa dan Jimin apalagi itu di perpustakaan.


Marsel memasuki area perpustakaan, dengan tampang cool nya dan tatapan dingin pada Defa dan Jimin dia mendekati ke arah mereka.


Jimin yang tak kenal pada Marsel santai saja, dan Defa yang merasa tak malakukan apa-apa juga cuek saja sambil membaca buku.


Marsel menarik kursi yang di duduki Jimin, dia juga segera duduk mendekati Defa. Defa hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan Marsel.


Jimin tak mau kalah, dia pindah posisi ke sebelah Defa, Marsel semakin mempererat duduknya dengan Defa, Jimin juga begitu.


Adegan tersebut terjadi hingga beberapa menit, hingga Defa merasa sempit dibuatnya.


Dengan kekuatan penuh Defa menggunakan tanganya manjauhkan Jimin dan Marsel.


"kalian tuh apa-apaan sih, engap tau, gue keluar aja" kata Defa pada keduanya, dia pun pergi meninggalkan Jimin dan Marsel.


Jimin dan Marsel saling menatap dan tak lama kemudian mereka segera bangun dan mengejar Defa.


"dia namanya Defa bukan pacar" katua Jimin sambil berlari mengejar Defa juga.


Marsel mancari keberadaan Defa, Jimin juga malakukan hal yang sama.


Defa yang dikejar sudah ada di kantin, dia begah dengan kelakuan para cowok yang mengejarnya.


"kenapa neng, mukanya kayak suntuk gitu" kata si bapak kantin pada Defa yang duduk sambil memakan makanan yang dipesannya.


Defa diam saja, dia hanya sedikit, untungnya bapak kantin tak kepo kayak tetangga (😁😁😁)


Marsel berlari mendekati Defa begitupun Jimin, mereka dengan sigap langsung duduk semeja dengan Defa.


"pak minumnya ya es teh" kata Marsel berteriak pada bapak kantin.


"saya juga mau pak" Jimin pun berteriak.


Defa jengah, dia menatap dua orang dihadapanya dengan tatapan malas.

__ADS_1


kalian berdua tuh kenapa sih, gue lagi mau sendirian.


"gak baik anak gadis sendirian" kata Marsel.


"saya kan mau kenal sama kamu, susah banget" kata Jimin.


"lo cari aja yang lain jangan pacar gue" bentak Marsel.


"namanya Defa bukan pacar" jawab Jimin dengan pede nya.


"iya dia tuh pacar gue, lo cari aja yang lain" Marsel gereget dengan anak korea dihadapanya.


"gak ah mau temenan sama Defa aja" Jimin dan Marsel berdebat hingga Defa memegang kepalanya, dia malah jadi penonton kedua pangeran ganteng dihadapanya.


Para siswa dan siswi yang memperhatikan berbisik-bisik, mereka tak berani kalo harus berhadapan dengan Marsel.


"maruk ya si Defa"


"iya ya, udah punya Marsel juga masih ngambil yang lain"


"serakah dia"


"mau kita apain tuh"


"uh so sweet pangeran gue'


" ganteng banget"


Begitulah kira-kira suara bisik-bisik mereka, adapun para cowok hanya bisa mengagumi Defa yang semakin cantik dan tak tergoda dengan para lelaki yang ada dihadapanya.


Orang-orang dikantin makin berkerumun melihat Jimin dan Marsel yang bersitegang.


pok..pok.."dramanya udah selesai ya"Defa berusaha menyadarkan mereka dan bertepuk tangan sendiri, tanpa diduga para penonton mengikuti nya, Jimin dan Marsel pun sadar dan melihat sekelliling penuh dengan orang-orang yang menonton mereka.


Defa pergi menyelinap diantara penonton. Jimin dan Marsel cuek dan pergi juga meninggalkan kantin.


"uuuh..." sorak sorai mereka yang melihat nya.

__ADS_1


__ADS_2