Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Karma?


__ADS_3

“A-aku yang buat dia jadi begini. Aku mohon … maafkan aku. Akuuu …ta-takuut Leaaa, toloong maafkan kami.” Ghea terus menangis dan meraung, memukul-mukul dadanya sambil terus memeluk kaki Lea.


“Ghe … Gheaa, ayo berdiri jangan begini. Kamu buat Lea jadi semakin takut.” Nina mendekati Ghea dan mengangkat tubuhnya agar berdiri.


“Leaa, maafkan akuuu.” Ghea terus menangis memohon dan menarik tubuh Lea, yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Raymond.


Perasaan bersalah dan berdosa kembali keluar, saat melihat kehadiran mantan istri dari calon suaminya di rumah sakit.


Ia merasa jika kejadian naas yang menimpa Erik, adalah karma yang harus mereka tanggung karena telah menyakiti Lea dan Maura.


Sedangkan Lea sendiri masih tidak mau melihat Ghea bukan karena ia marah atau benci, tapi karena ia takut dan belum siap untuk menerima kabar yang buruk tentang keadaan Erik.


Baju kebaya putih yang dikenakan oleh Ghea, hampir merah seluruhnya penuh dengan darah. Begitu juga dengan telapak tangan Ghea, yang tadi memegang kaki dan tangannya. Bau anyir darah begitu menusuk hidungnya, tidak perlu dijelaskan ia tahu darah siapa yang melekat di sana.


“Ghea, sebaiknya kamu duduk dan tenangin diri dulu. Lea dan Raymond juga baru datang, kita sama-sama tunggu hasil dari dokter,” saran Lukman bijak.


“Bagaimana keadaannya?’ tanya Raymond.


“Masih belum tau. Kami sampai sini, Erik sudah masuk dalam ruangan.”


“Gimana kejadiannya?” Lea melepaskan diri dari rengkuhan Raymond, lalu beralih menghadap ke arah Lukman.


“Erik kecelakaan saat mereka fitting baju pengantin. Ia ditabrak mobil saat akan menyeberang. Bagian tubuh sisi kanannya yang agak parah,” jelas Lukman pelan.

__ADS_1


“Lalu??” kejar Lea tidak sabar.


“Aku juga kurang tau Lea, sejak tadi kami masih menunggu perkembangan informasi dari dokter untuk organ dalamnya karena … Erik mengalami pendarahan terus menerus.” Tubuh Lea melemah mendengar penjelasan dari Lukman.


“Aku mau lihat,” ucap Lea, ia melangkah maju ke arah pintu yang membatasi ruang tindakan. Namun langkahnya terhenti oleh Lukman, yang berdiri menghalangi pintu masuk.


“Belum bisa dilihat, belum ada yang boleh diijinkan masuk sejak Erik di dalam,” larang Lukman.


“Kamu ga dampingi Kak Erik, Ghea?!” seru Lea pada Ghea yang menatapnya lemah. Ghea hanya menggeleng pelan.


“Kasihan Kak Erik sendirian di dalam, mungkin dia lagi kesakitan. Kenapa kalian ga ada yang mau temanin dia??” Lea mulai histeris.


“Bukan ga mau Lea, tapi ga boleh,” terang Nina. Lea kembali berbalik ingin menerobos pintu yang dihalangi oleh Lukman, tapi langkahnya kembali terhalang. Kali ini tangan Raymond yang menariknya.


“LEA!, Erik bukan tanggung jawabmu lagi. Ada Ghea di sini. Tolong hargai perasaanku dan Ghea,” ucap Raymond lirih. Tangannya menangkup kedua pipi istrinya, memaksanya untuk saling menatap lurus.


Ia tahu bukan maksud Lea untuk lebih memperhatikan mantan suaminya, tapi saat ini istrinya itu sedang dilanda kepanikan.


Erik lebih dari sekedar mantan suami, tapi juga sahabat dan kakak bagi Lea. Terlebih Maura lebih dekat dan sayang pada Erik ketimbang dirinya dan Beni, ayah kandungnya.


Malam ini Raymond dipaksa harus bersikap dan berpikir secara dewasa, jangan sampai menuruti emosinya sehingga membuat keadaan semakin lebih kacau.


“Erik bukan pria lemah, kalian harus yakin dia mampu lewati malam ini dengan baik. Terutama kamu Ghea, kamu harus yakin Erik akan kembali pulih karena sebentar lagi kalian akan segera menikah.”

__ADS_1


Ucapan Raymond itu semakin menambah rasa pilu di hati Ghea. Ia menyesal mengabaikan pesan dari Mba Sri, apakah itu benar atau hanya mitos ia juga tidak mengerti tapi semua sudah terlanjur terjadi padanya.


“Ghe … Gheaa,” seruan dari wanita paruh baya yang berjalan cepat menghampiri mereka, membuat semua menoleh ke arah asal suara itu datang.


“Maaa ….” Bagai anak kecil Ghea menyongsong wanita berpakaian rapi itu dan memeluknya, dari arah belakang wanita itu seorang Bapak berjalan tegap dengan tatapan dingin.


...❤❤...


Teman-teman komen tidak saya balas bukan berarti ga saya baca ya, komen teman-teman menghibur banget 🙏😊


follow ig : ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕

__ADS_1


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


__ADS_2