Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Bonchap : Pesta bujang Lukman


__ADS_3

"Menikah?" Alis mata Raymond terangkat sempurna, "Kamu sudah pikir matang-matang, Nin?" Raymond melirik Nina yang terlihat tenang duduk di samping Lukman.


"Jelas dong" sahut Nina santai.


"Ray, kami datang kemari mau konsultasi untuk acara pernikahan, bukan konsultasi memilih pasangan," protes Lukman.


"Loh, penting itu. Semua berhubungan, aku males kalo terima klient yang awalnya semangat menjelang hari H, sudah siap semuanya mendadak acara dibatalkan, karena gagal menikah. Ada yang masalah keluarga, ga cocok bertengkar terus selama persiapan acara nikah, dan yang paling sering nih tau-tau ada cewek ngelabrak ngaku dihamili mempelai pria," papar Raymond.


"Itu kan mereka, kamu sendiri tau aku dan Nina orangnya gimana."


"Justru karena aku tahu kamu bentukannya gimana, Nina aku suruh pikir dua kali kalo mau jadi istrimu."


"Tenang aja, Pak Ray saya sudah sangat yakin menerima Lukman jadi suami saya."


"Baiklah, semoga kamu ga nyesel aja," ujar Raymond seraya membuka laptopnya, "Kalian mau pilih konsep yang mana?" lanjut Raymond. Ia memutar laptopnya ke arah Nina dan Lukman.


"Aku kurang paham, Ray kupasrahkan kamu ajalah," ujar Lukman nyerah setelah beberapa saat membaca keterangan di layar laptop milik Raymond.


"Tuh, Nin. Salah satu kekurangan calon suamimu. Malas berpikir."


"Nin, aku punya banyak kenalan event organizer yang top. Gimana kalo kita kesana aja. Kita kesini kan karena kasihan aja sama kantor ini, sepi!" ejek Lukman. Nina hanya diam dan tersenyum simpul melihat kedua sahabat yang selalu tidak mau kalah jika berbicara.

__ADS_1


"Waah, gitu aja marah. Ya udah aku bantu pilihkan yang terbaik untuk kalian. Siapin aja dananya ya." Raymond tersenyum penuh arti.


...❤...


Raymond tersenyum lebar saat dua wajah sahabatnya muncul di layar ponsel miliknya.


"Hooaam, ada apa, Ray? jangan bilang ada kerjaan tambahan, ini sudah mau midnight," keluh Gilang dengan mata memerah. Ingin rasanya mengabaikan panggilan video dari bosnya itu, tapi resiko berikutnya harus berani ia tanggung.


"Ada apa sih kayak ibu-ibu arisan video call segala," gerutu Lukman yang masih di depan meja kerjanya.


"Mau kasih hadiah buat yang mau lepas masa lajang," sahut Raymond masih dengan tersenyum lebar.


"Pesta bujang." Senyum Raymond merekah.


"Pesta apaan, paling minta ditraktir," sahut Lukman tak acuh lalu kembali fokus dengan berkas di tangannya.


"Aku sudah siapkan barisan model dan SPG ku untuk meramaikan pesta bujangmu." Suara Raymond berbisik.


"Model? SPG?" Gilang yang sempat tertidur saat video call berlangsung kembali semangat mendengar topik yang sedang dibicarakan.


"Ga ah, cari penyakit," sahut Lukman setelah berpikir sebentar.

__ADS_1


"Ga ngapa-ngapain, Man. Cuman nyanyi doang di tempat karaoke keluarga. Kamu tau sendiri aku sudah tergabung dalam barisan suami-suami sayang istri."


"Sebelum kamu terikat seumur hidup ga bisa sembarangan lirik, aku hadiahkan yang spesial untuk kamu. Semalam doang." Raymond berusaha meyakinkan Lukman yang masih nampak ragu.


"Bener, Man, si Ray kan sudah pengalaman dia tau betul kehidupan rumah tangga. Aku dukung, Ray. Kapan pesta bujangnya?" tanya Gilang bersemangat.


"Sabtu besok, gimana?"


"Okelah, tapi janji ga aneh-aneh ya, Ray!" ucap Lukman pasrah.


"Iyaa, janji. Kita cuman nyanyi sama nonton cewek-cewek itu nyanyi dan joget. Tangan kita bersih ga perlu nyentuh mereka, ga apa-apa kan?" ujar Raymond mencari pembenaran, "Asal kalian berdua bisa jaga rahasia, terutama kamu, Lang."


"Iyeee." Gilang memeragakan mengunci bibirnya.


...❤❤...


Lagi kangen sama mereka bertiga 🥰. Ditunggu lanjutannya ya ga pake lama kok semoga review dari NT juga ga lama.


Mampir kesini jugaaa


__ADS_1


__ADS_2