Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Kehidupan baru


__ADS_3

Tidur Raymond terganggu saat ia merasakan ada sentuhan di sekitar pipinya. Rupanya Lea sedang menyusuri rambut yang tumbuh di wajahnya, Raymond tertawa dalam hati.


Ia sebenarnya merasa geli namun berusaha ia tahan, karena tidak mau istrinya ini merasa malu ketahuan sedang mengagumi wajahnya.


Perlahan jari Lea turun menyusuri dadanya. Raymond bertahan untuk tidak bergerak, ia ingin tahu sejauh mana istrinya ini berani menyentuh tubuhnya.


Raymond menahan deru nafas dan jantungnya saat jari Lea sudah sampai ke perutnya. Ujung jari nakal itu menyentuh perlahan joni milik Raymond, tiba-tiba Lea terpekik kaget saat benda asing itu bergerak membengkak.


"Sudah ku bilang, hati-hati sama dia. Dia memang sedikit nakal apalagi waktu pagi," ucap Raymond sembari menahan tangan Lea agar tetap berada di antara kedua kakinya.


"Selesaikan apa yang sudah kamu mulai," lanjut Raymond dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. Ia membuka mata dan menatap Lea penuh hasrat.


"Aku tadi ga ngapa-ngapin kok, dia gerak sendiri." Lea berusaha menarik tangannya dari genggaman Raymond.


"Mmmmm, sudah mulai nakal rupanya." Raymond mendekatkan wajahnya.


"Bantuin," lanjutnya.


"Apa?" tanya Lea bingung. Tangannya masih ditahan Raymond berada di sana.


Hanya dengan isyarat tangan, Raymond menuntun Lea untuk menggerakkan tangannya naik dan turun perlahan.


Raymond tersenyum saat istrinya sudah semakin mahir bahkan terlihat menikmati permainan barunya.


"Mmmhhhaaahh," Mendadak Raymond berdiri dari ranjang sesaat setelah mengerang.


Lea sempat termangu dan merasa takut jika ia telah melakukan kesalahan. Ternyata suaminya memutari ranjang, menyingkap selimutnya lalu menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi.


"Lanjut mata pelajaran selanjutnya," bisik Raymond sambil terus mengecupi pipi Lea.


"Kenapa kok ga ganti baju?" tanya Raymond setelah mereka menghabiskan waktu dua jam berada di kamar mandi.


Lea duduk di tepi ranjang masih dengan berbalut bathrobe (handuk mandi berupa baju), wajahnya di tekuk masam.


"Tadi kan aku sudah minta maaf," ucap Raymond sambil berlutut menghadap Lea.


"Aku pakaikan baju ya, nanti di pijet lagi kakinya." Raymond mengusap pergelangan kaki Lea yang sedikit bengkak.


Lea merasa kesal, mandi yang seharusnya hanya hitungan menit berubah menjadi dua jam karena sang guru meminta jam pelajaran ditambah.


Lea sempat terpeleset di kamar mandi, saat tidak bisa menahan berat tubuhnya sendiri karena merasa lemas.


"Aku ga mau di kamar mandi lagi, itu bahaya tau ga sih!" Lea bersungut.


"iyaa ... maaf. Ga lagi di kamar mandi." sahut Raymond sambil memijat kaki Lea.


Lebih baik untuk sementara mengiyakan perkataan istrinya, dari pada jatah malamnya hilang pikir Raymond.


Deringan ponsel Raymond menghentikan acara memijat mereka.


Permintaan panggilan video dari mamanya nampak di layar.


"Papiiii, adek Maura cariin mamanya nih. Papi kemana sih!" sembur William begitu tampak wajah Raymond di layar ponsel.


"Papi ada urusan dikit, Willi bantuin oma ya jagain adek Maura."


"Maa ... Mamaaa," panggil Maura, kepalanya mendorong William berebut ingin tampak terlihat di layar ponsel.

__ADS_1


Raymond menahan Lea untuk tidak tampak di layar ponsel, karena khawatir Maura akan semakin rewel jika melihat mamanya tapi tidak bisa memeluk.


"Mama mana?" tanya William, Raymond membesarkan matanya saat mendengar putranya menyebut Lea dengan kata Mama.


"Kata Oma, Mama Maura sekarang juga Mamaku jadi aku boleh panggil Mama seperti Maura," lanjut William.


"Maura juga panggilnya sama seperti aku panggil Papi, kemarin sudah aku ajarin. Maura coba itu siapaaa?" William menunjuk wajah Raymond pada layar ponsel.


Sejenak Maura terdiam mengamati layar ponsel. Lalu menunjuk-nujuk wajah Raymond, "Pii ... Piiiii."


Raymond terkekeh senang melihat Maura memanggilnya dengan sebutan Papi.


Setelah berbincang dengan William dan mengalihkan perhatian Maura yang mencari Mamanya, Raymond menghampiri Lea yang sedang duduk di beranda kamar memandangi laut di pagi hari.



(sumber foto IG : Arasatuvillas)


"Maaf, bukan aku tidak memperbolehkan kamu bicara sama Maura, kasihan dia kalau semakin rewel minta kamu segera pulang." Raymond memeluk Lea dan mengecup ringan untuk membujuk istrinya.



sumber foto IG : Arasatuvillas


Hampir sepekan mereka berdua menikmati bulan madu di salah satu sudut pulau Kalimantan Timur. Selama itu juga mereka lebih banyak menghabiskan waktu berada di dalam kamar villa.


Raymond tidak memperbolehkan Lea banyak melakukan aktivitas di luar kamar dengan alasan panas.


Setiap sudut kamar sudah ada jejak percintaan mereka.


Hanya berdua dan tidak terganggu oleh pekerjaan, dengan sabar ia mengajarkan segala pengetahuannya di atas ranjang pada Lea.


Pagi ini mereka sudah dalam perjalanan pulang menuju Surabaya. Waktu sudah hampir sore saat pesawat yang mereka tumpangi mendarat.


Lukman dan Nina merupakan sahabat yang luar biasa, mereka berdua sudah ada di bandara siap menyambut sepasang suami istri yang pulang dari berbulan madu.


"Gimana sukses?" tanya Lukman penuh arti.


"Bukan Raymond namanya kalau tidak sukses," bisik Raymond sombong.


"Ow berarti yang malam pertama kemarin itu bukan Raymond, pantes," sindir Lukman.


"Aaaiisshh, sudah jangan banyak ngomong, ayo cepat." Raymond mengibaskan tangannya.


Saat mobil mulai berjalan, suara berbisik terdengar jelas dari arah kursi belakang.


"Sakit ga Lea?"


"Berapa kali sehari?"


"Enak ga?, rasanya gimana sih? Kasih tau dong." tanya Nina bertubi-tubi, Lea hanya menanggapi dengan senyuman tersipu.


"Besar ga?"


"KARENINA!" Lukman menegur dari bangku sopir.


Telinga dan badan Lukman sudah memanas dari tadi saat mendengar pertanyaan Nina pada Lea. Puncaknya saat Nina bertanya soal ukuran benda milik Raymond, ia sudah tidak tahan lagi untuk menghentikan pertanyaan yang terdengar memalukan.

__ADS_1


"Nanti cerita ya," bisik Nina di telinga Lea.


Hampir separuh perjalanan menuju rumah Lea mulai merasa kebingungan, karena arah yang dituju bukan ke rumah Raymond dan juga bukan ke rumah kontrakannya.


"Kita mau kemana?" tanya Lea.


"Pulang," sahut Raymond singkat. Nina dan Lukman hanya tersenyum penuh arti.


Lukman melambatkan laju mobil saat memasuki gerbang perumahan mewah di pusat kota.


Kening Lea semakin berkerut, saat Lukman memberhentikan mobil di dalam halaman rumah berlantai dua yang bernuansa putih dan abu-abu.


Belum habis keterkejutan Lea, William keluar dari dalam rumah dengan berteriak, "Papiiiiiii ...."


"Heeii jagoan." Raymond merentangkan tangan berjongkok menyambut dan menggendong William.


"Papi sama Mama lama sekali, Maura nangis terus. Aku sudah bujuk kasih boneka sama es krim tapi masih tetap nangis," lapor William.


"Iyaa, Papi sama Mama masih ada urusan penting." Raymond mengerling dan mengedipkan mata ke arah Lea.


"Ini rumah siapa?" bisik Lea.


"Masuk dulu." Raymond menggiring Lea masuk ke dalam rumah.


"Aaaahhhh, mantukuu. Gimana ... gimana sudah ada isinya belum?" Mama memeluk Lea dan mengusap-usap perut rata Lea.


"Maaa!," sergah Raymond jengah melihat tingkah Mamanya.


"Tapi berhasil toh?, kalau ga berhasil Mama suruh balik lagi kalian kesana sekarang. Sebulan juga ga apa-apa Mama masih kuat jaga William sama Maura." Mama mulai mencebik.


Raymond menggeleng malas menanggapi ocehan Mamanya, ia menggiring Lea terus masuk ke dalam rumah naik ke lantai dua.


Raymond membuka sebuah pintu besar, " Ini kamar kita," ucap Raymond tersenyum.


"Kamar ... kita?, ini rumah? ...."


"Rumahmu ... salah satu maskawin yang aku berikan." Raymond menutup pintu dengan kakinya dan langsung memeluk Lea.


Saat ingin mencium Lea, ketukan dan teriakan William di pintu menghentikan bibirnya di udara, "Piiiii ... Mama di mana? Maura bangun, nangis lagi niihhh."


...❤❤...


Semalam ketiduran jadi lupa up 🙏😅


Eehh sudah senin ajaa, yang masih punya Vote boleh dong di bagi ke Raymond dan Lea 🙏🥰


Jangan lupa juga kirim sesajen berupa Like, komen, rating, favorite, bunga, kopi juga boleh 😬.


Big Thanks untuk Arasatu Villas & Sanctuary boleh pakai foto-foto indahnya 🙏🥰


Villa terbaik di Maratua Island Kalimantan Timur.



Lewat lagi ya karya dari teman aku, silahkan ramaikan juga di sana.


__ADS_1


__ADS_2