Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Aku bukan jodohnya


__ADS_3

...Bukti mencintaimu adalah dengan mengikhlaskanmu bersama dia...


...tapi sayangnya itu bohong, lebih tepatnya aku terpaksa menerima kenyataan jika sudah tidak bersamamu lagi...


...- ERIK SYAHPUTRA -...


POV Erik (flashback)


Meski waktu pulang kantor sudah tiga puluh menit berlalu dan semua penghuni ruangan sudah sejak tadi menghilang, tapi seperti kebiasaanku sejak lima bulan yang lalu aku masih betah berada di kantor berkutat dengan segala perlengkapan gambarku.


Jangan kamu kira aku betah di kantor karena ada Ghea, bukan sama sekali. Selain karena semakin banyaknya proyek yang harus di tangani, aku juga malas sendirian berada di kos.


Sejak berpisah dari Lea, hidupku terasa hampa.


Pulang ke kos tidak ada sambutan rengekan manja dari putri kesayanganku, yah ... walaupun Maura bukan darah dagingku sungguh aku sangat menyayanginya melebihi apapun bahkan rasa sayangku pada mamanya.


Tidak ada pula celetukan jahil dari istriku ... mantan istri, sakit rasanya menyematkan kata mantan di depan kata istri untuk Lea.


Jika kamu ingin memaki karena kesalahan dan kebodohanku, silahkan karena aku memang sangat bodoh. Aku pun sangat marah pada diriku sendiri.


Mungkin kamu kira begitu lepas dari Lea aku akan mengejar Ghea, salah ... Lea tidak akan tergantikan.


Jika memang Ghea pasanganku nantinya, ia adalah sosok istimewa yang berbeda ... mereka tidak sama.


Meskipun aku dan Ghea sudah melakukan kesalahan yang sangat tidak pantas, kami memutuskan untuk pelan-pelan menjalani hubungan ini.


Tidak sembrono mengambil keputusan yang dapat mengakibatkan penyesalan lagi.


Ghea adalah wanita yang modern, meski bersamaku adalah yang pertama baginya, tidak membuatnya merengek untuk segera aku nikahi. Bahkan ia menolakku, ingin memulai dari awal secara wajar katanya.


Mungkin ia tahu Lea masih menjadi ratu di hatiku.


Tiiingg ...


Tidak ada firasat apapun hari ini, tapi pesan dari Lea masuk bagaikan petir dan guntur bersamaan di atas kepalaku.


Foto undangan berwarna merah dengan ukiran nama Bintang Amalea dan Raymond Sanjaya.


Berkali-kali aku membaca nama yang tertera di sana, aku masih belum percaya ... tidak mau percaya.


Pesan berikutnya masuk,


'Selamat sore Kak, maaf kalau hanya bisa mengundang lewat pesan. Jika Kak Erik ada waktu dan tidak keberatan, aku berharap Kakak bisa hadir. Terima kasih'


Akal sehatku tidak berjalan, aku langsung menghubunginya ingin dengar dari mulutnya sendiri apa yang dia kirimkan dan kenapa?


"Apa ini Lea?!" ucapku tanpa berusaha menyembunyikan kemarahan.


"Undangan pernikahan," sahut Lea lirih. Sepertinya ia sangat takut di seberang sana.


"Kamu menikah dengan Raymond?, bosmu itu??" Lea terdiam, ia tidak bisa menjawab.


Berarti benar dugaanku, bosnya itu menyimpan rasa sejak Lea masih berstatus menjadi istriku.


Sangat jelas terlihat dari sorot matanya, aku juga pria jadi sangat tahu betul bagaimana tatapan memuja pria kepada wanita.

__ADS_1


Panas tiba-tiba menjalar di hatiku, aku merasa dicurangi.


"Heh, tidak salah aku sebut dia sebagai pebinor dulu. Ternyata dia sudah merencanakan ini sejak awal. Aku salah, aku kira Nina yang mempengaruhimu tapi ternyata manusia br*ngsek itu!"


"Bukan gitu kak, Pak Raymond hanya membantu aku."


"Bantu apaa??!, menikahi janda begitu maksudmu??" Emosiku sudah semakin menjadi, tidak perduli jika kata-kataku bisa menyakiti Lea.


"Dengarkan dulu!, Pak Beni mau mengambil Maura kak, karena aku orangtua tunggal yang berpenghasilan kecil posisiku lemah. Sewaktu-waktu hak asuh Maura berpindah jika aku terbukti ga bisa merawatnya secara layak."


"Lalu kenapa kamu harus minta bantuan dia Leaaa??!!, aku Papanya!, Maura anakku! ... atau kamu sudah tidak mengakui aku sebagai papanya?" Sakit rasanya saat mengatakan ini.


"Bukan begitu Kak, tapi kita sudah berpisah." Ia mulai menangis di seberang sana. Ingin rasanya saat ini juga berlari ke tempatnya dan memeluknya.


"Kita bisa rujuk Lea ... demi Maura, aku papanya." Suaraku melemah, bukan karena sudah tidak emosi tapi menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Berpisah dengan Lea saja sudah membuat separuh hidupku hancur. Meski saat itu berat bagiku mengabulkan keinginannya untuk berpisah, tapi aku mencoba merelakannya karena tidak ingin melihat ia terus bersedih karena perbuatanku.


Apalagi jika ia menikah, sudah dipastikan Lea tidak dapat kuraih kembali. Akan ada batasan jelas antara aku dan dia.


Tidak bisa bertemu dan datang lagi sesuka hati, saat rindu tidak tertahankan ... sungguh aku tidak sanggup.


"Kita tidak bisa rujuk Kak, ada Ghea----"


"GHEA!, GHEA! selalu itu yang jadi alasanmu!"


"Maaf ... aku minta maaf." Lea mengakhiri sambungan telepon begitu saja.


Aaargghhh ... meja di hadapanku menjadi sasaran kekecewaanku. Aku memutuskan pulang saja, percuma tidak akan menghasilkan apa-apa jika dipaksakan bekerja dengan situasi seperti ini.


"Aku ... aku mau ambil surat penawaran yang tadi ketinggalan, soalnya besok langsung jalan." Ghea berjalan ke tempatnya mencari sesuatu.


Aku hanya berdiri di tempatku menunggu sampai ia menemukan apa yang di cari.


"Ghea, aku tahu kamu dengar," kataku saat ia akan keluar dari ruangan.


"Iya aku dengar, tolong sampaikan ucapan selamat dariku untuknya. Maaf kalau kamu ingin aku menemanimu hadir di pernikahan Lea, aku ga bisa. Aku masih belum punya muka di depan dia."


"Aku mengerti, aku juga masih belum tau akan datang atau tidak."


...đŸ”šī¸...


Dan di sinilah aku, di depan hotel berbintang yang sangat mewah.


Sudah melewati perang batin yang sangat lama untuk memutuskan hadir atau tidak.


Sekarang perang itu muncul lagi, memutuskan aku harus pulang atau tetap masuk.


Aku memilih mengikuti kata hatiku, perlahan aku berjalan menuju ballroom dengan kepala terus tertunduk.


Aku takut dan malu kalau ada orang yang mengenaliku.


Jika kamu pernah menghadiri pernikahan mantan, begitulah yang aku rasakan saat ini.


Langkah kaki membawaku sampai di pintu ballroom yang sangat luas.

__ADS_1


Mataku membesar melihat begitu indah dan mewahnya pernikahan ini.


Nyeri, sakit dan juga cemburu. Semenjak kamu menikah denganku, tidak pernah aku memberimu kebahagian seperti ini.


Aku malah memberimu rasa sakit dan kecewa, cinta macam apa yang aku berikan?


Tapi juga ada rasa bahagia dan lega jika kamu menemukan pengganti yang sangat jauh lebih baik dari aku.


Aku berjalan semakin masuk, mataku mencari bocah kecil yang selalu memanggilku Papa, panggilan manja yang selalu aku rindukan.


Bocah yang kucari tidak kutemukan, tapi mataku menangkap wanita yang kurindukan di antara teman-temannya.


Kamu terlihat sangat bahagia dan ... sangat cantik.


"Erik." Seseorang memanggil dari arah belakang. Saat aku menoleh, wajah itu yang paling aku benci.


Sumber dari segala permasalahan, ingin rasanya meludahi dan mencekik leher orang yang tersenyum angkuh di hadapanku ini.


...❤❤...


Permisi saya mau nyumbang lagu di pernikahan Raymond dan Lea untuk mewakili perasaan Erik, yang bisa kita nyanyi sama-sama yuk 😁


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Lagu by Tri Suaka - Aku bukan jodohnya

__ADS_1


__ADS_2