Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Jangan simpan amarahmu


__ADS_3

Ada yang pernah mendengar kalimat bijak 'Janganlah marah hingga matahari terbenam'?


Mungkin bagi situasi Raymond dan Lea lebih tepat, 'Janganlah meyimpan amarah hingga matahari terbit' karena bisa semakin larut permasalahnya.


...❤...


Lea tidak bisa memejamkan mata barang sejenak malam ini. Hatinya sangat kesal pada suaminya, mengapa tidak mau jujur kepadanya.


Aahh, dia pun menyesal kalah tegar berhadapan dengan Raymond yang mempunyai aura mengintimidasi. Kalau saja ia bertahan sedikit lagi berdebat dengan Raymond, mungkin suaminya itu akan jujur padanya.


Rasa kesepian dan rindu pada kedua orang tuanya menusuk hati Lea. Ia memeluk guling kecil Maura dan menangis di sana.


Menangisi nasibnya yang dengan mudahnya percaya pada Raymond, yang sudah terkenal dengan para wanitanya.


Menjelang pagi saat matahari belum muncul sepenuhnya, Lea perlahan membuka pintu kamarnya yang ia tempati dengan Raymond. Ternyata pintu kamar mereka tidak terkunci, mungkin suaminya itu berharap Lea masuk ke kamar saat tengah malam.


Lea perlahan mengambil dompet, ponsel dan beberapa pakaian seperlunya, lalu dengan cepat keluar kamar untuk mengambil beberapa pakaian Maura.


Sebelum menuruni tangga ia menuju ke kamar William, diusap dan diciumnya kepala anak sambungnya dengan sayang.


"Willi, mama sama adek pergi dulu ya. Cuman sebentar, Willi nurut ya sama Papi. Mama sayang Willi." Lea berbisik sangat pelan, tidak berharap anaknya itu mendengar.


"Mbok, saya pergi dulu ya mau jemput Maura." Mbok Nah yang sedang menyapu halaman, memandang curiga pada istri Tuannya yang membawa tas berisi baju.


"Kok pagi betul?, Nyonya mau kemana? jangan pergi, Nya kasihan Tuan sama den Willi." Mbok Nah melepas sapunya dan memegang tangan Lea.


Lea menarik nafas panjang, ia tahu Mbok Nah terlalu peka dan berpengalaman untuk dibohongi. Apalagi ia pasti mendengar keributan mereka semalam.


"Ga lama Mbok, titip Tuan dan William ya. Saya pasti pulang." Lea tersenyum dan segera keluar, karena taxi online yang dia pesan sudah datang. Ia juga khawatir Raymond terbangun lebih cepat.


Di dalam taxi online ia mengirim pesan pada suaminya. Ia tahu ponsel suaminya tidak aktif saat tidur, jadi pesannya pasti akan terbaca saat suaminya itu sudah siap berangkat kerja.


Selamat Pagi Bang Ray, maaf hari ini aku ga bisa siapkan Abang dan William sarapan.


Aku pergi sebentar, tidak perlu repot mencari karena aku pasti akan pulang.


Aku hanya ingin sendiri sementara waktu, kita selesaikan semua setelah aku di rumah.


Bersenang-senanglah, aku ikhlas.

__ADS_1


Lea bukan tipikal wanita yang bisa memaksakan kehendaknya pada orang lain. Bagi dia jika pasangannya sudah tidak menginginkannya lagi, dia akan lepaskan. Kalau perlu dia sendiri yang mengantarkannya kedepan wanita itu.


Sama seperti saat bersama Erik, andaikan saat itu Erik tidak melakukan hal yang terlalu jauh dengan Ghea, mungkin saat ini ia masih menjadi istri dari Erik syahputra.


Sampai di tempat kost Erik, segera ia mengetuk pintu kamar Erik. Sebelum berangkat tadi, ia sudah mengirim pesan pada mantan suaminya itu akan menjemput Maura pagi ini.


"Pagi sekali Lea, kamu mau kemana memangnya?" tanya Erik curiga.


"Acara ... rekreasi sama teman-teman kerja dulu." Lea menjawab sambil mengambil Maura dari gendongan Erik.


Ia ingin segera cepat pergi dari depan Erik, sebelum mantan suaminya itu lebih banyak bertanya.


Lea pergi menuju kampung kelahirannya, hanya di sana tempat yang membuat hatinya tenang dan bisa melepas kerinduannya pada kedua orang tuanya.


Setelah duduk di dalam bis yang akan membawanya pulang, Lea membuka ponselnya. Pesan yang ia kirimkan pada suaminya belum terbaca tapi sudah terkirim. Itu berarti ponsel Raymond sudah aktif sebentar lagi suaminya akan membaca pesannya. Lea langsung mematikan ponselnya, ia tidak ingin mendengar suara Raymond saat ini.


"Ma ... Pi ma akak Will nda ikut?" tanya Maura. Gadis kecil itu terlihat senang sekali, karena ini pengalaman pertamanya naik bis.


Ia berdiri di kursi sisi jendela, memandang rumah dan pepohonan yang saling mengejar, dengan wajah yang ceria dan sesekali berteriak kegirangan.


Lea teringat saat ia baru keluar dari kampungnya bersama Erik. Saat itu Maura masih dalam kandungannya, dan sekarang putrinya itu duduk di sampingnya dalam bis yang sama namun menuju arah sebaliknya.


...❤...


Pintu kamar Maura masih tertutup rapat, dengan cepat Raymond menuruni tangga berharap menemui Lea yang menyambutnya dengan senyuman manis di dapur seperti biasanya.


Baru semalam tidur tidak memeluk istrinya, sudah membuat hati Raymond terserang rindu yang sangat berat.


"Mbok, lihat istri saya?" tanya Raymond berjalan menyusuri sudut rumah lantai satu.


"Mmm, Nyonya tadi pagi pergi." Mbok Nah menghentikan kegiatannya, ia mencengkram gagang sapu semakin erat bersiap menerima kemarahan dari Tuannya.


"Pergi??!, kemana??!" Raymond berjalan mendekati Mbok Nah yang semakin ketakutan dengan suara tinggi Tuannya.


"Saya ga tau, cuman bilang sebentar aja pasti pulang tapi ... Nyonya juga bawa tas isi baju." Mbok Nah semakin menunduk.


Raymond terduduk lemas di sofa, ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Terima kasih, maaf Mbok saya ga bermaksud membentak tadi," ucap Raymond lirih. Mbok Nah segera masuk ke dalam dapur, meninggalkan Tuannya yang tampak frustasi di ruang tamu.

__ADS_1


Raymond langsung membuka ponselnya, dan menemukan pesan dari istrinya. Saat membaca kalimat terakhir dari Lea, keningnya berkerut tidak memahami maksudnya.


Berkali-kali Raymond menghubungi ponsel istrinya, tapi tidak dapat tersambung. Erik ... satu nama terlintas di benaknya.


Brengs*ek!! pasti manusia itu dalang di belakang ini, geram Raymond.


Raymond segera menyambar kunci mobil, dan langsung menuju tempat kerja Erik.


Kemarahan sudah menguasai hatinya, segala kemungkinan jelek berlintasan dalam pikirannya. Pengalaman di khianati, menjadikannya mudah curiga dan gampang sekali menghakimi.


Menunggu kedatangan Erik di lobby kantor, serasa berabad bagi Raymond. Saat wajah itu nampak keluar dari lift, Raymond langsung memberi kode untuk mengikutinya ke tempat parkir.


"Di mana kamu sembunyikan istri saya?!" tanya Raymond dengan rahang yang mengeras, masih berusaha menahan emosinya.


"Apa maksudmu?" tanya Erik tidak mengerti. Suami Lea ini dengan wajah merah tiba-tiba mendatanginya dan langsung mendorongnya dengan kasar.


"KAMU SEMBUNYIKAN DI MANA ISTRIKU!!" Raymond langsung melayangkan pukulan ke wajah Erik.


"BAJING*AN!!" Erik membalas pukulan Raymond setelah mengusap darah yang keluar dari bibirnya.


"Kalau kamu tidak bisa menjaga Lea dan anakku dengan baik, kembalikan padaku!" Erik mengajungkan telunjuknya pada Raymond, saat pria itu masih tersungkur di aspal.


"Maura anakku! dasar BANGS*AT!!" Raymond langsung menyerang Erik dengan membabi buta. Mereka saling memukul di area parkir perkantoran, sehingga mengundang banyak mata yang melihatnya.


Petugas keamanan segera turun tangan menghentikan mereka yang sudah bergulung di aspal.


Saat petugas keamanan menggelandang Raymond dan Erik ke ruang keamanan karena mengganggu ketenangan, Nina yang baru turun dari kendaraannya melihat mereka berdua.


"Pak ... Pak, maaf mereka teman saya. Biar saya yang mengatasi mereka." Petugas keamanan menyerahkan Erik dan Raymond pada Nina, yang anak dari salah satu petinggi perusahaan mereka bekerja.


"DUDUK!" Bagai kepala sekolah yang sedang menghadapi siswanya yang ketahuan berkelahi, Nina memandang Erik dan Raymond yang tertunduk semakin dalam.


...❤❤...


Hanya pesan numpang lewat untuk kita. Bagi beberapa wanita saat marah terkadang hanya memberi kode, kata yang ambigu, tidak jelas, berbelit-belit seperti Lea. Berharap pasangan memahami tapi sayangnya tidak, karena pria adalah mahkluk yang dikaruniai hanya dapat berpikir satu arah 😬


Terkhusus bagi yang berstatus istri, jangan keluar dari rumah ya jika marah. Cerita ini hanya untuk hiburan, jangan ditiru karena hasil bisa sangat berbeda dari dunia nyata 🙏


Maaf bukan bermaksud menggurui hanya ingatan bagi saya juga 😅🙏

__ADS_1


Maaf sedikit lambat upnya, karena sedikit agak kurang enak badan, mohon di maklumi ya🙏


Jangan lupa like tiap bab, komen, bunga serta kopinyaa. Kalau ada yang masih punya vote boleh di bagi yaa 🙏🤗


__ADS_2