Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Cemburu?


__ADS_3

Di dalam mobil selama menunggu Lea datang, Raymond duduk tidak tenang setelah menerima informasi yang bikin gatal telinganya.


Celotehan Maura yang bermain setir mobil tidak dihiraukannya, yang ada dalam pikirannya hanyalah kata 'mantan suami Lea mau pedekate lagi'.


Walaupun Lukman hanya sekilas memberitahukannya, tapi kata-katanya seperti ultimatum bagi Raymond.


'Hah!, urusan apa mau suaminya pedekate lagi mau mereka rujuk bukan urusanku! batin Raymond.


Selintas lagi suara Lukman seakan berbisik di telinganya 'kalau mau William punya mama lagi yang baik dan romantis sikapnya, eh dengar-dengar mantan suami Lea mau pedekate lagi'.


Bugghhh .... Spontan tangan Raymond memukul setir mobil di hadapannya.


"Hiikk ... hmmm ... hhiiikk ...." Maura yang sedang asyik bermain memutar setir di pangkuan Raymond, tersentak kaget dan siap akan meledakan tangisannya.


Tepat saat itu Lea terlihat berjalan mendekat menuju mobil Raymond.


"Cuupp ... cuppp, sayang jangan nangisss ya, ciluukk baa ... ciluukk baaa ... itu mama datang ... cup ... cup." Raymond semakin panik sibuk membujuk Maura yang menatapnya takut, bibirnya melengkung kebawah dengan sempurna.


"Kenapa?" tanya Lea saat masuk ke dalam mobil dan mendapati wajah putrinya memerah menahan tangis.


"Maaf. Tadi ada kucing garong liar sudah pergi mau kembali dekat-dekat lagi, aku langsung tekan klakson eh Mauranya yang kaget," ucap Raymond gugup sambil menyerahkan Maura ke pangkuan Lea.


"Kucing garong mau dekat-dekat lagi?" ucap Lea perlahan dengan raut wajah bingung.


"Dah lah ga usah dipikir, biar aja kalau kucingnya masih di bawah mobil ga mau minggir salah sendiri kalau kena lindas," ucap Raymond santai.


"Hah!, jangan!" Lea membelalakan mata lalu membuka mobil akan keluar saat Raymond sudah menyalakan mesin.


"Eehh, mau kemana!" Raymond mencengkram lengan Lea.


"Mau usir kucingnya, kasihan kalau mati kena lindas. Dosa!"


"Kucingnya sudah pergi!, aku tadi cuman asal aja bicaranya. Tutup pintunya!, kamu ini bikin kaget mau main lompat aja dari mobil yang sudah siap jalan," gerutu Raymond kesal.


Lea pun tidak kalah kesalnya pada pria yang duduk di sampingnya ini. Sejak tadi makan dia sudah menahan jengkelnya karena merasa di kerjai, sekarang putrinya terlihat ketakutan hanya gara-gara bosnya ini kesal sama kucing.


Kalau saja ia tidak membutuhkan gaji bulanan, mungkin mereka sudah saling mendamprat satu sama lain.


Raymond melirik sekilas wanita di sampingnya, Lea tampak cemberut dengan muka masamnya dan Maura sudah terlelap dalam dekapan mamanya.


Sekilas lagi pesan dari Lukman terngiang, 'kalau ingin William punya mama sikapnya yang baik dan romantis'.

__ADS_1


Apa benar aku suka sama dia?, jajaran SPG ku jauh lebih cantik dan menarik dari wanita ini. Apa coba yang menarik dari dirinya?, Raymond melirik mencoba memindai Lea dari kepala hingga kaki.


Wajahnya cukup manis, walaupun otaknya sedikit lambat berpikir. Body-nya hmmm ... bolehlah nilai delapan, lumayan ada bentuknya tidak seperti para model yang hanya lurus ga ada lekukan.


Secara keseluruhan lumayan, tapi apa benar aku ada rasa suka serius?, tapi kenapa aku bahagia waktu tau dia resmi bercerai dan juga kesal saat dengar mantan suaminya mau dekat-dekat lagi.


Kalau dilihat ga ada yang istimewa sih, Raymond kembali memindai Lea kali ini dari kaki perlahan naik ke atas.


Saat matanya sampai di bagian wajah Lea, tanpa di duga Lea juga sedang menatapnya dengan tajam.


"Ada apa Bapak dari tadi lihat saya seperti itu?" tanya Lea dengan penuh kewaspadaan.


Pengalaman pernah di lecehkan secara seksual dengan dua pria yang bukan orang asing baginya, bahkan mereka berdua adalah orang yang sangat ia percayai membuat Lea tidak mudah begitu saja percaya dengan pria manapun.


Baginya pria selalu memandang wanita sebagai objek kepuasan dan pelampiasan.


Lea membetulkan posisi roknya yang sedikit agak tersingkap, karena pergerakan Maura yang tidak bisa diam.


Raymond yang melihat kewaspadaan Lea seakan ia orang yang jahat dan berbahaya tersenyum sinis, "Kenapa?, kamu kira aku tertarik dengan tubuhmu yang minimalis itu?" Kalau aku mau, sederet model cantik bisa aku bawa sekaligus," cetus Raymond sombong.


Perkataan Raymond tadi memperkuat perkiraan Lea tentang penilaian pria pada wanita.


Menerima pertanyaan Raymond tentang ayah Maura, sempat membuat Lea sedikit bingung. Ayah Maura mana yang di maksud, apakah Beni ataukah Erik?


Sedetik kemudian Lea tersadar jika yang ditanyakan Raymond adalah Erik.


"Baik ... kami masih berkomunikasi cukup baik."


"Oww, sering ... datang ke rumah?"


"Iya, Kak Erik terkadang bergantian untuk menjaga Maura jika saya sibuk, seperti hari ini saya harus jaga malam. Tidak selamanya harus merepotkan Nina."


"Maura bisa kamu titipkan di rumah saya kalau kamu mau, William pasti senang."


"Eh, ya mungkin bisa lain waktu. Biarlah selama papanya bisa menjaga Maura, saya serahkan sama Kak Erik aja." Tangan Raymond mencengkram erat setir mobil melampiaskan rasa panas yang tiba-tiba menjalar di dadanya.


Ingin hati Raymond bersikap lebih lembut ataupun romantis sepertj saran dari Lukman, tapi apa daya mulut julidnya selalu tidak bisa diajak kerjasama.


Terlalu lama menjomblo ditambah luka hati karena masa lalu, membuat Raymond lupa harus bagaimana caranya bersikap manis pada wanita.


"Maura dekat dengan ... papanya?"

__ADS_1


"Ya, dia dekat sekali. Kak Erik sayang sekali sama Maura." Lea mengusap sayang rambut keriting Maura yang tertidur. Tanpa sadar Raymond mendengus cukup keras.


"Kenapa pak?" tanya Lea heran.


"Ga apa, pengap aja." Tiba-tiba udara di mobil terasa tipis, seperi tidak ada oksigen yang bisa ia hirup. Raymond mematikan AC lalu membuka jendela mobil lebar-lebar.


Ia membutuhkan udara segar malam ini, karena dalam mobil udaranya berbunyi Erik, Erik, dan Erik.


...đŸ”šī¸...


Hari ini adalah pembukaan pameran perumahan baru milik Beni, sekaligus launching nama anak perusahaannya yang khusus menangani property.


Sudah sejak satu minggu yang lalu Lea dan Kinanti beserta teamnya, sangat sibuk untuk persiapan hari ini.


Puncak acara pada malam hari ini, ada berbagai macam acara seperti pertunjukan live band dan berbagai perlombaan.


Beni beserta istri dan kedua putranya, tampak ikut menghadiri puncak acara pembukaan pameran malam ini.


Raymond memandang puas hasil kerja Kinanti dan Lea, "Selamat ya, malam ini kalian sukses. Tapi ingat ini baru permulaan, pameran perumahan ini berlangsung satu minggu jadi kalian jangan sampai lengah."


"Pak Raymond, terima kasih. Saya ga nyangka sebagus dan semeriah ini," ucap Beni.


"Sama-sama Pak Beni, ini juga karena di dukung dari konsep perumahan bapak yang memang menarik."


"Kenalkan keluarga saya, kalau dengan istri sudah pernah bertemu bukan? Ini anak-anak saya, yang besar Alexander usia sepuluh tahun dan ini yang kecil Jonathan umur enam tahun ... ayo beri salam sama om dan tante." Raymond mengulurkan tangan pada dua anak laki di hadapannya, diikuti oleh Lea dan Kinanti.


Mereka berlima berbincang di pinggir area pameran yang cukup ramai, kedua putra Beni berlarian diiringi oleh kata-kata peringatan dari Devi.


"Mam ... Maaaaa ...." Lea terkejut mencari sumber suara yang terdengar seperti suara Maura.


Dilihatnya dari kejauhan Maura berlari mendekat ke arahnya dan di belakangnya Erik terlihat berusaha mengejar Maura yang semakin lincah.


...❤❤...


Bekal buat malam minggu niih, semoga dimunculkan sebelum pagi 🤭


Sudah like tiap bab, komen, favorite dan Vote belum?? jangan lupa yaaa 🙏😁


Tiada hari tanpa promo untuk saling mendukung sesama author. Kali ini milik senior aku kak Mizzly 😁 "Jejak cinta Jenaka"


__ADS_1


__ADS_2