Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Gossip Girl


__ADS_3

"Aku kenalkan kamu ke team kita dulu ya, ingat Lea kamu di sini wakil aku jadi posisi kamu masih di atas mereka." Kinanti menjelaskan sambil berjalan menuju ruangan tempat bekerja mereka nanti. 


"Iiisssh yang benar aja Kin, masak aku di atas mereka aku kan masih baru?," tanya Lea ragu.


"Iya, kamu kan terhitung pegawai tetap di sini kalau yang lain lebih banyak sebagai pekerja part time."


Lea dan Kinanti memasuki ruangan yang cukup besar, di dalamnya dipenuhi cukup banyak wanita cantik.


Mata Lea membelalak melihat penampilan wanita yang memenuhi ruangan itu.


Semuanya terlihat sempurna secara fisik. Tubuh yang tinggi di atas rata-rata, bentuk badan bak gitar meliuk-liuk, wajah dengan full riasan. 


Beberapa terlihat memakai seragam tapi tetap memperlihatkan bentuk badan mereka yang sexy.


"Mereka yang aku sebut tadi, Sales Promotion Girl (SPG) bekerja secara part time tidak terikat dipanggil jika ada job saja. Jadi kamu jangan merasa terintimidasi dengan penampilan mereka." Kinanti berbisik pada Lea.


"Good morning team, attention please. Oke thank you." Lea memandang Kinanti kagum, suara dan aura Kinanti berubah saat berdiri di depan para wanita cantik di hadapannya ini.


"Hari ini kita kedatangan satu personil baru di team kita, ayo perkenalkan dirimu." Kinanti tersenyum memandang Lea.


Dengan gugup Lea maju satu langkah memandang para wanita di hadapannya yang saat ini terlihat menilainya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.


"Perkenalkan nama saya Bintang Amalea, cukup panggil saja saya Lea. Mulai hari ini saya bekerja di sini, mohon bantuan teman-teman semuanya." Lea mengakhiri perkenalannya dengan membungkukan badannya sedikit.


"Lea akan membantu saya untuk mengatur dan mendampingi kalian semua baik di sini maupun nanti di lapangan, jadi saya mohon kerjasamanya yang baik." Tepuk tangan dan ucapan selamat bergabung kepada Lea memenuhi ruangan.


"Kamu sudah tahu perusahaan ini bergerak dalam bidang apa?" tanya Kinanti saat mereka duduk berhadapan berdua dengan di batasi meja kerja Kinanti.


Lea menggeleng malu, baginya bekerja di perusahaan apapun asal halal dan ia diterima kerja saja sudah cukup untuk saat ini.


"Kita bekerja di bidang jasa yang bergerak di entertainment dan exhibition. Sudah banyak perusahaan memakai jasa kita untuk mempromosikan produknya juga mengadakan acara untuk launching produk mereka yang baru. Kadang untuk acara wedding juga kita bisa handle, bahkan mendatangkan artis dari luar dan dalam negeri itu salah satu bidang di perusahaan ini," jelas Kinanti.


"Bulan ini kita cukup padat, ada beberapa pameran produk yang team kita tangani. Untuk awalnya kamu ikuti saja aku terus dan amati cara kerja aku ya, kalau sudah paham ritme kerjanya kamu bisa jalan sendiri." 


Selama Kinanti menjelaskan Lea hanya terdiam memperhatikan dan sesekali mengangguk kecil.


"Pagi ini ikut saya atur spot untuk pameran otomotif di Mall Ruby, ayuk cuss kita berangkat sekarang." Lea dan beberapa gadis SPG mengikuti langkah Kinanti ke arah parkiran mobil.


 


Sepanjang perjalanan para gadis SPG terdengar ribut berkasak kusuk di kursi belakang. 


Sesekali Lea melirik dari arah kaca spion berusaha ikut mendengar pembicaraan mereka yang terlihat seru.

__ADS_1


 


Kinanti tersenyum geli melihat gerak gerik Lea, "Penasaran?, mereka lagi ngobrolin cowok, maklum masih pada belum nikah. Kalau macam kita punya pasangan, apalagi kamu yang sudah punya buntut mungkin agak kurang tertarik ya." Lea tersenyum malu.


"Di kantor ada dua orang pria yang selalu jadi bahan pembicaraan kaum hawa seperti ini, atasan kita Pak Raymond sama Mas Gilang manager di kantor."


"Yang satu duda, yang satu bujang. Semua keren, semua tampan. Sama-sama punya dompet tebal, tapi masih tebal punya bos sih secara dia yang gaji hehehe …, tapi kalau Mas Gilang tuh ramah dan suka menebar senyum sampai bikin para cewek klepek-klepek pada baper semua terbalik sama Pak Bos mulutnya pedas, senyumnya pelit cuman sama klien aja dia ramah. Jadi kalau belum siap mental jangan coba dekat-dekat," jelas Kinanti panjang lebar.


"Justru tantangan untuk ditaklukan Kak, laki model Pak Ray." celetuk salah satu SPG berambut pirang.


"Eh tapi denger-denger Pak Raymond itu gay, lima tahun menduda ga kelihatan dekat sama wanita." Si rambut pendek menimpali.


"Bener juga, kurang apa coba si Santi yang sexy, cantiknya ga ada lawan masih ga dilirik juga apalagi macam kita." Satu lagi di deretan kursi belakang menambahkan.


"Makan hati atuuhh kalau punya laki selingkuh sama yang berbatang juga, harga diri kita sebagai wanita terjun bebas. Mending saingannya sesama wanita masih bisa di lawan kalau sama beda jenis mau model cantik seperti miss universe juga ga bisa bersaing," keluh si rambut pirang.


"Tapi dia kan punya anak?"


"Eh, kalau gay tetap bisalah punya anak. Jadi mereka bisa AC-DC gitu."


"Apaan AC DC?"


"Bisa setrum sana setrum sini, ga ada goa sumur pun jadi." Serempak suara tawa memenuhi mobil termasuk Lea dan Kinanti.


Tak berapa lama mobil mulai memasuki tempat parkir mall ruby yang melingkar-lingkar ke atas. Lea yang baru kali ini memasuki mall sebesar ini terkagum melihat interior di dalamnya.


Lea mengikuti langkah Kinanti yang terlihat mantap dan percaya diri. Dengan sepatu berhak tingginya yang mengetuk ngetuk lantai mall yang berkilau.


Lea baru memperhatikan ternyata hanya dia yang memakai flat shoes, pantas ia merasa sangat kerdil di antara para wanita ini.


Mereka sampai di lantai dasar mall tersebut tempat pameran otomotif di selenggarakan.


Sekali lagi Lea berdecak kagum melihat deretan mobil dan motor yang jenisnya mungkin jarang melintas di jalanan.


Dengan sigap dan elegant Kinanti mengumpulkan team SPG-nya lalu mulai memberikan pengarahan tentang produk yang akan mereka pasarkan kali ini.


"Sampai mana persiapan?" Suara bariton terdengar dari arah belakang Lea menyela pengarahan Kinanti.


Para gadis di depan Lea terlihat seperti cacing kepanasan, ada yang tersenyum-senyum genit, membetulkan rambutnya, berbisik-bisik dan menyenggol kawannya.


Lea menolehkan kepala ke arah suara yang datang tadi.


Pria berpakaian kemeja hitam dengan dua kancing teratas terbuka, berdiri cukup dekat dengannya.

__ADS_1


Wangi parfum maskulin yang menggoda dengan tidak sopannya menerobos masuk ke dalam indera penciuman Lea.


Sejenak Lea terpana menatap pria di belakangnya, pantas saja para gadis di hadapannya berebut menarik perhatian karena pria ini sangat menarik.


Pasti pria ini salah satu dari yang mereka bicarakan tadi saat di perjalanan.


Siapakah dia?, apa Boss Raymond ataukah Gilang si Manager?


Beda tinggi badan antara Lea dan pria tersebut lumayan jauh, sehingga Lea menoleh ke belakang namun harus sedikit agak mendongak ke atas dengan posisi badan tetap mengarah ke depan.


Saat Lea menatap dengan lekat pria tersebut, ingatannya mengarah pada kejadian pagi tadi, saat handphone-nya jatuh tersenggol dan dia disangka peminta sumbangan.


Aahh ... orang ini yang menabrak aku tadi. batin Lea.


Merasa di amati pria tersebut melirik sedikit ke bawah melihat wajah Lea yang sedang mengamatinya.


Hmmm ... wanita peminta sumbangan pagi tadi, bukannya sudah diusir tapi masih mengikuti sampai di sini? Tidak tahu malu. batin pria itu.



...❤❤...


Hhhh ... siapa yang matikan kipasss panas betul 🔥🥵


Siapa ya itu Bang Raymond ato Mas Gilang? 😍


Terjemahan :


Good morning team \= Selamat pagi team


attention please \= Mohon perhatiannya


Oke thank you \= oke. terima kasih


entertainment \= hiburan


exhibition \= pameran


launching \= meluncurkan


store \= toko


flat shoes \= sepatu tanpa hak / sepatu hak datar

__ADS_1


Mau kenalkan lagi nih karya dari temen aku Eet Wahyuni Shandi "Ta Shi Wo De (Dia Miliku)"



__ADS_2