Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Promo Novel terbaru


__ADS_3

Haiii, ketemu lagi kali ini mau promo novel baru aku, judulnya Luna Milik Tuan Muda Barra. Mampir yaa,


Blrub :


Bagaimana jika kamu terjebak menjadi seorang tokoh antagonis dalam sebuah novel, dan kamu harus membuktikan jika sang antagonis jauh lebih baik dari sang protagonis?


Jihan terjebak dalam sebuah novel menjadi tokoh antagonis bernama Luna yang nasibnya berakhir menyedihkan.


Jihan harus menanggung akibat dari perbuatannya yang menertawakan penulis novel karena membuat cerita yang menurutnya pasaran.


Bagaimana cara Jihan mengubah alur cerita, disaat protagonis pria sangat membenci perannya sebagai Luna?


:


Potongan bab 1


“Jangan dong, Haann. Balikiin,” Lidia memohon.


Lidia terus berjalan mundur sambil melompat-lompat menghalangi langkah Jihan, tanpa disadari mereka sudah sampai di ujung bibir anak tangga paling atas.


Saat langkah kaki Lidia hampir saja tergelincir, Jihan langsung menarik tubuh sahabatnya itu agar tidak terjatuh. Namun hal itu membuat posisi tubuhnya malah bertukar posisi dengan Lidia.


Sedetik kemudian, bagai sekelebat bayangan tubuh Jihan sudah terhempas menggelinding hingga ke lantai bawah.


“JIHAANN!” Lidia berseru panik. Kakinya yang gemetar, ia paksakan untuk berdiri dan turun ke bawah untuk melihat kondisi sahabatnya.


Jihan terkapar tidak sadarkan diri, dengan kepala robek terbentur pegangan tangga dan mengeluarkan darah yang begitu banyak. Ponsel Lidia masih ada dalam genggaman Jihan dengan layar retak menampilkan sampul depan novel favorite Lidia, ‘Violet milik Tuan muda Barra.’


“Aargghhh.” Jihan mencoba menggerakan tubuhnya. Tulang belulangnya seakan lepas dari persendiannya. Ia mencoba membuka matanya, namun hanya kegelapan yang terlihat.


“Sepertinya aku dah ko’it ini,” keluh Jihan. Berulang kali ia mengerjapkan matanya untuk mengusir rasa pening yang mendera kepalanya.


Bunyi ketukan pintu dan suara orang memanggil sayup-sayup masuk ke dalam indera pendengarannya, “Jangan bilang itu panggilan malaikat maut.”


“Lun … Lunaaa. Bangun!” Tepukan di bahu membuat matanya terbuka lebar. Seorang pria setengah baya memandangnya dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


“Kamu pasti mabuk lagi semalam, bangun! Tiga jam lagi pernikahanmu, dan kamu masih bau alkohol!” Pria itu menarik tubuhnya bangkit dari tidur dengan paksa, lalu menyerahkan dirinya pada beberapa pelayan yang berdiri di belakang pria setengah baya itu.


“Mari Non Luna, mandi dulu.” Pelayan itu memapah tubuhnya yang masih belum dapat berdiri dengan tegak.


“Tunggu … kamu panggil saya siapa tadi?” Jihan menghentikan langkahnya dan menghadap pelayan itu dengan kening berkerut.


“Nona Luna,” sahut pelayan itu bingung.


“Kalian salah orang, saya bukan Luna.” Jihan berusaha melepaskan dirinya dari pegangan dua pelayan di kanan dan kirinya.


“Cepat paksa dia masuk kamar mandi, dia masih mabuk itu,” seru pria setengah baya itu kesal.


“Jangan sembarangan bicara, Tuan. Aku bukan Luna, aku Jihan. Aku tidak mabuk!” Dengan sedikit terhuyung Jihan berjalan menghampiri pria setengah baya itu dan menunjuk wajah pria itu dengan jari telunjuknya, “Anda yang mungkin tidak waras.”


Plaakk!!


Telapak tangan pria setengah baya itu menempel dengan keras di pipi Jihan.


“Jangan kurang ajar dengan Ayahmu! Kamu itu kalo lagi mabuk seperti orang tidak waras!” sergah pria setengah baya itu yang ternyata Ayah dari Luna, wanita yang tubuhnya digunakan oleh Jihan.


“Tunggu … tunggu!” Jihan berteriak panik saat para pelayan itu menggiringnya masuk ke dalam kamar mandi.


“Non, ayolah mandi dulu. Nanti kami dimarahin sama Tuan Besar.” Seorang pelayan berhasil membuka gaun tidurnya.


“Sebentar lagi Tuan Barra calon suami Non Luna datang, kalo Non Luna belum siap beliau bisa ikut marah.” Pelayan yang jauh lebih muda menggiringnya ke bawah shower.


“Saya Jihan bukan Luna … tunggu, siapa tadi nama calon suami Luna yang kamu sebut??” Jihan membalikkan badannya yang sudah basah menghadap pelayan muda itu.


“Tuan Barra.”



Bagi yang suka dengan cerita roman fantasi dan ada misterinya dikit, mungkin suka dengan cerita baru aku 🙏🥰


...❤...

__ADS_1


Ada juga nih yanh masih si novel CEO dingin kau milikku. Ini kisa Alexander putra sulung dari Pak Beni, ada juga kisah si Jonathan anak bungsunya Pak Beni. Dia baru aja bertemu dengan jodohnya yang akan datang. Mampir juga yaa


Blurb :


“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya.


Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.


...❤...


Ada juga kisah remaja sepupu Raymond yang sudah tamat. Bisa baca marathon sampai habis di Ternyata itu Cinta


Blurb :


Cinta itu tidak punya mata, mulut dan juga telinga yang dia punya hanyalah hati. Tidak perlu mata, mulut dan telinga untuk tahu arti Cinta, tapi jika kamu ingin tahu apakah itu benar Cinta, coba tanyakan hatimu – Langit Angkasa


Aku tidak tahu dan tidak kenal apa itu Cinta, tapi aku nyaman dekat denganmu dan tidak mau kaamu menjauh. Apakah itu yang dinamakan Cinta? - Gita Gempita



Thxu ya atas


Like, komen, gift dan Vote


Temukan saya di


IG : ave_aveeii


FB : cerita aveeii

__ADS_1


❤ U


__ADS_2