Cinta Jangan Datang Terlambat

Cinta Jangan Datang Terlambat
Bonchap : Siap Bestie?


__ADS_3

"Hai, bestie," sapa Kinanti saat wajah Lea dan Nina nampak di layar ponselnya.


"Tumben nelpon bertiga, ada apa?" tanya Nina yang sedang menyusun daftar nama undangan.


"Pak Raymond ada di rumah ga, Lea?" tanya Kinanti.


"Ga ada. Tadi bilangnya mau ketemu klient penting." sahut Lea yang terlihat mondar mandir di dalam dapur.


"Mmm, gini ... eh, tapi kalian jangan punya prasangka buruk dulu ya," ujar Kinanti ragu.


"Ada apa?" Lea dan Nina sontak menghentikan kegiatan mereka.


"Aku ngerasa laki-laki kita tuh, lagi merencanakan sesuatu deh malam ini. Malam ini kan sebenarnya aku ada janjian sama Gilang nonton berdua, tapi batal. Iseng aku buka ponselnya, ternyata mereka bertiga punya grup chat belum ada seminggu dibuat. Isinya sih ga banyak, cuman banyak sticker cewek cantik. Terus Pak Ray kirim lokasi, di bawah ada tulisannya, dandan yang ganteng dan wangi kita hepi-hepi malam ini," papar Kinanti.


"Lokasinya di mana?" tanya Nina.


"Tempat karaoke keluarga di jalan melati."


Nina dan Lea menatap lurus ke arah kamera. Tangan Lea sudah mengepal dengan bibir mengekerucut tajam.


"Pantessss, dari sore senyum-senyum terus," geram Lea, "Aku mau kesana, kalo ga lihat langsung ga puas. Kalian mau ikut ga?"


"Aku ikut, Lea. Kamu gimana, Nin?" tanya Kinanti pada Nina yang wajahnya muram.


"Ayoo ikut, Nin. Kita kasih pelajaran sama mereka," sahut Lea semangat.


Belum ada hitungan jam mereka bertiga sudah sampai di depan area karaoke keluarga yang diduga ada pasangan mereka di dalamnya.

__ADS_1


"Kamu bawa apa itu, Lea?" tanya Nina sembari melirik kantung plastik besar yang di bawa Lea.


"Pampersnya Kanaya. Biar dia tau, masih punya anak balita mau macam-macam."


"Kamu sendiri bawa apa, Kin?"


" Aku ga bawa apa-apa cuman hak sepatuku tajam. Kalo dia macam-macam ...." Taakkk! Kinanti menghentakan kakinya dengan keras.


"Kamu, Nin?"


"Ini aja. Kalau Lukman macam-macam, ini aku masukan ke dalam ce*lananya," ujar Nina seraya menunjukan cincin pertunangannya.


Dengan langkah mantap mereka bertiga masuk ke dalam area karaoke keluarga yang sangat ramai di malam minggu.


"Permisi, kami mau cari teman kami. Booking room atas nama Raymond Sanjaya, ada?" tanya Lea pada receptionist yang berjaga.


"Room VVIP nomer 3 lantai 5. Ladies yang lain sudah sampai dari tadi," ujar receptionist.


"Terima kasih ya, Mba." Lea menarik tangan Kinanti.


Sampai di depan ruangan VVIP nomer 3. Langkah mereka terhenti. Suara nyanyian dan dentuman musik terdengar keras dari balik pintu.


"Kalian siap bestie?" ujar Lea yang mempimpin pasukan.


"Siap!" Keduanya menyahut mantap.


Kinanti membuka sepatunya lalu mengetuk pintu ruangan itu menggunakan hak sepatunya dengan keras.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka, kepala salah satu model keluar, "Mba Kinanti? ... Bu Lea??" Wajahnya memucat saat melihat manager dan ibu bosnya berdiri di depan pintu dengan wajah masam.


"Siapa?" suara berat dari dalam ruangan terdengar.


Model itu tak menjawab, hanya mundur teratur membiarkan pintu ruangan semakin terbuka lebar.


Ketiga pria yang ada di dalam ruangan itu mendadak pucat dan membeku, saat melihat wanita mereka berdiri di depan pintu.


Buughh


Lea melempar kantong plastik besar berisi pampers Kanaya, yang langsung ditangkap dengan sigap oleh Raymond.


"Anakmu nangis terus cari Bapaknya!" seru Lea. Raymond dengan susah payah menelan air liurnya yang tercekat di tenggorokan.


"Pilih cincin ini yang aku lempar keluar, ato kamu yang keluar dari sini," ancam Nina pada Lukman yang tertunduk lemas.


"Lang?! ...."


"Aku pulang!" seru Gilang cepat sebelum Kinanti mengangkat sepatunya lebih tinggi.


"Nin ... Nina." Lukman mengejar Nina yang sudah berjalan cepat menyusul Kinanti dan Gilang.


"Sayang---" rayu Raymond sembari berjalan mendekat dengan memeluk pampers Kanaya. Para barisan model dan SPGnya terlihat berusaha menahan tawa mereka.


"Ga usah sok manis. Pulang sekarang atau aku bawa Kanaya kesini," ancam Lea.


"Iya ... ya aku pulang, jangan marah-marah ya." Raymond memandang Lea dengan tatapan memohon, "Kalian lanjutkan aja." Raymond berjalan keluar setelah memberi kode pada para modelnya.

__ADS_1


...❤❤...


Lanjuutin gaa?


__ADS_2