
Setelah memastikan Ayumi tertidur, Aron menarik selimut kemudian menyelimuti tubuh Ayumi. bangkit dari berbaringnya, kemudian dia melihat Yuma dan Yumi secara bergantian.
“Daddy menyayangi kalian, tapi Daddy juga tidak bisa menutup diri. Maafkan Daddy, harus mengambil langkah ini.” Aron mengusap wajah kasar. Tapi, entah kenapa dia kembali goyah dengan keputusannya. Padahal dia sudah matang mengambil jalan ini, yaitu menceraikan Leana dan juga kembali pada Melisa.
Ya, faktanya Melisa belum meninggal 2 minggu lalu wanita itu tanpa tahu diri datang ke kantor Aron dan menampakan dirinya. Terkejut tentu saja Aron begitu terkejut, bagaimana mungkin orang yang anggap meninggal datang ke hadapannya Aron, bahkan rasanya Aron hampir mati berdiri saat melihat Melisa datang.
Dan pada akhirnya, Melisa pun mengatakan tentang kejadian masa lalu, di mana Melisa memalsukan kematiannya sendiri dengan memakai jasad orang lain. Dia mengatakan karena bibi Aron yang mengancamnya dan menyuruhnya meninggalkan Aron.
karena Aron sudah dari kecil hidup dengan bibinya dan memang dari awal Ana, yang tak lain bibi Aron tidak setuju Aron bersama dengan Melisa. Tapi, Aron kekeh nekat untuk menikahi Melisa.
Sebenarnya itu hanyalah alasan Melisa saja, faktanya bibi Aron tidak menyuruh Melissa untuk meninggalkan Aron, karena semenjak Aron nekad ingin menikahi Melisa bibinya sudah tidak mau ikut campur lagi. Melisa merencanakan ini semua karena terlalu tertekan hidup dengan Aron yang posesif yang selalu mengatur hidupnya, itu sebabnya dia mengambil langkah ini karena dia tahu jika dia tidak mengambil langkah ini dia tidak akan lepas dari Aron.
Dan setelah bertahun-tahun berlalu berpisah dengan Aron dan Melisa sudah kehilangan uang, serta tidak bisa lagi hidup glamour seperti dulu, hingga pada akhirnya dia datang lagi pada Aron dan menjadikan bibi Aron sebagai alasan dia melakukan itu, bodohnya Aron malah percaya.
Tentu saja saat Melisa jujur, Aron mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan Leana dan menceritakan semuanya, tentang dia yang menjadikan Leana sebagai pengganti Melisa. Hingga itu semakin memudahkan Melissa untuk mengambil kembali hati Aron, dengan cara membangkitkan kenangan lama diantara mereka.
Selama dua minggu ini Aron benar-benar dilanda kebingungan, entah kenapa saat melihat Melisa Aron sudah tidak lagi seperti dulu, dengan kata lain dia sudah terbiasa dengan hadirnya Leana.
Namun, hebatnya Melisa mampu kembali mengingatkan Aron pada masa bahagia mereka, hingga pada akhirnya Aron mengambil keputusan ini.
Melisa juga yang menyuruh Aron untuk jujur pada Leana tentang Aron yang sudah mengetahui Ayuma dan Ayumi bukan anaknya. Ya, semenjak Aron menyentuh Leana, sebenarnya Aron mengetahui bahwa Leana bukan mengandung anaknya, sebab dia bukan orang yang pertama kali menyentuh wanita itu, dan itu dikuatkan dengan dugaan ketika usia kandungan Leana.
Tapi, saat itu Aron tidak berpikir tentang kedua anak kembar yang di kandung oleh Leana, yang penting Leana menjadi miliknya. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring tumbuhnya ayuma dan Ayumi Aron merasakan rasa sayang layaknya seorang ayah pada kedua anak sambungnya.
Namun perasaan itu buyar kala hasutan Melisa, hingga pada akhirnya Aron mengambil keputusan akan menceraikan Leana dan akan memberitahu pada kedua anak sambungnya bahwa dia bukan anak kandung dari Ayuma dan Ayumi.
Tapi ada yang tidak Aron tidak sadari, sebenarnya dia sudah ke terbiasa dengan hadirnya Leana, bahkan selama beberapa tahun ini dia sudah tidak menganggap Leana sebagai Melisa.
Sejatinya sekarang, Aaron memilih Melisa bukan karena dia masih mencintai Melisa, tapi karena kenangan yang dibangkitkan oleh wanita itu. Tanpa Aron sadari mungkin suatu saat dia akan menyesali keputusannya, dia akan menderita karena kehilangan kedua anak kembarnya.
Aron bangkit, kemudian dia berjalan ke arah pintu lalu setelah itu dia keluar dari kamar kedua putrinya dan berjalan ke kamarnya.
“Kenapa kau belum tidur?” tanya Aron ketika Leana masih melamun di ranjang.
”Aku menunggumu," kata Leana.
“Ayo kita tidur, besok aku ingin mengajak kedua anak-anak bermain bersama,” ucap Aaron. Sebelum mengatakan yang sebenarnya, dia ingin mengajak ayuma dan Ayumi karena dia belum tahu lagi kapan bertemu kedua anak sambungnya sebab dia ingin mempunyai anak dengan Melisa, tentu saja itu hasutan dari Melisa.
Padahal sebenarnya rasa sayangnya untuk Ayumi dan ayuma juga tidak usah diragukan lagi, dia menganggap ayuma dan Ayumi sebagai anaknya sendiri. Sebenarnya, Aron masih ragu dengan keputusannya, hanya saja Melisa mengingatkan Aron bahwa kehadiran Leana hanya untuk penggantinya dan sekarang dia sudah kembali jadi sudah seharusnya Aron melepaskan Lean.
Dan pada akhirnya, karena ucapan itu Aron nekat dengan keputusannya sendiri, walaupun keraguan menyelimutinya. “Kau mau mengajakanak-anak ke mana?” tanya Leana.
“Mungkin aku akan bertanya pada ayuma dan Ayumi, ayo Leana kita tidur.” Aron merebahkan tubuhnya di ranjang, dengan posisi membelakangi Leana.
Jatung Leana berpacu dengan cepat saat Aron menyebut namanya, karena biasanya Aron akan menyebutnya dengan kata sayang, dan jika dipikir selama 8 tahun ini inilah kali pertamanya lagi Aron memanggil nama aslinya.
__ADS_1
Baru saja Leana bertanya, tiba-tiba dia menghentikan niatnya kala Aron tiba-tiba membelakanginya. “Tuhan, ada apa ini." batin Leana bertanya-tanya, entah kenapa feelingnya mengatakan ada hal besar yang akan terjadi.
Tak ingin banyak berpikir, akhirnya Leana pun berbaring di sebelah Aron kemudian menatap punggung lelaki itu.
‘Kau memang menjadikan aku pengganti Melisa, harusnya aku tahu diri tidak mengharap lebih apapun darimu, karena aku bukan wanita yang kau cintai. Tapi kenapa membayangkan kau pergi dari sisiku begitu menyakitkan.’ Leana membatin matanya membasah ketika melihat punggung Aron, rasanya dia ingin menggerakkan tangannya untuk memeluk Aron tapi entah kenapa nyalinya menciut, dia tidak berani melakukan.
Beberapa hari kemudian
Leana terpaku saat melihat Aaron masuk dan di sebelah Aaron ada seorang wanita, Leana begitu terkejut saat melihat wanita yang sangat mirip dengan dirinya, dan sedetik kemudian Leana tahu itu adalah Melisa.
Berjuta-juta pertanyaan tersimpan di benak Leana, Melisa. Bukankah Melisa sudah meninggal lalu kenapa sekarang dia datang bersama Aron, dan yang lebih mengejutkan kenapa dia datang ke rumah ini. Tunggu ... Tiba-tiba jantung Leana berdetak 2 kali lebih cepat, nafasnya mendadak tidak beraturan saat menyadari sesuatu, apakah perannya sebagai Melisa akan selesai sampai di sini.
“Leana!” panggil Aron, Leana tersadar matanya sudah membasah satu kali kedipan saja mungkin air matanya akan menganak sungai. Leana bangkit dari duduknya, kemudian tersenyum. Namun tidak dipungkiri rasanya tubuhnya hampir saja ambruk ke bawah.
“Bisa kita bicara di kamar?" Tanya Aron hingga Leana mengangguk.
“Hai," sapa Melisa, “Tidak usah di ceritakan lagi bukan aku siapa. Aku Melisa terima kasih sudah menggantikan peranku selama ini, Aku tidak akan menceritakan panjang lebar yang pasti aku belum meninggal," kata Melisa lagi dengan senyuman yang mengembang, dia begitu puas menatap wajah Leana yang memucat, hingga Leana tersenyum.
“Ayo.” Entah kenapa Aron tidak terima kala Melisa berbicara seperti itu pada Leana, hingga dia mengajak Leana untuk segera pergi ke kamar.
“Melisa Kau tunggu di sini," ucap Aaron lagi.
“Oke, baby,” jawabnya. Mendengar nama panggilan Melisa pada Aron, rasanya hati Leana seperti ditusuk ribuan belati, bahkan kali ini bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata wanita cantik itu, beruntung Aron sedang melihat ke arah lain hingga Aron tidak tahu dia menangis dan pada akhirnya di sinilah mereka berada di kamar Aron.
Leana duduk di sofa begitupun dengan Aron hingga kini keduanya duduk bersebelahan.
yang memulai pembicaraan.
“Panjang ceritanya dan ada peran bibiku dibalik ini ....” Aron menjadi sejenak ucapannya kemudian bersila lalu menghadap ke arah Leana.
“Aku tahu, aku egois tapi ....”
“Apa peranku sebagai Melisa sudah selesai?” leana memotong ucapan Aron hingga Aron terdiam, entah kenapa melihat wajah Leana yang seperti ini, Aron seperti ditusuk ribuan belati, rasanya dia tidak rela melihat wajah leana yang tampak penuh dengan kesedihan.
Leana menghapus air matanya yang sudah keluar kemudian mengangguk. “Tiidak usah bicara panjang lebar. Aku akan pergi dari sini dan juga soal ayuma dan Ayumi ....”
“Aku tahu," jawab Aron mendahului.
”Apa!” Leana terpekik saat mendengar ucapan Aron. Aron pun menjelaskan dari awal sampai akhir di mana dia sudah tahu bahwa Ayumi dan ayuma bukan anak kandungnya, sehingga Leana menutup mulut tak percaya.
“Ke-kenapa kau berpura-pura tidak tahu jika mereka bukan anak kandungmu?” tanya Leana, wajah Leana sudah sangat memucat, jantungnya seperti berhenti berdetak dunianya menggelap dia merasa malu pada Aron, ternyata selama ini Aron sudah tahu.
“Tidak perlu merasa bersalah, karena inilah keputusanmu. Walupun mereka bukan anak kandungku tapi aku ....”
“Jadi kami bukan anak Daddy.” Tiba-tiba terdengar suara ayuma dan Ayumi dari arah luar, rupanya mereka mendengar pembicaraan kedua orang tua mereka. Tadinya mereka ingin memanggil Aron karena hari ini adalah jadwal mereka belajar bahasa asing dengan sang ayah, tapi kedua anak kembar itu malah mendengar hal yang menyakitkan.
__ADS_1
Leana membulatkan matanya saat ada ayuma dan Ayumi di kamar mereka dan ketika Yumi dan Yuma menghampiri Aron dan leana, Aron membungkuk menekuk kakinya dan menyetarakan diri dengan kedua anak sambungnya.
“Jadi, Daddy bukan ayah kami?” tanya Ayuma, matanya sudah membasah saat mendengar kata-kata itu dari sang ayah.
Aron menghela nafas kemudian menghembuskannya. “Maafkan Paman.” Tiba-tiba Leana menatap Aron dengan nanar, di mana Aaron menyebut dirinya sendiri sebagai paman di hadapan Ayuma dan Ayumi.
“Da-daddy, apa maksudnya ini, kenapa kami harus memanggil Daddy Paman.” kali ini Ayumi yang berbicara, bahkan tangis gadis kecil itu sudah berlinang.
“Paman minta maaf ....”
”Aron kumohon jangan beritahu mereka," ucap Leana yang memotong ucapan Aaron, hingga Aron menoleh.
“Maaf, Leana. Aku harus memberitahu semuanya, suatu saat aku akan mempunyai anak dengan Melisa dan aku tidak mau membuat anakku bingung.”
Rasanya dunia Leana benar-benar menggelap ucapan Aron benar-benar menncap di jantungnya, tidak bisa didefinisikan lagi bagaimana sakitnya sekarang Leana, dari mulai kedatangan Melissa sampai sekarang ucapan Aaron pada ayuma dan Ayumi.
Aron kembali menoleh pada kedua anak sambungnya. “Walaupun Paman bukan ayah kandung kalian, tapi Paman menyayangi kalian,” jawab Aron, ada yang aneh dengan perasaannya entah kenapa dia tidak terima dengan dirinya sendiri ketika menyebut dia bukan ayah ayuma dan Ayumi, hati nuraninya meronta mengatakan bahwa dialah ayah dari kedua anak kembar yang ada di depannya. Tapi dia sudah terlanjur jatuh dalam keputusannya..
“Mommy!” panggl Ayuma yang meminta jawaban dari sang ibu. Leana yang sudah berlinang air mata langsung menoleh ke arah kedua putrinya, dia berusaha menegarkan hatinya dan menguasai dirinya dia tidak boleh lemah untuk anak-anaknya
“Yuma ....Yumi." hanya itu yang Leana katakan padahal dia ingin mengatakan apa yang diucapkan oleh Aaron adalah benar tapi saat melihat wajah anaknya yang berlinang air mata rasanya dia tidak sanggup mengatakan itu.
“Yuma ... Yumi, kalian tunggu dulu di kamar oke Paman akan menyusul nanti.” Pada akhirnya Aron menyuruh kedua anak kembarnya untuk keluar dari kamarnya entah kenapa dia tidak mau melihat kedua anaknya menangis, rasanya hatinya meronta-ronta ingin memeluk ayuma dan Ayumi.
Yuma maju ke arah Aron, kemudian dia menatap Aron dengan tegas, hingga Aron terkesima dengan tatapan Yuma. “Baiklah Paman, jika Paman bukan ayah kami.” Yuma mengatakan itu dengan tegar namun suaranya bergetar pertanda dia ingin menangis, tapi dibandingkan Yumi, setidaknya Yuma lebih kuat.
“Ayo Yumi, kita keluar." Yuma langsung berbalik kemudian menarik lengan sang adik, hingga Aron terpaku ketika melihat punggung kedua putrinya yang berjalan dan tak lama Aron tersadar ketika mendengar suara isaka Leana.
Aaron bangkit dari berlututnya kemudian dia membawa Leana ke dalam pelukannya. “Maafkan aku yang harus mengambil keputusan ini,” kata Aron, Leana menggangguk dalam pelukan Aron kemudian wanita itu langsung membalas pelukan suaminya ini mungkin pelukan terakhir kalinya Leana memeluk Aron, dia juga menempelkan perutnya pada tubuh lelaki itu, karena tanpa
Aron sadari, Leana sedang mengandung anaknya.
Leana ingin memberitahukan bahwa dia mengandung saat hari ulang tahun Aron yang satu minggu lagi, tapi ternyata sebelum dia memberi kejutan, dia sendiri yang terkejut.
Aaron melepaskan pelukannya dari Leana, kemudian dia mengakup kedua pipi istrinya.
”Kau tidak usah khawatir, kau tidak akan kesulitan walaupun berpisah denganku. Aku akan menjamin semuanya, kau tidak perlu bekerja, jalani saja harimu dengan enjoy.”
Nyess
Ucapan Aron emang menenangkan, tapi begitu menyakitkan hingga Leana hanya mampu mengangguk, dulu dia pergi dari Geo ketika mengandung ayuma dan Ayumi, sekarang dia harus mengulangi hal yang sama.
“Aku sudah menyiapkan apartemen untukmu dan putrimu, tentu saja apartemennya sangat mewah dan putrimu tidak karena merasa kekurangan." Belum sembuh luka yang diberikan Aron barusan, Leana harus kembali merasa tersayat lagi ketika mendengar ucapan Aron yang terang-terangan mengusirnya bahkan menyebut ayuma dan dan Ayumi sebagai putrinya saja.
Ya, memang Yuma Yumi hanya putrinya, tapi entah kenapa mendengar Aron mengatakan itu rasanya lebih menyakitkan daripada apapun.
__ADS_1
“Aku akan berkemas terlebih dahulu," kata leana diap sudah tidak sanggup berhadapan dengan suaminya hingga pada akhirnya dia berjalan ke walk in closet dan lagi-lagi Aron merasa heran dengan hatinya, yang ingin menggapai bahu Leana yang gemetar, rasanya dia ingin menenangkan wanita itu tapi tentu saja dia tidak melakukannya.
Leana masuk ke dalam walk in closed, kemudian dia membuka koper dengan hati yang hancur wanita itu memasukkan satu persatu pakaiannya hingga pada akhirnya dua koper terus.