Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Rumah baru


__ADS_3

Leana masuk ke dalam rumah yang sudah dia sewa. Rumah tampak gelap hingga Leana langsung berjalan menelusuri dinding, dan dia pun langsung bertemu dengan saklar, lalu menekan tombol tersebut hingga lampu menyala.


Leana melihat ke sekelilingnya. Banyak sekali debu, karena rumah ini sudah jarang dipakai. Namun, dia bersyukur dia mendapatkan fasilitas yang lengkap seperti kamar dan lain-lain.


Pada akhirnya, Leana berjalan ke arah atas, di mana kamarnya berada. Mungkin dia akan memperbaiki rumahnya sedikit demi sedikit dan membersihkannya, agar tidak kumuh.


Leana mengelilingi rumah, dan ternyata rumahnya jauh seperti yang di foto. Di foto, rumah yang Leana tempati terlihat rapi, bersih. Namun, yang terjadi sebaliknya. Helaan napas terlihat dari wajah Leana. Wanita itu berjalan ke arah sofa.


Ini sudah pukul satu malam, dan dia memutuskan untuk tidur. Dia harus mengumpulkan tenaganya untuk bekerja besok malam.


Leana mendudukkan diri di sofa, kemudian dia mengangkat kakinya lalu membaringkan tubuhnya. Dia menjadikan tangannya sebagai bantal. Barusan dia merasa ngantuk, tapi ketika berbaring ngantuknya hilang begitu saja, berganti dengan rasa sedih yang luar biasa.

__ADS_1


Suasana kali ini begitu sepi, menambah kepiluan yang Leana rasakan. Tak lama, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Leana, hingga pada akhirnya Leana memejamkan mata.


"Mommy," ucap Leana. Dia melihat seseorang memakai gaun putih dari belakang. Entah kenapa dia yakin itu adalah ibunya.


Wanita yang dipanggil itu pun menoleh dan bertanya, "Leana, apa kabarmu?"


"Mommy," panggil Leana lagi. Dia melihat wajah yang sangat mirip ibunya, hingga Leana langsung berlari kemudian memeluk sang ibu dengan erat, lalu setelah itu Leana menangis sesenggukan.


Sang ibu hanya bisa mengelus rambut Leana. "Leana, Mommy tahu kau anak kuat, kau anak hebat. Kau tidak boleh menyerah, Sayang. Mommy akan selalu melihat dari sini," ucapnya.


"Mommy!" Leana menjerit. Dia berlari ke sana kemari mencari ibunya, dan tak lama Leana menangis dengan kencang ketika ibunya sudah tidak ada di sekitarnya.

__ADS_1


Leana terbangun dari tidurnya. Napasnya memburu, dengan mata yang melihat sekelilingnya. Pada akhirnya, Leana menyadari bahwa itu hanya mimpi.


"Kenapa kau hanya sebentar singgah di mimpiku, Mommy?" tanya Leana dengan lirih. Wanita itu melihat ke arah jam, dan ternyata waktu menunjukkan pukul empat pagi.


Tiba-Tiba perut Leana berbunyi. Dia lupa dia belum makan apapun, hingga Leana pun bangkit dari duduknya kemudian wanita malang itu pun, berjalan ke arah koper lalu setelah itu dia membuka beberapa cemilan yang dia bawa.


Setelah mengobrak-abrik kopernya, Leana menemukan camilan yang dia cari. Wanita cantik itu langsung berjalan ke arah sofa, tapi walaupun dia sudah makan camilan itu, entah kenapa dia merasa perutnya masih lapar, hingga Leana menghela napas.


Tidak ada makanan lain yang dia miliki sekarang, hingga pada akhirnya Leana terpaksa harus sabar menunggu sampai besok untuk membeli makanan.


***

__ADS_1


Malam berganti pagi ketika Leana terbangun dari tidurnya. Dia merasa seluruh tubuhnya begitu nyeri. Tentu saja, karena dia kemarin melewati perjalanan yang sangat-sangat panjang.


Tiga puluh menit kemudian, Leana sudah selesai membersihkan dirinya. Dia juga sedikit membereskan dapur yang tampak berdebu.


__ADS_2