Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Pelajaran


__ADS_3

Jantung Steve berdetak dua kali lebih cepat saat menyadari bahwa ayah dan ibunya sedang berada di India. Napasnya mendadak memburu.


Tunggu, apa sang ibu dan ayahnya sudah mengetahui apa yang dia lakukan terhadap Maudy? Secepat kilat Steve berlari ke dalam. Dia harus memastikan sesuatu.


"Mommy, Daddy!" panggil Steve.


Nauder dan Elsa yang sedang duduk, menoleh dengan sorot mata keduanya yang begitu datar menatap Steve.


“Ka-kalian di sini ternyata," ucap Stev.


"Kami hanya ingin bertemu dengan cucu kami," ucap Elsa.


Elsa dan Nauder sepakat untuk tidak memberitahukan apa yang Steve lakukan pada Maudy karena mereka tidak ingin membuatnya tertekan. Mereka juga berencana akan menyuruh Steve untuk pulang lebih dulu.


"Oh, kalian rindu Geo?" tanya Steve dengan gugup.


"Kenapa kau gugup sekali, Steve?" Kali ini, Elsa yang bertanya hingga wajah Steve tampak semakin tegang.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Steve sembari melihat ke sana ke mari.


"Maudy ke mana?"


"Dia di belakang," jawab Elsa.


Steve menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia bingung, jika memang Ayah dan ibynya sudah mengetahui apa yang dia lakukan, tentu saja mereka akan menegurnya atau bahkan yang lebih parahnya, adalah menyuruh dia pulang dari India.


Namun sekarang, mereka malah terlihat anteng-anteng saja meskipun sikap orang tuanya begitu dingin pada Steve.


"Oh baiklah, aku akan menyusul Maudy," jawab Steve yang langsung meninggalkan area ruang tamu, kemudian mencari mantan istrinya yang sedang membuat kan jus untuk Elsa dan Nauder.


****


Lalu kini keempat insan itu sudah duduk di sofa, Elsa dengan Nauder dan Steve dengan Maudy.


"Mommy, Daddy, kenapa kalian tidak memberitahuku kalau kalian akan ke sini?" tanya Stev dia berusaha tenang dekat Maudy.


"Kami ingin mengatakan bahwa sepertinya kau harus segera pulang, Steve. Banyak sekali kekacauan yang terjadi di perusahaan," ucap Nauder sembari menatap Steve dengan sorot tajam, membuat pria itu menelan saliva.

__ADS_1


Dari tatapan sang ayah, Steve yakin Nauder mengisyaratkan sesuatu, tapi dia tidak tahu apa itu.


"Kita bicarakan itu nanti saja," jawab Elsa.


***


"Kakek!" teriak Geo dari arah luar, rupanya Geo dia baru saja pulang setelah dijemput Steve.


Nauder langsung menangkap Geo kemudian dia mengayunkannya ke udara, kemudian mencium pipi gembul cucu kesayangannya itu.


"Apa kau menjemputku agar aku bisa pulang lagi ke Rusia?" tanya Geo dengan polosnya membuat mata Steve membulat. Dia yang sedang berada di sana, merasa terkejut mendengar ucapan putranya.


Nauder sendiri kini menatap Steve dengan memicingkan matanya. Ternyata, keputusannya ke sini itu tidak salah. Putranya ini sungguh tidak bisa dimengerti dan tidak bisa diberi pelajaran.


"Tidak, Kakek hanya bermain saja ke sini, Kakek rindu denganmu."


"Geo," panggil Elsa membuat Nauder menurunkan Geo dari pangkuannya yang kemudian langsung menghampiri sang nenek.


Maudy yang sudah tahu bahwa Geo akan pulang, memutuskan untuk berdiam diri di kamar. Meskipun ada mertuanya, tapi dia belum sanggup untuk melihat anak itu, apalagi dia tidak mau melihat mengacuhkannya di hadapan orang lain.


***


"Mommy," jawab Maudy yang langsung membukakan pintu untuk Elsa.


"Boleh Mommy bicara?" tanyanya.


Maudy mengangguk dan Elsa pun masuk, hingga kini pasangan mantan mertua dan menantu itu sudah duduk di sofa dengan posisi berdampingan.


"Mommy akan membuat Geo kembali lagi seperti dulu padamu," ucap Elsa yang mengerti dengan perasaan Maudy.


"Tidak apa-apa, Mommy, mungkin aku hanya butuh waktu," ucap Maudy.


***


Waktu menunjukkan pukul delapan, saat acara makan malam berlangsung dengan suasana yang hening. Semua orang fokus pada makanannya kecuali Geo yang terus minta disuapi oleh Steve. Jelas hal itu tak luput dari penglihatan Elsa serta Nauder.


Sementara Maudy, sedari tadi dia hanya diam melihat interaksi Geo dan Steve. Awalnya, dia tidak ingin makan malam bersama, tapi dia merasa tidak enak pada mantan mertuanya, hingga dia pun memutuskan untuk ikut.

__ADS_1


Sejak mulai duduk sampai detik ini, Maudy merasakan sakit kala menyadari bahwa Geo sama sekali tidak melihat ke arahnya, padahal sejak semalam dia belum menunjukkan diri di hadapan anak itu.


Namun, Geo pun seakan tidak peduli tentang hal itu padahal biasanya, anak itu akan mengamuk saat dia tak ada di sampingnya, berbeda dengan sekarang di mana Geo tak meliriknya sama sekali.


"Ekhem." Tiba-Tiba, Nauder berdeham menyadarkan Steve dari, membuat Stev langsung menoleh. Dia ingat harus menjaga sikap jika ayahnya ada di sini.


Pada akhirnya, acara makan malam pun selesai. "Mommy, Daddy, maaf bolehkah aku langsung pergi ke kamar?" ucap Maudy yang memutuskan untuk segera pergi ke kamar.


"Hmm, Maudy istirahatlah.”


Maudy untuk terakhir kalinya melihat ke arah Geo, berharap bocah kecil itu menoleh ke arahnya. Namun sayang, dia malah sibuk mengobrol bersama Steve hingga membuatnya memutuskan untuk pergi.


"Steve, ayo kita bicara," ajak Nauder ketika Maudy sudah pergi.


"Tidak boleh, Kakek, nanti saja, aku ingin bermain dulu bersama Daddy," protes Geo.


Tadi, Steve yang menyuruh Geo agar dia berkata seperti itu, karena dia tidak ingin berbicara dengan sang ayah, karena dia yakin pasti Nauder akan menginterogasinya.


"Iya kau boleh bermain bersama Daddy, nanti Kakek akan berbicara dengannya saat kau sudah tidur."


"Tidak boleh, Daddy harus menemaniku saat aku tidur," kata Geo lagi.


Sial, ternyata Nauder salah langkah dengan membiarkan Steve pergi ke India. "Baiklah," jawab Nauder yang kemudian ponselnya mengirim pesan ke nomor Steve yang ada di depannya.


"Steve, Daddy menunggumu untuk bicara. Jika kau menghindar, maka kau akan tahu akibatnya." Nauder terpaksa mengancam Steve, karena hanya dengan cara inilah membuat pria itu menurut.


Steve pun langsung menoleh pada sang ayah yang ada di depannya. Dia kemudian menunduk. Mulai saat ini, dia harus memikirkan jawaban yang masuk akal.


***


Steve melihat jam di dinding, ternyata waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan sekarang, dia harus menemui sang ayah. Sejak tadi, dia berusaha untuk membuat Geo tidak mengantuk agar dia punya alasan untuk tak menemui Nauder, tapi sayang, sekarang putranya itu malah tertidur.


Alhasil sekarang, mau tak mau Steve harus menemui Nauder. Pria itu menghela napas kemudian turun dari ranjang. Dia keluar dari kamar Geo dan langsung berjalan ke arah balkon, di mana sang Ayah sudah menunggu.


Steve kini berdeham menyadarkan Nauder dari lamunannya, hinhga pria itu menoleh. "Daddy," panggil Steve.


"Kemari, Daddy ingin berbicara denganmu," ucap Nauder.

__ADS_1


Steve dengan ragu, melangkah mendekati Nauder yang kini berkata, "Apa kau sengaja melakukan ini?"


Rahang Nauder tampak mengeras saat melihat Steve yang tiba-tiba meringis saat Nauder


__ADS_2