
Elsa berdiri depan sebuah gaun yang sangat indah, tapi walaupun indah Elsa sama sekali tertarik dengan pakaian itu, dia hanya melihat gaun itu sebagai gaun yang selalu dipakai Sandra.
“Apa aku pantas memakai pakaian yang seperti ini.” Terbesit kesedihan di dalam wajah Elsa, dia memang terlihat kuat namun dia begitu rapuh ketika mengingat kenangan dulu, hingga sekarang Elsa berpikir untuk meniru apapun yang dilakukan Sandra, termasuk cara berpakaian Sandra.
Dia tidak ingin Nauder berpaling, karena bosan. Dia memang tidak akan mengeluh jika nantinya Nauder, berpaling lagi darinya. Tapi tetap saja Elsa ingin berusaha menjadi wanita yang disenangi suaminya.
Nauder menatap Elsa yang sedang berdiri dengan mata yang berkaca-kaca, sedari Elsa masuk ke butik ini saja Nauder sudah mengetahui isi pikiran istrinya.
Perlahan Nauder pun berjalan ke arah Elsa kemudian dia langsung memegang bahu calon istrinya, hingga Elsa tersadar. ”Bagaimana gaun ini?” tanya Elsa dengan bibir sedikit gemetar. Sedari tadi dia berusaha menahan tangis, karena mengingat masa lalu dan ketika Nauder menghampirinya, tangis Elsa hampir saja keluar..
***
Waktu bergulir begitu cepat, tak terasa Ini sudah 7 tahun, 7 tahun lalu, Elsa dan Nauder kembali menikah. 2 tahun setelah pernikahan, akhirnya Elsa bisa mengandung.
Perjuangan mereka tidak mudah, pada akhirnya mereka mengikuti proses bayi tabung, dan akhirnya Elsa melahirkan 2 bayi kembar perempuan dan lelaki.
Nauder memberikan nama putranya Steven, dan putrinya Georgina.Banyak yang terjadi di dalam kehidupan Elsa dan Nauder setelah mereka menikah.
Keraguan Elsa seketika sirna, dia yang awalnya selalu berpikir Nauder akan meninggalkannya berubah pikiran, setelah menikah dia tidak pernah lagi curiga pada suaminya.
__ADS_1
Karena selama 7 tahun ini, Nauder tidak pernah pergi kemanapun, dia selalu menempel padanya dan pada anak-anak, mereka menjalani hidup dengan bahagia dan sekarang, Elsa sedang membujuk suaminya untuk mengikuti program bayi tabung lagi.
Tapi, Nauder tidak setuju, dia tidak ingin Elsa kesakitan lagi.
“Daddy!" teriak Stev saat masuk kedalam rumah, bocah kecil itu langsung berlari ke arah dalam.
Gina sang kakak yang berada di belakang Stev hanya menggeleng, ketika melihat adiknya begitu heboh. Kepribadian saudara kembar itu sangat berbeda, Gina lebih kalem seperti Elsa, sedangkan Steven lebih cerewet seperti Nauder.
Nauder yang baru saja turun dan berniat pergi dapur untuk mengambil minum langsung terpekik, ketika mendengar teriakan putranya, dia pun langsung berlari Lalu setelah itu dia menangkap tubuh Steven dan mengayun-ayunkannya ke udara, dia begitu rindu dengan kedua anaknya.
Sebab dia baru saja pulang berlibur bersama Elsa, dan dia menitipkan kedua anak kembarnya pada Damian dan helmia. Ya, bertahun-tahun berlalu akhirnya hubungan keluarga itu pun membaik, bahkan sekarang Damian dan Nauder seperti kakak adik pada umumnya.
“ Gina kau tidak rindu Daddy?”
“Tidak, biasa saja,” Jawab Gina sambil mengibaskan rambutnya, gadis kecil itu masih merajuk karena dia tidak dibawa liburan oleh sang ayah. Itu sebabnya, dia tidak mau menegur ayahnya.
“Gina!” panggil Nauder ketika sang putri terlihat akan pergi ke kamarnya.
“Apa,” jawab Gina dengan acuh, dia benar-benar tidak ingin berbicara dengan ayahnya.
__ADS_1
“Sebagai permintaan maaf, kau boleh meminta apapun,”kata Nauder.
“Daddy, kau tidak menawariku?" protes Stiven
“Hmm, kau juga boleh.”
Gina tampak berpikir, kemudian dia mengibaskan rambutnya lagi. “Tidak mau," jawabnya, Gina pun langsung berbalik untuk ke kamarnya sedangkan Stev langsung mencari ibunya.
“Terima kasih sudah menjaga anak-anakku,” ucap Nauder ketika Damian masuk kedalam rumah.
Damian berdecih. “Lebih baik jika kau tidak menitipkan kedua anakmu lagi," ucap Damian dia selalu berkata seperti itu, tapi ketika Nauder pergi, dia selalu menerima kedua keponakannya dengan senang hati.
Damian mendudukkan diri di sofa, diikuti Nauder yang juga ikut duduk seberang Damian. Damian melihat kesana kemari memastikan tidak ada yang mendengar lalu dia berbisik.
“ Bagaimana apa kau bawa pesananku?” tanya Damian berbisik dengan suara pelan. Nauder menahan tawa saat melihat Damian Yang sepertinya terlihat malu-malu
“Hmm, Aku membawa, mau aku am ....”
Damian langsung melemparkan bantal sofa ke arah Nuader saat nauder berbicara dengan keras, bisa mati pamornya jika ketahuan oleh orang lain bahwa dia menitip obat kuat pada Nauder.
__ADS_1
“Ini titipanmu bukan?” tiba-tiba Elsa berjalan dari arah belakang membuat Nuader, tertawa ternyata Elsa menemukan barang titipan damian. Seketika Damian ...