Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Tertipu


__ADS_3

“Ayahku mana?” tanya Steve pada anak buah Nauder yang sedang berada di mobil.


”Ayah Anda? kenapa Anda menanyakannya pada kami? Kami berniat mengantarkan mobil ini ke bengkel,” jawab salah satu anak buah Nauder.


“Apa apa ayahku ada di mansionnya?” tanya Stev.


”Hmm, ayah anda masih ada di mansion,” jawab anak buah Nauder. Tentu saja itu berbohong


Steve menghela nafas ketika anak buah ayahnya mengatakan bahwa sang ayah masih berada di mansion. Itu berarti dia, masih mempunyai kesempatan untuk merebut putranya kembali.


“Ya, sudah kalau begitu kalian boleh pergi.” Stev berbalik, kemudian lelaki itu masuk kedalam mobilnya sendiri.


Semua yang ada di mobil itu tertawa, saat melihat reaksi Stev. Padahal Tuan mereka mungkin sudah pergi ke landasan pacu.


Steve langsung memutarbalikkan mobilnya, begitupun dengan anak buah Steve dan di sinilah Steve menunggu, dia kembali memarkirkan mobilnya di dekat Mansion sang ayah.


***


Stev melihat jam di pergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul 10 malam. Sudah 10 jam pula Stev menunggu di sini, tapi tidak ada tanda-tanda akan keluar.


Mustahil Bukan ayahnya tidak keluar sama sekali, sedangkan info dari pelayan yang ada di mansion , mengatakan bahwa ayahnya akan pergi hari ini.


Stev mengutak-atik ponselnya, kemudian menelpon pelayan tersebut. “Kenapa ayahku belum keluar? Bukankah kau mengatakan ayahku akan pergi hari ini?” tanya Stev


“Tuan Stev, Tuan Nauder mengatakan akan pergi besok, beliau sedang tidak enak badan,” jawab pelayan tersebut, hingga Stev memejamkan matanya, ternyata percuma dia menunggu dari tadi.


Sayangnya, Steve tidak mengetahui bahwa semua pekerja yang ada di mansion Nauder adalah pekerja yang sangat setia, sebab jika mereka main-main dengan Nauder, maka nyawa mereka taruhannya, itu sebabnya ketika Steve menyuruh pelayan untuk mengabarkan semuanya pada Stev, pelayan itu langsung memberitahukan pada Nauder. dan tentu saja Nauder menyuruh pelayan itu untuk berbohong.


Pada akhirnya Stev memutuskan untuk pulang, begitupun dengan anak buah Steve yang sudah sedari tadi nunggu. Dan di sinilah Stev berada, di baru saja sampai di basement apartemen miliknya, lelaki itu pun turun dari mobil, kemudian berjalan ke arah lift untuk naik ke apartemen.


“Bagaimana, apa kau berhasil merebut Geo?” tanya Alia ketika Stev masuk.


“Aku tidak berhasil, ternyata mereka belum pergi," jawab Stev. “Buatkan aku makanan!" titah Stev ketika dia sudah mendudukan diri di sofa.


“Aku belum memasak,” ucap Stev. Helaan nafas terlihat dari wajah tampan Stev “Buatkan saja aku yang ada,” titahnya lagi


“Tidak ada apa-apa di kulkas, kita kan belum berbelanja bulanan,” jawab Alia. Pelayan yang ada di apartemen mereka sudah diberhentikan oleh Alya kemarin, Karena melakukan kesalahan kecil dan dia belum sempat lagi mencari pelayan, itu sebabnya dia tidak menyiapkan apapun untuk Steve.


“Buatkan kan aku mie instan saja,” Titahnya lagi. Stev yang sudah sangat lelah, dia tidak memikirkan apa yang dia makan, dia hanya ingin perutnya kenyang.


“Mi-mie instan juga habis,” jawab Alia, dan itu semakin memetik emosi di diri Stev.


“Apa uang yang aku beri kurang, aku memberikan semuanya. Lalu, kau ...." Stev tidak lagi meneruskan ucapannya, dia benar-benar speechless. Rasa lapar, lelah menerpanya dan ketika dia tahu tidak ada makanan, rasanya Stev ingin mengamuk.

__ADS_1


Alia tidak menjawab lagi, semenjak kepergian Geo kemarin, Stev berubah dia bahkan selalu emosi. “Aku akan memesan makanan,” Jawab Alia.


“Tidak usah, aku akan makan di luar." Stev bangkit dari duduknya, kemudian lelaki itu berjalan ke arah luar.


“Stev, aku ikut,” jawab Alia.


“Tidak mau, aku ingin makan sendiri,” jawab Stev lagi. Pada akhirnya, lelaki tampan itu pun berbalik untuk keluar dari apartemen.


Dia memutuskan untuk makan di restoran yang buka 24 jam, dia sengaja tidak ingin mengajak Alia, karena dia ingin makan dengan hening.


***


Pesawat mendarat di landasan pacu di India, Elsa dan Nauder sudah disambut oleh rekan bisnis mereka, dan setelah di landasan pacu ada mobil yang menunggu dan siap untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


***


“Mommy ... Daddy, rumah ini besar sekali.” Maudy menatap rumah di depannya dengan mata yang membulat, bagaimana tidak rumah itu begitu mewah.


Nuader adalah seorang mafia di masa lalu, tentu saja pekerjaannya berpindah dari satu negara ke negara lain, dan dia selalu membeli rumah di setiap negara yang dia datangi. Tentu saja itu mempermudah jaringannya dan ketika dia sudah berhenti, rumah-rumah yang Nauder beli di seluruh negara diurus oleh orang kepercayaannya.


“ Ayo masuk ini sudah malam, kau dan Geo juga harus beristirahat,” jawab Elsa. Maudy menggangguk, dia pun langsung masuk sedangkan Geo sedari tadi digendong oleh Nauder.


Waktu menunjukkan pukul 2 malam, Maudy memutuskan untuk keluar karena dia tidak bisa memejamkan matanya. Dia memutuskan untuk membuka pintu balkon, dan berdiam diri sana.


Selama 5 tahun ini, Maudy menjalani hidupnya seorang diri. Sedangkan adiknya bekerja di luar negeri, sehari-hari dia menjadi pelayan restoran dengan gaji yang sangat minim, dan dia tidak menyangka sekarang dia mempunyai segalanya dan tinggal di rumah mewah


Ya, selain rumah yang ditempatinya kini, Nauder juga memberikan kartu kredit dan lain-lain, hingga Maudy, dia tidak perlu kekurangan lagi.


“Ekhem.” tiba-tiba ada yang berdahem, membuat Maudy menoleh.


"Oh, Mommy kau belum tidur?” tanya Maudy, ternyata Elsa yang menghampiri menantunya.


“hmm Mommy belum mengantuk. Kenapa kau belum tidur juga?” tanya Elsa yang balik bertanya.


“Aku belum mengantuk Mom.”


Maudy dan Elsa mendudukan diri mereka di kursi, Hingga Kini, posisi mereka bersebalahan.


“Mommy, merasa bersalah padamu. Seandainya Mommy dan Daddy tidak memaksa kau dan Steve, mungkin kau tidak akan menderita karena berpisah dengan Geo selama bertahun-tahun,” ucap Elsa.


Maudy menggeleng. “Tidak Mommy, tidak ada yang harus disalahkan. Aku tidak ingin melihat ke belakang, yang tak penting hidupku aman dari Stev.”


“Mommy akan memberikan anak itu pelajaran agar dia mengerti arti sebuah hubungan,” jawab Elsa. Maudy menggenggam tangan Elsa.

__ADS_1


“Tidak usah melakukan apapun pada Steve, Mom. Aku tidak ingin ada hal buruk lagi yang menimpaku dan Geo, bisa saja dia melakukan sesuatu yang di luar dugaan.”


***


Stev keluar dari mobil dengan sempoyongan, karena dia sedang mabuk. Barusan setelah makan, lelaki itu langsung mampir ke Club, karena dia terlalu stres memikirkan Geo yang sedang berada di tangan ayahnya.


“Stev!” pekik Alia ketika Steve masuk ke dalam apartemen dengan keadaan yang kacau.


“Minggir!” Stev menyingkirkan tubuh Alya, dari hadapannya. Dia sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan apapun dari istrinya, karena dia benar-benar frustasi.


***


“Geo ... Geo, jangan pergi! Geo!” Stev berteriak, dia langsung terbangun dari tidurnya. Rupanya barusan dia mengalami mimpi di mana dia bermimpi Geo pergi meninggalkannya.


Stev melihat jam, ternyata waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Sial! kenapa Aliya tidak membangunkannya dan ternyata dia melihat Alya masih tertidur di sisinya, hingga Stev langsung berdecak, ia pun langsung bangkit dari tidurnya kemudian lelaki itu berjalan ke arah kamar mandi lalu setelah itu membersihkan dirinya dan ketika Stev sudah siap, Alya terbangun.


“Stev, kau mau ke mana?” tanya Alia yang melihat Stev sudah bersiap. Stev tidak menjawab. Dia langsung keluar begitu saja karena dia sudah sangat terburu-buru, dia takut sang ayah sudah pergi.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Stev sampai di Mansion Elsa dan Nauder Tentu saja dia tidak sendiri, banyak sekali mobil anak buahnya yang mengikuti di belakang mobilnya, kali ini dia tidak akan menunggu lagi dia akan menerobos masuk untuk menculik putranya.


Saat masuk ke dalam mention, Steve mengerutkan keningnya, kala melihat mansion tampak sepi, bahkan tidak ada mobil yang berjejer. Rasa was-was langsung menghampiri lelaki itu, hingga dia langsung turun dari mobil. Tapi dia menyisakan anak buahnya untuk tetap berada di luar.


Stev masuk ke dalam mansion, kemudian dia mengedarkan pandangannya, tidak ada siapapun di sana dan berteriak bagi orang kesetanan.


“Kau ini berisik sekali, bisa diam tidak?” ucap Gina yang baru saja turun.


“ke mana Mommy dan Daddy?”


“Mana aku tahu.”


“Gina, Aku sedang malas bertengkar denganmu. Di mana Mommy dan Daddy serta Geo?” tanya Stev yang memberondong kakaknya dengan pertanyaan.


“ Kenapa kau tidak cari saja ke seluruh mansion ini, siapa tahu Mereka ada di salah satu area Mansion Ini," kata Gina. Steve yang memang sedang panik mengikuti apa yang kakaknya ucapkan, dia mencari nauder dan Elsa ke seluruh area Mansion.


Dia berteriak seperti orang kesetanan, memanggil Ayah dan ibunya, sedangkan Gina yang duduk di sofa dan sedari tadi terus tertawa saat mendengar teriakan adiknya


Hingga pada akhirnya, setelah 2 jam mencari ke seluruh bagian mansion, Stev kembali lagi ke bawah. “Mommy dan Daddy tidak ada di sini, ke mana mereka?” tanya Stev pada Gina dengan nafas yang terengah-engah.


“Kau ini, dianugerahi ketampanan dan kekayaan tapi kamu melupakan sesuatu,” ucap Gina tiba-tiba.


“Aku belum makan apa?” tanya Stev


“Kau lupa, bapakmu adalah Nauder.”

__ADS_1


__ADS_2