
“Maksud Daddy apa?” tanya Geo dia menatap Steve dengan tatapan bingung kenapa sang ayah bisa mengatakan bahwa Leana tidak akan kembali.
“Katakan pada Daddy. Apa ada yang terjadi denganmu dan Leana?” tanya Stev, dia malah mengulangi pertanyaannya. “Jawab Daddy, Geo!” Nada intonasi Stev lebih lebih tegas, hingga Geo langsung menatap sang ayah.
“A-aku ....” Geo pun menceritakan apa yang dia lakukan pada Leana, membuat mata Stev membulat, dan bugh! satu pukulan mendarat di pipi Geo. Setelah mengetahui apa yang di lakukan Geo pada Leana, Stev langsung meninju pipi putranya.
“Kenapa kau melakukan itu. Apa Daddy pernah mengajarimu seperti ini!” Stev tidak lagi bisa menahan amarahnya, dia tidak menyangka putranya akan melakukan hal segila ini. “Kau tahu, bisa jadi ini karena apa yang kau lakukan hingga Leana pergi dari sini! Dan dia juga tidak akan kembali lagi ke sini, puas kau sekarang!” Lagi-lagi Steve berteriak di hadapan Geo.
Bukan Steve lebih menyayangi Leana daripada Geo, kasih sayangnya sama untuk ketiga anaknya. Hanya saja, sekarang dia kecewa pada apa yang dilakukan Geo dan sekarang ia tahu kenapa Liana pergi dari rumah mereka. Seandainya Geo tidak melakukan hal itu, Leana pasti masih tetap ada bersama mereka.
Dia sangat mengenal Leana, Leana tidak pernah hidup seorang diri, putrinya tidak pernah hidup kesusahan dan selalu hidup gelimang harta lalu sekarang entah bagaimana kehidupan Putri angkatnya di luar sana.
Tubuh Geo masih diam mematung, dia masih mencerna Apa yang diucapkan oleh sang ayah, kilasan-kilasan ucapan ayahnya barusan menubruk otak Geo, hingga rasanya dia tidak sanggup berpikir jernih. Pada akhirnya dia bangkit dari duduknya, kemudian dia kembali menatap Steve.
“Dad, itu tidak mungkin kan.” Geo masih tidak percaya dengan yang di ucapakan oleh sang ayah.
“Kau pikir saja sendiri, apa kelakuanmu bisa dibenarkan! Kau sadar, Geo, bahwa kau sudah menghancurkan hidup Leana.” Steve berusaha meredam emosinya.
Geo tidak menjawab lagi ucapan sang ayah, lelaki itu langsung berlari menuju lift dia berencana untuk pergi ke kamar Leana mencari petunjuk di sana.
Geo membuka pintu, lelaki itu berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam dan setelah itu, Geo berjalan ke walk in kloset kemudian membuka lemari wanita itu.
__ADS_1
Kosong
Tidak ada apapun di sana, semua pakaian Leana sudah tidak ada di lemari itu, dia ingin mengelak ucapan sang ayah yang mengatakan Leana tidak akan kembali lagi ke sini, tapi lemari yang kosong membuktikan bahwa ucapan ayahnya benar bahwa Leana tidak akan kembali ke sini.
Geo tidak menyerah, dia membuka seluruh lemari Leana dan lagi-lagi lemari itu kosong hanya ada beberapa pakaian yang jarang oleh Leana.
“Le-leana!” panggil Geo dengan bibir gemetar. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Geo dan tak lama lelaki itu memegang pinggiran lemari, karena tubuhnya hampir saja merosot ke bawah
Berjuta-juta sesal dia rasakan, dia tidak menyangka apa yang dia lakukan akan berdampak sebesar ini dan tak lama tubuh dia merosot ke bawah, lelaki itu memukul dadanya yang terasa sesak dan mungkin untuk pertama kalinya dia hidup inilah hal terhancur yang pernah dia rasakan, kehilangan Liana karena kelakuannya sendiri.
“Kau bohong kan, kau bercanda kan!” Maudy yang sedari tadi sudah sadar langsung bertanya pada Steve dan Stev pun mengatakan tentang kelakuan Geo pada leana, hingga sekarang Maudy hampir kehilangan kesadarannya lagi karena mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya.
“Dad, bagaimana aku bisa tenang, ku mohon cari Leana ibawa dia kemari, aku tidak ingin terjadi apapun dengannya," ucap Maudy dengan suara yang pelan, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata wanita itu hingga Stev mengangguk.
“Anak buahku sedang mencarinya kau tidak usah khawatir," kata Geo Stev lagi.
“Ayo kita cari, aku tidak akan tenang jika hanya mengandalkan anak buahmu." Maudy berusaha turun dari berangkar.. Namun dengan cepat Steve menahannya.
“Tenang sayang .... Tenang,” kata Steve. “Kita akan mencarinya sebentar lagi setelah kau tenang.”
***
__ADS_1
Aron terus melihat layar CCTV di mana menampilkan leana sedang memakan makanan darinya. Ya, tadi Dia menyuruh Larry untuk menyimpan kotak makan di meja Leana dan Larry pun menyuruh staf lain untuk melakukan itu, dan sekarang ia terus tersenyum ketika melihat rekaman itu
Waktu menunjukan pulang 7 malam, Leana merentangkan tangannya hari ini dia mengambil lemburan karena ada beberapa berkas yang harus dia teliti.
Leana melihat ke arah jam dinding, dia menghela nafas lalu dia menyadari sesuatu bahwa lantai ini sudah tidak ada siapapun. Leana menggaruk tengkuk yang tidak gatal seketika dia merasa merinding. Dengan cepat Leana pun bangkit dari duduknya kemudian dia keluar namun saat akan berjalan, tiba-tiba Leana menghentikan langkahnya ketika lorong begitu minim pencahayaan.
Leana menguatkan dirinya, dia memang begitu penakut hingga sekarang dia tidak berani melangkahkan kakinya untuk melewati lorong tersebut. Keana memegang pengait Tas, wanita itu kemudian berjalan dengan pelan.
Saat berada di lorong, rasanya Leana ingin berlari tapi tentu saja tidak bisa, dia ingin berjalan sedikit kencang juga tidak bisa hingga pada akhirnya dia hanya bisa berjalan dengan perlahan dan dibayangi rasa takut yang luar biasa.
Tiba-tiba, Leana langsung merasa mual ketika dia selesai melewati lorong dan saat berada di depan lift, etakutan leana bukannya menghilang malah semakin menjadi-jadi.
Dia begitu takut masuk ke dalam lift itu seorang diri, tapi juga dia juga tidak mungkin terus diam di sini hingga pada akhirnya Leana memberanikan diri untuk masuk ke dalam lift.
Namun saat dia akan mencet pintu lift tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang hingga Liana menoleh dan seketika itu juga wanita itu langsung kehilangan kesadarannya.
Leana yang dalam kondisi takut bingung dikejutkan dengan orang yang menepuk pundaknya, tentu saja dia akan langsung tidak sadarkan diri.
Malam berganti pagi Leana, terbangun dari tidurnya sejenak otaknya kosong dia berusaha untuk mengumpulkan nyawanya dan beberapa menit berlalu Leana menyadari sesuatu dia terbaring di ranjang seseorang.
Tunggu! bukankah kemarin dia berada di kantor, lalu kenapa dia berada di sini. Leana menoleh ke arah belakang, Aaaaa tiba-tiba leana berteriak saat melihat siapa yang ada di belakangnya yang tak lain adalah Aaron dia melihat pakaiannya semuanya masih lengkap hanya Aron yang tidur dengan bertelanjang dada yang menjadi pertanyaan kenapa dia bisa ada di sini tidur bersama Aron yang tak lain bosnya yang baru dia lihat dua hari ke lalu.
__ADS_1