
Geng maafin baru up ya anakku demam. huhu
Tubuh Elsa Dia membeku, nafasnya terasa tercekat dia menatapnya Nauder dengan tatapan tak percaya.
Wajah Elsa sudah memerah, membayangkan bahwa jika nauder adalah Alexandra. Sedangkan selama 4 tahun ini, Elsa selalu bercerita semuanya pada Alexandra.
“Ah, kau pasti berbohong!” Elsa masih berusaha mengelak.
“Aku tidak berbohong, kau bahkan sudah tidak menjawab pesanku selama seminggu ini,” jawab Nauder. Tidak bisa di bayangkan betapa malunya Elsa saat ini.
Elsa bangkit dari duduknya, kemudian dia langsung mengambil selang lalu menyemprot tubuh Nauder dengan air, hingga Nauder tertawa
“Kurang ajar, kau kurang ajar!” Elsa berteriak, Dia merasakan emosi yang membara, ternyata selama ini dia menceritakan semua pada suaminya sendiri. Bahkan dia menceritakan tentang Nuader pada Alexander Padahal mereka orang yang sama.
Nauder tidak berhenti tertawa saat Elsa terus memukul tubuhnya, dan Saat Elsa sedikit lengah, Nauder merebut selang yang ada di tangan Elsa, lelaki itu langsung berbalik menyemprotkan air ke tubuh kekasihnya
“Nauder Hentikan!" Elsa berteriak seraya menutup wajahnya. Bukannya menghentikan aktivitasnya, Nauder malah semakin menjadi-jadi. hingga kini kedua orang itu basah kuyup.
Nauder menghentikan aktivitasnya, Lalu setelah itu mereka saling menatap. Nauder menatap Elsa dari bawah sampai ke atas, tiba-tiba ada yang bangkit dari tubuhnya karena tubuh Elsa sangat mencetak dan Elsa terlihat sangat seksii.
Secepat kilat, Nauder menarik tangan Elsa lalu membalikkan tubuh Elsa hingga kini posisi Nauder duduk di atas toilet dan lelaki itu menarik tangan Elsa hingga kini Elsa duduk di pangkuannya.
“Nauder, apa yang kau lakukan!” teriak Elsa dia berusaha bangkit dari duduknya namun tentu saja Nauder tidak memperdulikan ucapan Elsa, dia malah langsung mencium bibir Elsa dengan rakus, hingga mau tak mau Elsa ikut terlarut
Saat suasana semakin panas. Nauder menyuruhnya untuk sedikit bangkit, karena nauder akan mengeluarkan senjatanya.
“Kita akan segera menikah, tidak masalah bukan melakukan ini untuk melebur rindu," ucap Nuader ketika Elsa tampak ragu.
__ADS_1
Saat Elsa akan berbicara, Nauder sibuk bergerak ke sana kemari. Sedangkan Elsa hanya bisa memejamkan matanya menerima apa yang dilakukan, hingga pada akhirnya kegiatan itu berlangsung dan mereka menutupnya dengan nafas yang terengah-engah.
***
“Kau baik-baik saja?" tanya nauder dengan menahan tawa. Sebab sedari tadi masuk ke dalam mobil, Elsa tidak mau melihat ke arahnya. Dia terlalu malu karena kejadian di kamar mandi, dia juga malu karena ternyata Alexander itu adalah Nauder.
“Kau pasti berbohong kan, kau bukan Alexander.” Elsa masih berusaha mengelak padahal jelas-jelas Nuader adalah Alexander.
“Bagaimana apakah aku harus menerima mantan suamiku lagi, apa dia sudah bertaubat. Dia terlihat sudah berubah sekarang. Tapi aku belum yakin." Nauder menirukan pesan Elsa, membuat mata Elsa membulat. Dia langsung mengambil bantal yang dia pegang, lalu memukul tubuh Nauder.
“Kau ini menyebalkan sekali!” Elsa berteriak, memukul Nuader tanpa ampun.
“Tunggu, kau mau bawa aku ke mana?” tanya Elsa.
“Ke suatu tempat.” Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Nauder sampai di sebuah mansion yang sangat megah.
“Ini mansion siapa ini?” tanya Elsa.
“Apa maksudmu?”
“Dulu aku tidak tahu aku kembali lagi padamu atau tidak. Namun aku membangun ini untukmu, tapi ternyata Tuhan begitu baik, hingga kau menjadi milikku lagi.”
“Cih, siapa juga yang mau kembali padamu.”
“Apa tadi kejadian di kamar mandi belum cukup membuktikan bahwa kau ingin kembali padaku, bahkan kau berteriak memanggil namaku selama beberapa kali dan memintaku untuk mempercepat ger ....”
“Nauder, aku sumpal mulutmu jika kau berbicara lagi.” Elsa pun turun dari mobil disusul nauder yang juga ikut turun, hingga kini mereka pun masuk ke dalam.
__ADS_1
Beberapa kali Nauder ingin menggenggam tangan Elsa. Namun Elsa selalu menghindar seperti biasa mantan istrinya ini selalu merasa gengsi. Padahal jelas-jelas dia tahu rasa ingin mendekat padanya.
“Bagaimana, apa kau suka?" tanya Nauder ketika mereka masuk.
“Tidak, biasa saja,” Jawab Elsa padahal wajahnya mengatakan hal sebaliknya,.dia begitu terkesima dengan mansion ini. Mansion ini lebih mewah dari sebelumnya dan lebih indah, karena Nauder benar-benar mendesain itu dengan selera Elsa
“Ayo aku tunjukkan kamar kita."
“Untuk apa kita ke kamar?”
“Untuk mengulangi yang tadi ... Tidak, tidak aku bercanda,” jawabnya. “Aku ingin menunjukkan kamar kita.”
“Kamar kita, Cih. siapa juga yang ingin menikah denganmu.”
Beberapa hari kemudian
“Jadi, maksudmu kau akan kembali lagi pada Nauder?” tanya Damian. Saat ini Elsa sedang berada di ruangan Damian. Dia juga mengurus surat pengunduran dirinya karena dia dan Nauder sepakat untuk fokus menjalani program kehamilan, walaupun mereka tahu itu sangat mustahil.
“Aku minta maaf Damian jika ....”
“Tidak usah khawatir Elsa, aku juga sudah punya kekasih,” dusta Damian, dia hanya tidak ingin Elsa tidak enak padanya.
Damian sadar, sebesar apapun cintanya pada Elsa tapi jika Elsa sudah bersama Nauder dia tidak akan pernah menang, hingga pada akhirnya dia merelakan Elsa untuk bersama Nauder.
tak lama ruangan ruangan Damian diketuk hingga Damian mempersilahkan masuk. “Cecilia!” panggil Damian ketika ada seorang wanita masuk ke dalam ruangannya, yang tak lain i adalah kuasa hukum perusahaan Damian.
Cecilia terdiam saat Damian memanggil namanya saja, karena biasanya Damian akan memanggilnya nona dan mereka pun bersikap profesional. Tapi sekarang ...
__ADS_1
”Elsa, perkenalkan ini Cecilia kekasihku.” Mata Cecilia membulat saat mendengar ucapan Damiam. Bagaimana mungkin lelaki gila ini menyebutnya sebagai kekasih.
Damian terpaksa, berbohong karena tidak ingin dikasihani, itu sebabnya dia malah mengatakan bahwa Cecilia adalah kekasihnya padahal Cecilia hanya kuasa hukum perusahaannya.