Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Menyindir


__ADS_3

Gengs aku up dua bab ya. bantuin aku yu, gas komen sama gas vote


Saat Elsa bertanya, Nauder dengan cepat menarik ponselnya, kemudian dengan gerakan cepat, dia langsung menyalakan fitur diam lalu dia mengutak-atik ponselnya kemudian dia menyimpan ponsel nya di telinga, seolah dia sedang menelpon seseorang


.“Oh, ya. Aku baru membaca pesan yang kau kirimkan. Baiklah besok aku akan pergi.” Nauder dengan cepat menurunkan kembali ponselnya, sebelum Elsa curiga. Barusan dia berpura-pura menelepon orang yang mengirim pesan padanya.


Helaan nafas lega, terlihat dari wajah Elsa. Ternyata, pikirannya keliru. Dia pikir Alexander adalah Nauder karena dia teringatnya Nauder sering mengikutinya. Tapi ternyata bukan, begitupun dengan Nauder yang juga merasa lega. Habislah dia jika Elsa mengetahui yang sebenarnya, tentang dia yang menjadi Alexander.


“Kau bertanya apa?” tanya Nauder, Elsa tidak menjawab. Ternyata, bukan hanya dari sikap saja yang berubah, Elsa baru menyadari, nada bicara suara Nauder dan cara Nauder bertanya padanya sangat jauh berbeda


Dulu, ketika Nauder masih menjadi suaminya, terkadang Nauder selalu bertanya dengan kesal. Tapi, setelah menjadi mantan, Nauder bahkan memelankan nada suaranya.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Nauder sampai di basement apartemen Elsa.


“Elsa sudah sampai,” ucap Nauder ketika Elsa melamun.


“Oh, kau tahu apartemenku?” tanya Elsa, dia sengaja menyindir Nauder, hingga Nauder berdehem.

__ADS_1


“Kau pasti tau karena kau selalu mengikutiku. Cih, tidak ada kerjaan sekali,” sambung Elsa seperti orang yang meledek. Dia bisa saja berbicara seperti itu. Namun di dalam hati, dia merasa terharu.


Tanpa mendengar lagi jawaban Nauder, wanita itu keluar dari mobil mantan suaminya, membuat Nuader menggeleng, ia menyadarkan tubuhnya ke belakang kemudian menetap punggung Elsa.


“Kenapa aku tidak menyadari bahwa kau sangat istimewa.” Nauder berbicara pelan, dia mengusap wajahnya, kemudian saat Elsa sudah tidak terlihat lagi dia kembali memutar balikan mobilnya dan pulang ke apartemennya.


***


“Kenapa kau lemas sekali?” tanya Damian saat melihat Elsa terlihat sangat lemas. Saat ini mereka baru saja menaiki lift, karena mereka baru saja tiba di kantor.


“Kenapa, kau sedang memikirkan apa?” tanya Damian, karena dia tahu jika Elsa tidak bisa tertidur Elsa mempunyai pikiran yang sangat berat.


Elsa menoleh. “Ini soal mantan suamiku,” jawab Elsa, membuat Damian menatap Elsa.


“Kenapa dia?” tanya Damian.


“Ternyata ....” Elsa pun menceritakan semuanya tentang Nauder mengikutinya dan menyelamatkannya, tentu saja ia berbicara sambil berjalan karena mereka sudah turun dari lift.

__ADS_1


Saat berjalan dan saat mendengar semua dari mulut Elsa,. hati Damian terasa tertusuk, kala mendengar ucapan yang dikeluarkan oleh Elsa, tentang Nauder


Dari nada suara Elsa. Entah kenapa Damian merasa bahwa Elsa sedang bingung dengan perasaannya. Selama 4 tahun dia mati-matian mendekati Elsa, tapi Elsa sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang dia lakukan


Tapi lihatlah, Nauder baru bertemu dengan Elsa sekali. Tapi mampu membuat bingung wanita yang di cintainya. Bukankah ini tak adil.


“Damian!” panggil Elsa, saat Damian melamun.


“Hah, Apa." Damian tersadar kemudian bertanya.


“Tidak lupakan saja.” Elsa baru menyadari, mungkin ucapannya yang membahas Nauder menyakiti Damian.


***


Damian tak lepas menatap Elsa dari jendela, ucapan Elsa tadi pagi tentang Nauder benar-benar membuat Damian tidak tenang.


Haruskah dia bertemu dengan Nauder untuk memperjelas semuanya.

__ADS_1


__ADS_2