Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Mengingat masa lalu


__ADS_3

Stev berjalan ke sana kemari, dia mencari kendaraan tapi tidak ada satupun taksi yang melewat. Sialnya ponselnya pun mati, hingga dia tidak bisa menelepon siapapun dan yang dia juga tidak tahu jalan ke rumah Maudy


.


Stev mendudukan dirinya di trotoar, dia mengusap rambutnya karena benar-benar frustasi. Apalagi jalanan tampak sepi, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam.


***


Maudy tertawa terbahak saat membayangkan Bagaimana kacaunya Steve saat menyadari dia sudah di tinggalkan, hingga Neo yang sedang menyetir ikut tertawa saat melihat tawa Maudy yang begitu renyah.


“ Anda sepertinya senang sekali Nona,” ucap Neo.


“Hmm, Aku senang . Dulu dia juga sering mengerjaiku," ucap Maudy, dia teringat saat dulu dia menjadi bulan-bulanan Steve dan Aliya.


Tiba-tiba pikiran Maudy teringat pada masa lalu, di mana dulu dia menikah dengan Stev. Saat itu Maudy dipikir, Steve akan memperlakukannya dengan baik. Namun sampai di apartemen dia disambut dengan sosok Aliya.


Awalnya dia tidak tahu bahwa itu kekasih Steve. Namun setelah dia sampai, Alia malah langsung memerintahkannya dan neraka bagi Maudy pun dimulai, dia dipaksa untuk membereskan semua apartemen, Jika dia memasak Alia mengerjainya dengan cara tidak mau memakan masakan yang telah dia masak, hingga dia harus menghabiskan waktu di dapur selama berjam-jam.

__ADS_1


Itu hanya salah satu kejadian, belum lagi kejadian lainnya. Bahkan dulu dia seperti pembantu. Jika Alia dan Stev pergi ke mall, dialah yang selalu membawakan barang belanjaan wanita itu.


Dan saat keduanya makan di restoran. Dia disuruh menunggu di mobil, tidak memperbolehkan Aliya untuk ikut dan Maudy tidak akan lupa bagaimana rasa sakitnya menerima semua itu, bagaimana rasa nyeri yang dia tanggung karena dia menunggu dalam keadaan lapar.


Raut wajah senang yang Maudy perlihatkan karena meninggalkan Steve di festival berubah menjadi raut wajah yang sangat menyedihkan karena teringat masa lalu, hingga Neo langsung berdahem menyadarkan Maudy.


“Ah, Maafkan aku Neo,” ucap Maudy.


“Tidak apa-ap, Nona.” Saat berada di lampu merah, Maudy melihat ke arah jalan ternyata gerimis mulai turun.


“Neo, Terima kasih sudah mengajakku ke festival. walaupun kita tidak mengerti lagu yang mereka janjikan,” ucap Maudy, Neo mengangguk.


“Baik Nona,” jawab Neo.


“Neo!" panggil Maudy ketika Neo sudah berbalik hingga Neo kembali menoleh. “Ia, nona."


“Terima kasih sudah menemaniku dan Geo selama ini,” ucap Maudy karena selama ini jika Geo kesepian Neo yang akan menemani putranya.

__ADS_1


“Sama-sama, Nona. Kalau begitu aku permisi.” Neo kembali berbalik, lelaki itu memutuskan untuk segera pergi. Sedangkan Maudy langsung berjalan ke arah dalam, dia langsung berjalan ke arah kamar Geo dan ternyata Geo masih bermain game.


“Geo, kenapa kau tidak tidur?” tanya Maudy.


Geo melepaskan tabnya kemudian wajahnya tampak murung. “Mommy, Daddy mana? Kenapa Daddy tidak ada?" tanya Geo.


“Daddy sebentar lagi pulang. Daddy ada pekerjaan sebentar.”


“Apa Daddy akan meninggalkanku lagi?” tanyanya dengan raut wajah yang redup.


“Tidak, Daddy akan tetap bersamamu. Sebentar Mommy akan berganti pakaian dulu, Mommy akan menemanimu tidur.” Geo menggangguk,. kemudian Maudy keluar dari kamar putranya, untuk pergi ke kamarnya sendiri.


***


Waktu menunjukkan pukul 11.30 malam, Maudy berusaha memejamkan matanya. Tapi tak bisa, dia merasa gelisah karena di luar hujan lebat. Dia terpikirkan dengan Steve, ini sudah 3 jam dia meninggalkan lelaki itu dan Stev belum juga kembali.


“Apa aku terlalu jahat." Saat Maudy akan bangkit, tiba-tiba dia teringat bagaimana kejamnya Stev dulu padanya, hingga dia memutuskan untuk kembali tertidur. Sedangkan Steve ....

__ADS_1


__ADS_2