Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Omelan


__ADS_3

Maudy melihat putranya lekat-lekat, dia menyadari wajah Geo yang berubah ketika barusan Geo mengetahui bahwa Leana bersama sahabatnya.


“Geo, kau baik-baik saja? ” tanya Maudy hingga Geo tersadar, dia menoleh ke arah ibunya.


“Hmm, Mom. Aku baik-baik saja,” jawab Geo.


“Ya sudah, kalau begitu mommy akan menjemput Carol di sekolahnya," ucap Maudy, setelah itu wanita itu pun berbalik meninggalkan Geo.


Setelah Maudy pergi, Geo mendudukkan diri di sofa dia mengutak-atik ponselnya menelepon Leana, lelaki tampan itu tidak terima Leana pergi dengan Antonio.


Beberapa kali dia memanggil Leana, tapi wanita itu tidak mengangkat panggilannya membuat dia menggeram kesal.


“Awas aja Jika dia pulang," ucap Geo dengan menahan rasa marah yang luar biasa.


***


“Leana, apa ada yang ingin kau beli lagi?” tanya Nio, saat ini mereka sedang berada di sebuah toko buku. Tadi, Leana sengaja mengajak Nio pergi ke toko buku karena dia tidak ingin pergi sendiri.


Dia sudah meminta Geo mengantarnya, tapi lelaki itu tidak mau, sedangkan Leana paling benci jika pergi sendiri, sehingga dia akhirnya mengajak Antonio.


“Sudah, aku tidak ingin membeli apapun lagi. Nio, ayo kita menikmati secangkir kopi sebelum pulang," ajak Leana, karena kebetulan di toko buku yang mereka datangi ada sebuah cafe, hingga Antonio menggangguk dan mereka pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan Leana.


Setelah selesai berbelanja, Nio dan Leana pun langsung menyeberang pergi ke cafe dan mereka pun langsung memilih tempat duduk. Saat sudah duduk, Leana mengutak-atik ponselnya, matanya membulat saat melihat banyak sekali panggilan dari Geo.


“Apa Geo menelponmu lagi?” tanya Nia. Sudah menjadi kebiasaan di mana Geo selalu meneror Leana ketika Leana sedang pergi dengannya


“Hmm, dia meneleponku," jawab Leana.

__ADS_1


“Seharusnya kau tadi ajak dia saja," ucap Nio dengan sedikit kesal.


Leana menggigit bibirnya, dia merasa tidak enak pada Neo. ”Tadi aku meminta tolong pad Geo. Tapi dia tidak mau, maafkan aku Neo,” kata leana dengan menunduk.


“Santai saja aku hanya bercana," jawab Nio. ketika wajah leana tampak sendu.


Setelah pindah ke Rusia dan hidup bersama Maudy dan Steve, Leana tumbuh menjadi pribadi yang tidak enakan, trauma karena ditinggalkan Richard dan di benci Kakek neneknya membuat Leana seperti ini, dia selalu ketakutan bahwa orang-orang akan meninggalkannya.


Karena selain ayahnya yang pergi menghilang tanpa jejak, Leana juga di benci oleh kakek neneknya, sebab mereka tidak terima keputusan Leana yang memilih tinggal bersama Maudya dan Stev.


Leana selalu patuh dengan apapun yang dikatakan oleh Steve dan Maudy, karena bagi gadis malang itu, hanya keluarnya Maudy dan Stev yang dia punya, hanya merekalah yang memberi dia kasih sayang.


Tak lama pesanan keduanya pun datang, hingga Leana langusung mengambil kopi yang dia pesan. Lalu, menyeruputnya.


Leana melihat ke arah luar, hujan turun membasahi bumi. Hatinya mendadak mellow, matanya mulai berkaca-kaca karena setiap hujan turun, mengingatkannya pada sang ayah.


Saat itu ayahnya memutuskan pergi ketika hujan sedang turun, tapi saat itu Leana pikir ayahnya pergi dan akan kembali. Tapi, ternyata ketika hujan reda dan sampai saat ini ayahnya tidak kembali.


“Aku sedang tidak baik-baik saja.” Leana membatin, tak bisa didefinisikan lagi bagaimana hancurnya hati Leana selama 12 tahun ini. Dia mungkin bisa saja terlihat baik-baik saja di luar, tapi tak dipungkiri luka yang ditorehkan oleh ayahnya masih membekas.


“Hmm, aku baik-baik saja.”


Pada akhirnya, hujan reda Leana dan Nio langsung keluar dari Cafe, lalu berjalan ke arah motor karena kebetulan Nio tidak membawa mobil.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya motor yang dikendarai oleh Nio sampai di pekarangan rumah mewah milik Steve dan Maudy.


Saat Leana turun, Leana memejamkan matanya ketika melihat ada Geo di depan rumah, sudah dipastikan lelaki itu akan mengomel.

__ADS_1


“Nio, Maaf. Aku aku tidak bisa mengajakmu masuk, ada Geo aku takut dia memarahimu," ucap Leana.


“Hmm, aku mengerti. Ya, sudah sampai jumpa.” Nio kembali memutar balikkan motornya kemudian meninggalkan rumah Maudy dan Steve, hingga kini Leana berjalan masuk.


Saat berjalan, Leana menunduk dia tidak berani menatap Geo. Dia paling takut ketika melihat Geo seperti ini. “Bukankah sudah kubilang jangan pernah pergi dengan lelaki lain,” ucap Geo, terdengar jelas nada suaranya penuh dengan geraman pertanda dia emosi hingga seketika Leana menunduk.


“Maafkan Aku," jawab Leana dengan suara pelan.


Geo mengusap wajah kasar, saat melihat Leana tertunduk, dia lupa Bagaimana sifat Leana. “Ya sudah masuk sana,” kata Geo. Leana mengangguk, kemudian dia pun berlalu masuk dengan hati yang nyeri.


Padahal tadi dia sudah minta Geo untuk mengantarnya, tapi Geo tidak mau dan sekarang dia merasa sesak ketika Geo mengomelinya. Padahal Geo tahu, dia paling tidak suka pergi sendirian.


***


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Leana, membuat Stev yang sedang duduk di kursi utama mengerutkan keningnya.


“Mana Leana?’ tanya Steve.


“Sebentar, biar aku akan manggilkannya," ucap Maudy.


“Biar aku saja, Mom,” ucap Geo, dia pun langsung bangkit dari duduknya kemudian pergi ke kamar Leana.


Geo membuka pintu, kemudian dia mengerutkan keningnya kala lampu masih padam. Dia berjalan ke arah saklar dan menyalakan lampu.


Bersamaan itu pula, Leana menoleh ke belakang, rupanya sedari tadi sore Leana menangis, dia merasa sakit hati ketika diomeli oleh Geo dan juga dia mengingat ayahnya.


“Leana, kau kenapa?” tanya Geo saat menghampiri Leana, dia bertanya dengan panik saat melihat Leana seperti sedang menangis.

__ADS_1


Sayangnya, Geo sama sekali tidak menyadari bahwa Leana terluka karena ucapannya. Dengan cepat, Leana menghapus air matanya dia tersenyum.


“A-aku hanya rindu ayahku,” dusta Leana.


__ADS_2