
Geo menatap Leana dengan puas. Dia bisa melihat bahwa Leana begitu hancur. 'Lihatlah, ini akibatnya kau jual mahal.' Geo membatin seraya melihat wajah Leana yang terlihat berkaca-kaca.
Sementara Leana yang mendapat tatapan seperti itu dari Geo, hanya tersenyum samar membuat Geo terpaku. Dia yang tadinya sedang bersukacita atas kepuasannya karena melihat wajah Leana seperti ini, mendadak aneh ketika melihat senyuman Leana.
"Sayang," panggil Claudia membuat Geo tersadar hingga Geo kembali menoleh ke depan, dan acara demi acara pun dimulai, hingga pada akhirnya Geo dan Claudia resmi menjadi pasangan suami istri.
Maudy melihat ke arah belakang, di mana dia melihat leana sedang memperhatikan Geo dan Claudia. Entah kenapa perasaannya mendadak tidak enak. Dia merasa ada hal yang besar yang akan terjadi.
Leana yang merasa diperhatikan, langsung menoleh ke arah Maudy kemudian dia tersenyum ke arah malaikatnya. Wanita itu langsung bangkit kemudian dia mendudukkan diri di sebelah Maudy, menikmati detik-detik terakhir dia bersama wanita yang selama ini begitu berarti di hidupnya.
"Leana, are you oke?" tanya Maudy ketika Leana memeluknya dari samping.
"Hmm, bibi im oke. Aku bahagia. Rasanya tidak percaya Geo akan menikah secepat ini," ucap Leana. Bibir Leana bisa saja menyunggingkan senyuman, tapi hatinya tidak, kelas-jelas dia merasa hancur.
Leana menggenggam tangan Maudy, hingga Maudy merasa semakin aneh. "Leana, kau benar-benar baik-baik saja?" tanya Maudy lagi.
Belum sempat Leana menjawab, tiba-tiba ada orang tua Claudia yang menghampiri Maudy, hingga Maudy dan Steve langsung bangkit kemudian mereka pun langsung berdiri di dekat pengantin, untuk memberi sambutan pada para tamu hingga Leana terpaksa melepaskan pelukannya dari Maudy.
Saat melihat Steve dan Maudy sedang berbincang-bincang dengan keluarga Claudia, hati Leana seperti tersayat oleh ribuan belati. Kini, gadis yang dia benci sekarang menjadi istri dari orang yang dia cintai.
Keluarga Claudia terlihat keluarga harmonis, dan bisa dikatakan sempurna, hingga serasi sekali dengan Geo yang juga mempunyai keluarga harmonis. Lain ceritanya jika dia yang ada di posisi Claudia, yang tidak mempunyai siapapun.
Tak lama, tatapannya teralih pada Geo dan juga Claudia yang baru saja turun dari altar lalu menghampiri kedua orang tua mereka, hingga keluarga mereka benar-benar terlihat sangat sempurna ketika berbincang-bincang.
Maudy sesekali melihat ke arah Leana yang juga sedang melihat ke arah mereka. Benar, walaupun Leana bukan anak kandungnya, tapi feeling Maudy mengatakan ada yang tidak beres.
Namun, Maudy berusaha meredam itu. Dia tidak ingin mengacaukan hari bahagia putranya, walaupun dia tidak yakin Geo juga akan benar-benar bahagia bersama Claudia.
***
Acara di gereja pun selesai, semua tamu, kerabat dan keluarga pergi ke sebuah restoran untuk makan siang bersama sebagai jamuan terakhir pernikahan Geo dan Claudia.
Semua tampak bersuka cita, keluarga Geo dan keluarga Claudia duduk satu meja, sedangkan Leana lebih memilih untuk duduk di meja yang lain karena dia sadar diri, dia bukan bagian dari keluarga Maudy dan Steve walaupun tadi Maudy dan Steve sudah mengajaknya untuk duduk di meja yang sama.
Sedari tadi masuk ke dalam restoran, hati Leana menjadi tidak menentu. Dia sengaja duduk di ujung, di mana tidak ada siapapun di meja sana. Rasanya, dia ingin keluar dari restoran ini, meninggalkan semuanya. Namun, dia tetap bertahan karena dia sadar, walaupun ini menyakitkan tapi ini kenangan terakhir yang dia bisa rasakan sebelum dia pergi.
Suasana di meja makan keluarga Geo dan keluarga Claudia tampak dipenuhi sukacita, kebetulan ternyata ayah dari Claudia adalah rekan bisnis Steve, hingga semakin menambah keakraban di diri mereka. Sedangkan sedari tadi, Geo lebih banyak diam, teringat saat kejadian di gereja tadi di mana Leana malah membalas tatapannya dengan senyuman.
Geo mengedarkan pandangannya ke seluruh arah, mencari wanita itu. Namun, Leana tidak ada di mana pun. Entah kenapa sekarang dia malah merasakan aneh, padahal dia sendiri yang memulai semua.
__ADS_1
Tatapan Geo tidak sengaja melihat ke arah sudut di mana dia melihat seorang wanita yang membelakangi mejanya, dan dia tahu itu adalah Leana. Dia hanya mampu menatap punggung wanita itu tanpa bisa berjalan ke arahnya.
"Sayang," panggil Claudia membuat Geo tersadar, hingga dia menoleh lalu tersenyum. Dia pun kembali melanjutkan makannya.
Akhirnya acara makan siang bersama pun selesai. Semua kerabat dan keluarga sudah meninggalkan restoran, hanya tinggal keluarga inti dan sepertinya keluarga Steve dan juga Maudy masih berbincang-bincang, begitu pun Geo dan Claudia yang juga masih berada di meja yang sama.
Sedangkan Leana, sedari tadi dia tetap diam di mejanya. Dia ingin pulang bersama Maudy dan Steve menikmati waktu terakhirnya, karena besok dia akan pergi.
"Apakah kalian akan tinggal di rumah Nyonya Maudy?" tanya Arnold yang tak lain ayah Claudia.
Geo tidak mendengar pertanyaan-pertanyaan mertuanya. Dia hanya fokus melihat punggung Leana, hingga Claudia menyikut lengan Geo membuat Geo tersadar, setelah itu dia menoleh.
"Iya Paman, eh bukan maksudku Daddy," kata Geo.
"Kalian akan tinggal di rumah Nyonya Maudy dan tuan Steve?" tanya Arnold lagi hingga Geo mengangguk.
"Kami akan tinggal di rumah orang tuaku," ucap Geo hingga Arnold langsung menoleh ke arah besannya.
"Nyonya Maudy, Tuan Steve, saya titipkan putri saya," ucap Arnold hingga Maudy dan Steve tersenyum.
"Itu sudah jadi tanggung jawab kami," jawab Steve, Stev melihat jam di pergelangan tangannya kemudian dia menoleh pada Maudy.
"Sepertinya pertemuan kita akhiri sampai di sini. Saya rasa kedua pengantin juga ingin beristirahat," ucap Steve hingga wajah Claudia langsung bersemu merah, karena menyangka ayah mertuanya sedang menggodanya, berbeda dengan Geo yang tampak tidak bersemangat sama sekali padahal harusnya sebagai pengantin baru tentu saja Geo mengharapkan hal yang biasa dilakukan oleh orang yang baru menikah.
Akhirnya, Maudy dan Steve pun bangkit, disusul kedua orang tua Claudia lalu Geo dan Claudia pun ikut bangkit.
Maudy dan Steve berjalan ke arah meja Leana dan setelah itu, Steve langsung menepuk lembut bahu putri angkatnya hingga Leana menoleh.
Steve dan Maudy saling tatap ketika melihat wajah Leana yang sembab tanda putri angkat mereka sedari tadi. menangis.
"Are you okay?" tanya Steve. Leana mengangguk.
"Ayo pulang," jawab Maudy dan mereka pun keluar dari restoran.
***
"Geo," panggil Claudia ketika mereka sedang berada di mobil menuju pulang ke rumah Steve dan Maudy.
Geo menoleh, dia tersenyum. Walaupun dia hanya menikahi Claudia karena memanas-manasi Leana, tapi dia juga tidak bisa bertingkah seenaknya pada wanita ini. Dia harus tetap berpura-pura sampai akhir.
__ADS_1
"Ada yang kau pikirkan?" tanya Claudia. Bukannya Claudia tidak menyadari tatapan Geo. Sedari tadi tentu saja dia menyadari tatapan suaminya, tapi tentu saja dia tidak berani bertanya pada Geo dan menegur Geo.
Lalu ketika sekarang di mobil, langsung berbicara pada suaminya.
"Apa ada yang kau pikirkan?" tanya Claudia, Geo menggeleng.
"Tidak, aku tidak memikirkan apapun," jawab Geo, tentu saja Claudia tahu dia berbohong dia. Claudia langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang Geo, hingga Geo hampir saja menghempaskan tubuh Claudia karena jujur saja belum pernah ada yang menyentuhnya dan dia sedikit terkejut, padahal Claudia sudah menjadi istrinya.
Perasaan Geo bergejolak. Dia merasa tidak nyaman. Lalu, bagaimana Claudia menuntut tentang yang lebih, sedangkan Geo tidak berniat menyentuh istrinya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang ditumpangi Steve. Maudy, Geo serta Claudia pun sampai di rumah mewah.
Steve dan Maudy turun diikuti layanan di belakangnya, dan setelah itu Geo dan Claudia pun juga turun dari mobil mereka.
"Geo, Claudia. Istirahatlah kalian pasti butuh waktu untuk istirahat sebelum resepsi besok," ucap Maudy ketika mereka sudah masuk ke rumah.
Geo tidak menjawab. Dia malah melihat ke arah Leana.
"Bibi, kalau begitu aku akan pergi ke kamar untuk bersiap karena pesawatku besok pagi berangkat," ucap Leana.
Hati Geo terasa berdesir saat mendengar ucapan Leana. Namun tak lama, dia tersadar dia tidak boleh terlihat kalah di depan wanita itu, toh Leana akan kembali lagi ke sini dan dia bisa memanas-manasi Leana setiap hari, begitulah pikir Geo. Namun, dia sadari mungkin inilah terakhir kali dia melihat Leana.
"Bibi akan mulai menyiapkan semua," kata Maudy karena dia harus memastikan bahwa Leana benar-benar pergi.
Setelah mengatakan itu, Leana pun berbalik kemudian dia berjalan ke arah kamarnya, begitu pun Maudy dan Steve hingga kini menyisakan Claudia dan Geo saja.
"Geo kamar kita di mana?" tanya Claudia. Geo menoleh.
"Ayo ikut aku," ucap Geo hingga dia pun langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya kemudian dia mempersilahkan Claudia untuk masuk, hingga Claudia berdecak kagum saat melihat kamar Geo yang mewah.
"Geo," panggil Claudia. Dia yang sedang membuka jam tangannya, menoleh. Namun, belum dia berbalik Claudia memeluk Claudia dari belakang.
Mata wanita itu berkaca-kaca, sebab dia sudah menyukai Geo sebelum mereka kuliah dan ternyata sekarang Geo menjadi suaminya.
Geo menjamkan matanya ketika Claudia memeluknya. Sungguh rasanya dia ingin menyingkirkan tangan Claudia dari pinggangnya, tapi tentu saja dia tidak bisa.
"Apa kita bisa memulai ritual pengantin baru sekarang?" tanya Claudia.
Geo berdeham. Inilah pertanyaan yang paling ditakuti.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita istirahat dulu? Aku lelah," ucap Geo hingga Claudia langsung melepaskan tangannya dari pinggang suaminya, kemudian dia tersenyum getir lalu mengangguk.
"Alu juga ingin istirahat," ucap Claudia yang berusaha mengobati dirinya sendiri.