
“Bagaimana sekarang Apa masih sakit?” tanya Cecilia pada Naina.
“Tidak, Mommy ini baik-baik saja,” Jawab Naina.
“Mommy sudah berhenti bekerja?” tanyanya. sepasang ibu dan anak itu kini duduk sambil menata pemandangan ke depan..
“Hmm, Mommy sudah selesai, besok kita bisa mulai terapi dengan fokus dan tidak terganggu lagi apapun.” Cecilia memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih memilih untuk menjalankan bisnis sampingannya karena bisnisnya sedikit demi sedikit sudah membuahkan hasil.
Hidup Cecilia begitu malang, sadari remaja Dia tinggal bersama keluarga angkatnya. Ibu dan adik-adik angkatnya memang sangat baik. Namun berbeda dengan Ferhad yang tak lain Ayah angkatnya.
Karena kesalahan ibunya di masa lalu, Cecilia harus menanggung kebencian Ferhad dan ketika Cecilia mengandung dan hamil diluar nikah, ayah angkatnya begitu murka, dia mengusir Cecilia dan melarang Cecilia untuk membawa apapun hingga pada akhirnya Cecilia harus mengurus semuanya seorang diri, tidak ada teman, kerabat dia benar-benar harus melewati semuanya dengan tegar.
Saat mengandung Naina, Cecilia benar-benar diuji dengan hal yang luar biasa hebat, di mana dia harus mulai bekerja untuk melunasi hutang mendiang ibunya, dia harus memulai membiayai dirinya sendiri kandungannya. Sebab setelah Ayah angkatnya tahu dia hamil diluar nikah, semua dana dan fasilitas hingga Cecilia harus benar-benar mulai dari nol.
Penderitaan Cecilia tidak cukup sampai di situ, Saat lahir dia harus menerima kondisi putrinya dengan kaki yang lemah dan tidak bisa berjalan dan setelah melahirkan, Cecilia mengalami hal yang menyakitkan di mana asinya tidak keluar dan dia juga tidak mempunyai uang untuk membeli susu.
pada akhirnya dia memberanikan diri meminjam uang pada adik angkatnya Amora dan beruntung Amora memberikan pinjaman yang cukup besar hingga Cecilia mampu bertahan selama beberapa bulan tanpa pekerjaan dan akhirnya setelah beberapa bulan berlalu Cecilia memberanikan diri untuk membuka bisnisnya walaupun itu hanya bertahan selama beberapa tahun.
Cecilia berpikir dia butuh tambahan uang dan akhirnya Cecilia kembali menjadi pengacara.
Dan saat bertemu Damian, Cecilia merasa dia mempunyai tempat untuk pulang dia mempunyai harapan baru dan melupakan semua masa lalu yang buruk .
Namun, semua harapan Cicilia patah ketika Damian menghina putrinya.
“Aku ingin fokus untuk terapi Naina,” ucap Cecilia saat itu. Dia berpikir untuk berhenti bekerja karena saat berpacaran dengan Damian Cecilia mendapatkan uang yang banyak dari Damian. Dan dia berpikir uang itu cukup untuk membiayai Naina terapi.
“Putrimu kan memang tidak bisa berjalan dari bayi, jadi bukankah akan percuma di terapi. Toh, dia tidak akan sembuh.” Itu adalah jawaban Damian, dan itu benar-benar membuat hati Cecilia tersisa pedih.
Bukan soal ucapan Damian saja yang menyakiti Cecilia melainkan nada suara Damian juga seolah mencibir kondisi putrinya. Namun saat itu dia hanya mampu tersenyum.
“Aku masih membutuhkanmu. Jadi lebih baik kau tetap bekerja. Kau bisa menaruhnya di panti asuhan agar dia mempunyai banyak teman.” Dan kalimat itu membuat Cecilia hancur berkeping-keping.
Awalanya Damian hanya mencibir kondisi putrinya, tapi ketika Damian menyuruhnya untuk menaruh Naina di panti asuhan, Cecilia tidak akan pernah terima dan detik itu pula Cecilia memutuskan untuk tidak ingin lagi berhubungan dengan Damian.
Cecilia tidak akan pernah lupa ucapan Damian, mati-matian dia menghidupi Naina. Mati-matian dia bertahan karena putrinya dan sekarang ada orang asing yang menghina putrinya dan menyuruhnya untuk menyimpan di panti asuhan.
Sejak saat itu, untuk kedua kalinya Dia kehilangan rumahnya. Dulu Mario yang tak lain ayah Naina meninggalkannya karena Ayah Naina menghamili wanita yang lebih kaya dan sekarang dia juga harus melepaskan Damian.
Sedari remaja, Cecilia melewati harinya dengan penuh kesakitan. Dia tidak pernah di anggap oleh ayah angkatnya dan dia selalu di banding-bandingkan dengan ke adik angkatnya.
__ADS_1
Tapi, Cecilia tidak bisa protes karena dia sadar dia hanya menumpang, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk hidup sendiri karena tidak sanggup menghadapi Ayah angkatnya yang terus menatapnya dengan sinis.
“Naina, kau mau ibu gendong?” tanya Cecilia ketika Naina terlihat kesulitan untuk bernafas. karena selain sulit untuk berjalan, Naina mempunyai penyakit asma.
“Tidak, aku tidak apa-apa.” Naina berusaha memaksakan melangkah. Namun Cecilia langsung membungkuk. Lalu setelah itu dia mengambil tongkat putrinya. Cecilia memberikan punggungnya pada Naina, kemudian wanita malam itu langsung berjalan untuk masuk ke dalam rumah.
Saat berada dalam rumah, Naina langsung mendudukkan dirinya, dia bernafas lewat mulut karena dia merasakan rasa sesak yang luar biasa dan tak lama Cecilia datang membawa alat bantu pernafasan untuk putrinya.
Wajah gadis kecil itu begitu pasrah ketika memakai alat pembantu nafas, dan setiap melihat wajah Naina yang seperti ini Cecilia begitu ketakutan, dia takut Naina meninggalkannya sedangkan hanya Naina yang dia punya di dunia ini.
***
Damian mondar-mandir di dalam kamar, rasanya Dia tidak tenang ketika Cecilia mengundurkan diri, dia mengambil ponselnya kemudian mengutak-atik. Tapi sayang, Cecilia tidak mengangkatnya
Damian merasa gelisah, dia memutuskan untuk menyusul Cecilia ke rumahnya, dia menyambar kunci mobil keluar dari kamar
“Damian kau mau ke mana?” tanya Helmia.
“Aku ada urusan sebentar mom. Aku tidak akan lama,” jawab Damian. Setelah mengatakan itu Damian pun langsung keluar dari rumah dan menuju mobilnya.
Dan i sinilah Damian berada, di depan rumah Cecilia rumah itu sederhana cenderung rumah kecil dan Damian dengan cepat turun dari mobil. Lalu setelah itu dia masuk dalam gerbang.
“Aku ingin bicara,” ucap Damian.
“Silakan duduk.” Cecilia mengarahkan Damian untuk duduk di kursi yang ada di depan rumah, hingga kini kedua insan itu sudah duduk bersebelahan dan hanya terhalang meja saja.
“Kenapa kau keluar dari tim hukum perusahaanku?” Tanya Damian.
“Jadi anda ke sini hanya ingin menanyakan itu?”
“Berhenti memanggilku anda, kau bisa memanggilku Damian,” ucapannya yang gerah karena Cecilia berbicara formal padanya.
“Aku hanya tidak ingin meninggalkan Naina sendiri lagi.”
“Tapi kau kan bisa ...”
“Cukup, kenapa keterlaluan sekali?! tanya Cecilia dengan dingin hingga Damian menoleh padahal Damian hanya ingin menyarankan Cecilia memakai pengasuh.
“Naina adalah putriku Kenapa kau ikut campur. Ucapanmu yang menyuruhku untuk menaruh Naina di panti asuhan sangat menyakitkan bagi aku yang seorang ibu tunggal. Aku hidup sebatang kara, tidak mempunyai siapapun. Jika kau bertanya aku akan memilih harta atau Naina. Aku akan memilih Naina, tidak peduli aku hidup menderita.”
__ADS_1
Cecilia bangkit dari duduknya, kemudian wanita itu langsung melihat ke arah Damian.
“Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu, urusan kita sudah selesai, aku sudah tidak bekerja lagi di perusahaan. Jadi tolong jangan temui aku lagi. Naina sangat terluka dengan ucapanmu karena dia mendengar semuanya. mungkin bagimu atau bagi orang lain Naina tidak sempurna tapi bagiku na ini adalah segalanya.”
Cecilia menekankan ucapannya demi ucapan dia sungguh lelah berhadapan dengan Damian yang selalu mengusik kehidupannya.
“Cecilia bukan begitu mak....” ucapannya ketika Cecilia menutup pintu dengan keras. Sepertinya dia harus berbicara nanti.
***
“Nauder ... Nuader!” panggil Damian ketika dia masuk ke dalam rumah. Padahal dia tadi baru saja pulang dari rumah adiknya.
“Kau ini berisik sekali," jawab Nuader yang baru saja turun.
” Ayo kita bicara!”
” Kenapa? kau ingin menitip lagi obat kuat?”
”Hisssb, bukan begitu. Ayo kemari!” Nauder mengeleng hingga dia pun mengikuti Damian yang berjalan ke sofa.
“Nauder menurutmu Bagaimana cara agar bisa mendapatkan hati Cecilia kembali?”
Nuader tertawa. “Kenapa kau menanyakan itu padaku, memangnya aku cenayang,” jawab Nuader.
“Kau kan pernah berpengalaman mendapatkan Elsa. Siapa tahu ...."
“kasusmu dan kasusku beda!" Protes Nauder.
“Lagian, kenapa masih terus berusaha mendekati Cecilia. padahal Cecilia tidak ingin denganmu. Bukankah saat itu meracau dan mengatakan bahwa kau bisa mendapatkan wanita yang lebih dari Cecilia yang bisa memberikan keturunan terbaik hingga Cecilia menangis.”
“Kapan, kapan aku mau mengatakan itu?” tanya Damian.
“Cih, kau pasti lupa.”
“Hmm,. aku benar-benar tidak mengingatnya.” Damian tampak berpikir, dia sama sekali tidak mengingatnya.
“Saat kau mabuk, Cecilia menjemputmu di club, dan kau mengatakan itu di hadapannya.”
“Apa!”
__ADS_1