
Setelah turun dari pesawat, Geo langsung keluar dari bandara. Di sana sudah ada anak buah yang menunggunya. Ketika dia keluar, anak buahnya sudah menunggu di luar mobil, hingga saat melihat Geo, anak buahnya langsung membukakan pintu mobil untuk Geo.
"Bagaimana, apa kau sudah mencari alamat lengkapnya?" tanya Geo dengan tidak sabar, hingga anak buahnya mengangguk.
"Kami sudah menemukan alamat lengkapnya," jawabnya.
"Ya sudah bawa aku sekarang ke sana," ucap Geo dengan tidak sabar, membuat anak buahnya langsung menyalakan mobil lalu setelah itu mobil yang ditumpangi oleh Geo pun melaju.
Awalnya, anak buah Geo memang tidak tahu di mana alamat Leana, tapi dini hari tadi, mereka mencoba untuk melacak keberadaan wanita itu hingga pada akhirnya setelah ditelusuri, ternyata Leana ada di tower apartemen yang sedikit jauh dari bandara.
"Apa kau tidak bisa menjalankan mobil dengan cepat?" protes Geo pada sopir. Rasanya, Geo tidak sabar untuk segera menemui Leana dan juga anaknya.
"Ini sudah standar kecepatan yang disarankan, Tuan," kata sopir tersebut membuat Geo mengusap wajah kasar, lalu setelah itu dia menyandarkan tubuhnya ke belakang.
Jari-Jari Geo saling bertautan, bayang-bayang dia akan memeluk Leana dan anak mereka langsung menubruk otak Geo. Sayangnya, dia tidak tahu bahwa Leana mengandung anak kembar.
Geo melihat jam di pergelangan tangannya, setelah itu dia melihat ke arah jalan kemudian mengusap wajah kasar. "Sial!" umpat Geo, karena jalan begitu padat hingga menghambat Geo, dan pada akhirnya jalan pun mulai terurai.
Kali ini, Geo memaksa sopir untuk menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, karena dia tidak sabar untuk sampai di apartemen Leana.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh sopir sampai di basement.
"Berapa nomor unitnya?" tanya Geo pada anak buahnya. Anak buahnya pun menyebutkan unit apartemen Leana, hingga dengan cepat langsung turun dari mobil kemudian berlari ke arah lift. Geo berencana untuk masuk melalui basement.
Saat dia akan masuk melalui lobby, tiba-tiba tubuh Geo mematung. Napasnya mendadak tidak beraturan saat melihat Leana keluar dari sana bersama kedua anak kembarnya. Tiba-Tiba, lutut Geo melemah saat menyadari bahwa mungkin kedua anaknya kembar.
Saat Leana maju ke arahnya, tiba-tiba dia bersembunyi. Lelaki itu memutuskan untuk mengikuti Leana terlebih dahulu dan ketika Leana keluar dan menaiki taksi, Geo pun langsung menghentikan taksi, hingga dia mengikuti taksi yang ditumpangi beserta kedua putrinya.
Saat berada di mall, dia pun mengikuti ketiganya. Rasanya, dia ingin sekali merangkul tubuh Leana dan kedua anaknya. Sekarang, Geo sedang melihat Leana, Yuma dan Yumi yang sedang mengantre membeli waffle. Dari kejauhan, dia menatap mereka dan perasaannya semakin yakin bahwa Yuma dan Yumi adalah anaknya, sebab wajah Yuma dan Yumi sangat mirip dengan dirinya.
***
"Sekarang kita ke mana lagi?" tanya Leana setelah waffle dan juga milkshake sudah di tangan kedua anak kembar itu.
Yumma dan Yumi menoleh. "Kita pulang saja, Mommy," jawab Yuma. Dia sengaja mengajak pulang, karena dia tidak ingin tersiksa. Sebab, jika pergi ke mall dengan Aaron, Yuma dan Yumi selalu dibelikan apapun yang mereka mau, tapi sekarang mereka terpaksa harus mengirit,.
"Bagaimana jika kita makan dulu? Mommy lapar," kata Leana. Sedari tadi, Yumi terus melihat restoran yang ada di seberang karena itu adalah restoran yang selalu didatanginya dengan Aaron, dan tentu saja Yumi sangat menyukai makanan itu.
"Mommy, kita makan di mana?" tanya Yumi dengan semangat
"Kita makan saja di rumah," ucap Yuma. menyadarkan Yummy, tentang janji yang mereka buat tadi saat di apartemen.
"Tidak apa-apa, Yuma. Ayo, Mommy juga lapar," ucap Leana, tak ingin kedua anaknya protes, dia pun langsung menarik tangan Yuma dan Yumi, Ketika Leana, Yuma dan Yumi pergi, Geo langsung berjalan ke arah mereka.
Rasanya, Geo tidak sanggup lagi untuk menunda memperlihatkan dirinya, dan sekarang di sinilah Geo berada, di depan Leana. Tubuh Leana mematung, dia hanya mampu menatap Geo tanpa berkedip. Jantung Leana seperti akan keluar dari rongga dadanya ketika melihat siapa di depannya, yang tak lain adalah Geo.
"Ge-Geo," panggil Leana dengan terbata. Seluruh sendi-sendi Leana terasa keluar dari tubuhnya, ketika dia melihat lelaki itu, lelaki yang sudah delapan tahun tidak dia lihat.
Mata Geo berkaca-kaca saat melihat Leana dari dekat, hingga tatapannya teralih pada dua gadis kecil yang menatapnya dengan aneh. Dia menekuk kakinya kemudian menyetarakan diri dengan Yuma dan Yumi.
"Halo, Anak Manis," ucap Geo. Seketika, Yuma dan Yumi mundur satu langkah karena dia merasa bahwa Geo adalah asing.
"Mommy, Paman ini siapa?" tanya Yuma membuat Leana tersadar.
"Paman ini saudara Mommy," ucap Leana, membuat Geo langsung menoleh ke arah wanita itu. Padahal barusan dia akan mengatakan bahwa dia adalah ayah dari Yuma dan Yumi.
"Apa benar Mommy mempunyai saudara?" tanya Yumi, menatap Geo dan Leana saling bergantian.
"Benar," jawab Geo yang sudah menegakkan tubuhnya.
"Kita bicara nanti," kata Leana. Rasanya, Leana masih belum percaya bertemu Geo di sini setelah delapan berlalu, hingga dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.
Namun, dengan cepat Geo langsung menarik tangan Leana hingga dia menoleh. "Bagaimana jika kita makan bersama?" ajak Geo.
Leana tadinya ingin mengajak Yuma dan Yumi untuk pulang serta membatalkan niatnya untuk masuk ke dalam restoran, melihat kedua anaknya. Jika dia menolak keinginan Geo sudah dipastikan Yuma akan bertanya-tanya, hingga pada akhirnya dia pun mengangguk dan mereka pun masuk ke dalam restoran.
__ADS_1
Tepat ketika mereka masuk, ternyata ada Aaron dan Melisa di restoran tersebut. Baru saja Aron duduk, dia langsung menoleh ke arah Leana, dan tak lama dia menoleh ke arah Geo. Dia menyipitkan matanya saat melihat wajah Geo yang tidak asing, hingga dia teringat sesuatu.
Mata Aaron membulat saat menyadari bahwa lelaki yang bersama Leana begitu mirip dengan Yuma dan Yumi, hingga tanpa sadar dia pun refleks bangkit dari duduknya untuk menghampiri Yuma dan Yumi. Jantungnya bergemuruh dengan hebat ketika sadar bahwa itu adalah wajah Yuma dan Yumi.
Seketika, rasa marah mendera Aaron. Tidak, dia tidak mau Yuma dan Yumi mengenal ayah kandung mereka. Saat Aaron akan menghampiri mereka, Melisa menarik tangan Aaron.
"Baby, kamu mau ke mana?" tanya Aaron. Seketika, ucapan Melisa membuyarkan semuanya. Dia tersadar.
"Kenapa Mommy harus memanggil Daddy "Paman"?" Tiba-Tiba ucapan Yumi saat itu melintas di otak Aaron, hingga dia tersadar sesuatu, bahwa semua ini berawal darinya sendiri, hingga pada akhirnya Aaron kembali mendudukkan diri di kursi dengan mata yang tak lepas menatap Leana, Yuma, Yumi dan juga Geo.
***
Leana menunduk, tidak berani menatap Geo. Begitu pula dengan Yuma dan Yumi. Mereka bingung, hingga pada akhirnya mereka juga ikut menunduk, sedangkan Geo menatap ketiganya dengan mata yang berkaca-kaca. Rasanya, dia ingin berteriak pada Yuma dan Yumi bahwa dialah ayah kandung mereka.
"Siapakah nama kalian?" Geo memberanikan diri berbicara. Sepertinya, Geo mengerti bahwa dia tidak bisa memberitahukan semuanya secara tiba-tiba, apalagi anak-anaknya sudah mengerti tentang situasi.
"Aku Ayuma," ucap Yuma.
"Aku Ayumi," ucap Yumi.
Kedua anak kembar itu mengucapkan nama secara bergantian. Leana langsung menoleh ke arah Geo, dan tatapannya bersibobrok dengan lelaki itu.
"Oh, nama yang indah," ucap Geo dengan mata yang berkaca-kaca, dan sedetik kemudian bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Geo.
"Paman, Paman kenapa menangis?" tanya Yumi yang memberanikan diri bertanya.
"Tidak, Paman tidak apa-apa. Paman rindu kedua anak Paman," ucap Geo.
Jantung Leana berdetak dua kali lebih cepat saat mendengar itu, tapi dengan cepat dia kembali menunduk ketika Geo melihatnya. Geo menghapus air matanya, kemudian dia kembali menatap Yuma dan Yumi secara bergantian.
'Daddy berjanji, Daddy tidak akan lagi meninggalkan kalian.' Geo membatin seraya melihat Yuma dan Yumi.
Akhirnya pesanan mereka pun sampai. Mata Yuma dan Yumi berbinar ketika melihat makanan di depannya, makanan kesukaan mereka yang selalu mereka pesan ketika datang ke restoran ini bersama Aaron, sekaligus juga itu makanan kesukaan mereka.
"Sini, biar Paman potongkan," ucap Geo.
Rupanya, Aaron sudah tidak sabar melihat pemandangan di depannya, hingga dia langsung bangkit dari duduknya. Dia mencegah Melisa agar tidak mengganggunya, hingga pada akhirnya Melisa hanya bisa pasrah daripada Aaron tidak memberikan apa yang dia mau.
"Aaron," panggil Leana.
"Maaf, aku izin bergabung," ucap Aaron, dia menarik kursi di sebelah Leana, membuat Geo mengerutkan keningnya, begitu pun Yuma dan Yumi, mereka langsung menatap Aaron. Namun, Yuma dan Yumi kembali menunduk. Dia juga enggan menatap sang ayah.
"Leana, dia siapa?" tanya Aaron, berpura-pura tidak tahu. Leana menoleh ke arah Aaron, Geo menetap Aaron dengan tatapan tanya. Kenapa Aaron malah menghampiri mereka?
"Kau siapa?" Kali ini, Geo yang bertanya.
"Aku suami Leana," jawabnya
Tiba-Tiba, tubuh Geo mematung saat mendengar ucapan Aaron. Dia menatap Leana meminta jawaban dari wanita itu, hingga pada akhirnya Leana mengangguk membuat dia mengusap wajah kasar. Tidak, Geo tidak boleh percaya begitu saja, dia harus bertanya lebih jauh tentang semuanya.
Akhirnya, acara makan pun selesai.
"Yuma, Yumi, ayo kita pergi ke mobil Daddy," ucap Aaron ketika bangkit dari duduknya.
Yuma dan Yumi menggeleng, malah menarik lengan Leana. "Ayo Mommy," kata Yuma.
"Ayo bersama Paman saja," kata Geo. Dia sungguh tidak terima kedua anaknya memanggil Daddy pada orang lain. Yuma dan Yumi adalah anaknya walaupun itu adalah suami Leana. Lalu, dari pandangan Geo, Geo merasa Aaron dan Leana tidak baik-baik saja. Itu sebabnya, Geo ingin mendengar semuanya secara langsung dari Leana.
"Leana, ayo ikut dengan mobilku," ajak Geo.
"Yuma, Yumi, ayo ke mobil Daddy," ajak Aaron, tidak mau kalah hingga pada akhirnya Leana menghela napas.
"Mungkin kau bisa pulang nanti malam. Aku ingin berbicara dulu dengan saudaraku," ucap Leana pada akhirnya, sebab jika mengikuti Aaron, dia tidak akan bisa berbicara dengan Geo.
Pada akhirnya, Leana pun keluar sambil menggenggam tangan Yuma dan Yumi. Mereka berjalan meninggalkan Aaron yang mengusap wajah kasar, begitu pun dengan Geo yang mengikuti Leana.
__ADS_1
Saat berada di depan mall, Geo langsung mengajak Leana untuk pergi ke mobilnya. Saat tadi berada di mall, Geo langsung menelepon anak buahnya untuk pergi ke mall yang sedang dia kunjungi, hingga sekarang mobil itu ada.
"Biar aku yang menyetir, kau bisa pulang naik taksi," ucap Geo pada anak buahnya, hingga anak buahnya pun mengangguk. Setelah itu, Geo langsung membuka pintu kemudian mempersilakan Yuma dan Yumi untuk masuk, lalu dia membukakan pintu untuk Leana, hingga Leana duduk di kursi depan.
Leona dilanda kebingungan, bagaimana cara dia menjelaskan Geo cara dia menghadapi semuanya? Dia tidak ingin mengatakan pada Yuma dan Yumi bahwa Geo adalah ayah mereka, sebab akan banyak pertanyaan yang disimpan oleh keduanya. Dia juga belum bisa menjelaskan, dan lebih tepatnya tidak mau menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu antara dia dan Geo.
"Yumi, apa kalian ingin membeli sesuatu?" tanya Geo.
Setiap Geo berbicara dengan kedua anaknya, setiap itu pula Geo ingin menangis. Sungguh, jika tidak bisa menahan diri, mungkin saat ini dia akan menyerbu kedua anaknya, memeluknya anaknya dengan erat. Sayangnya, Geo tidak menyadari bahwa Rea sekarang terbaring di brankar pun membutuhkannya.
Yuma dan Yumi menggeleng. "Tidak Paman, terima kasih," tolak Yuma dan Yumi, hingga akhirnya Geo kembali fokus menyetir.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Geo sampai di apartemen. Leana mengerutkan keningnya ketika Geo mengetahui apartemennya. Tentu saja Geo sudah mengetahuinya, itu sebabnya, dia bisa menemukannya. Leana turun dari mobil, begitu pun dengan Geo.
Geo langsung membuka pintu untuk Yuma dan Yumi. Mereka pun berjalan ke arah sang ibu, kemudian dia menggenggam tangan ibunya lalu mereka pun berjalan masuk ke arah dalam.
"Silakan masuk," ucapnya pada Geo. Rasa canggung mendera keduanya. Dulu, mereka mungkin begitu dekat, tidak ada batasan sedikit pun. Namun, sekarang berbeda.
"Yuma dan Yumi, sekarang istirahat dan jangan keluar sebelum Mommy perintahkan. Kalian mengerti?" tanya Leana pada mereka, sehingga Yuma dan Yumi pun mengangguk.
"Ayo duduk," ucap Leana yang mempersilakan Geo untuk duduk. Setelah itu, Geo pun duduk kemudian Leana berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan minuman.
Geo menatap ke arah ruang apartemen Leana. Dari apartemen ini, Geo merasakan sesuatu, bahwa Leana selama ini hidup baik-baik saja. Geo juga teringat Aaron tadi, walaupun hanya memakai pakaian casual, tapi dari wajah, lelaki itu menyatakan bahwa Aaron bukan orang sembarangan.
Lima belas menit kemudian, Leana datang sambil membawa minuman. Ketika terdengar derap langkah, dia langsung menoleh. Ternyata, Leana datang sambil membawa minuman.
"Ayo Geo, silakan diminum," ucap Leana yang menyimpan makanan itu di tempat. Geo pun mengangguk dan Leana duduk di seberang Geo. Tidak ada yang berbicara, keduanya sama-sama terdiam hingga pada akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara.
"Apa Yuma dan Yumi anakku?" tanya Geo.
Leana menghela nafas kemudian menghembuskannya, wanita itu menatap Geo dengan bingung, jari-jarinya saling meremas.
“Bagaimana hubunganmu dengan Claudia?” leana malah bertanya tentang Claudia, membuat Geo mengerutkan keningnya.
“Kenapa kau bertanya tentang Claudia?” Geo menatap Leana dengan bingung.
“Jawab saja.” Sebelum dia menjawab pertanyaan Geo, dia harus terlebih dahulu tahu bagaimana hubungan Geo dengan Claudia, karena jika Geo masih bersama Claudia, Leana tidak akan pernah memberitahu bahwa Yuma dan Yumi adalah anaknya.
"Hubunganku dan Claudia ...." Geo menjeda sejenak ucapannya, dia bingung harus menjelaskan bagaimana pada Leana.
"Kenapa kau harus membahas Claudia? Aku bertanya tentang Yuma dan Yumi," ucap Geo.
"Jawab saja sebelum aku menjawabnya," ucap Leana yang sepertinya tidak mau dibantah, hingga dia berbicara dengan tegas pada Geo, dan pada akhirnya Geo memutuskan untuk jujur dengan apa yang terjadi dengan pernikahannya selama delapan tahun, termasuk dia juga jujur tentang dia yang memiliki anak bernama Rea, dan keadaan Rea yang saat ini sedang dirawat karena operasi jantung.
Mata Leana membulat saat mendengar ucapan Geo. Bagaimana mungkin lelaki di depannya ini menyusulnya kemari, di saat Rea yang juga sama-sama merupakan putri kandungnya sedang dioperasi?
"Aku dan Claudia sempat akan berpisah jika aku menemukanmu dan anak-anak kita," ucap Geo yang terdengar begitu menyebalkan di telinga Leana.
Leana menatap Geo dengan tatapan tidak percaya. Kenapa lelaki di depannya ini begitu egois?
"Tapi sayangnya, Yuma dan Yumi bukan anakmu," ucap Leana. Meskipun berat, tapi dia tidak ingin menghancurkan hati Claudia. Walaupun bagaimanapun, dia juga seorang wanita dan mengerti betul posisi Claudia.
"Apa maksudmu? Jelas-Jelas aku menemukan kertas USG di kamar," sangkal Geo yang tidak terima mendengar pernyataan itu.
"Iya kau benar, aku memang pernah mengandung anakmu tapi aku keguguran," ucap Leana yang terpaksa berbohong pada Geo, yang berhasil membuat Geo mematung.
"Tidak, aku tak percaya. Mereka sangat mirip denganku," ucap Geo.
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Kau melihat kertas USG itu bukan? Di sana, hanya ada satu janin, sedangkan Yuma dan Yumi kembar. Jadi, aku rasa tidak ada yang harus dibicarakan lagi. Toh, aku juga sudah menikah dan Yuma Yumi adalah anak lelaki yang tadi ada di restoran," ucap Leana.
Geo menggeleng dengan pelan. Dia masih tidak percaya ucapan Leana. "Tidak mungkin, mereka pasti anakku, karena mereka begitu mirip denganku," kata Geo lagi yang masih tidak percaya.
Leana terkekeh. "Itu hanya perasaanmu saja. Lagian kau pernah melihat tentang USG anak kita, di kertas USG itu hanya ada satu janin sedangkan Yuma dan Yumi kembar. Sudah dipasti—"
"Yuma dan Yumi bukan anakmu." Tiba-Tiba, terdengar suara Aaron memotong pembicaraan dari arah samping. Ternyata, Aaron yang datang. Sepertinya, Aaron tidak tenang hingga walaupun Leana tadi meninggalkannya dan menyuruhnya untuk tidak mengikutinya, tapi Aaron tetap datang.
__ADS_1
Awalnya, Aaron memang tidak akan datang, tapi entah kenapa dia begitu gelisah. Dia tidak rela Yuma dan Yumi pergi dengan lelaki lain, itu sebabnya dia menyusul dan dia terpaksa memberikan kartu kredit yang lebih untuk Melisa.
Leana menoleh, ini pertama kalinya Aaron datang setelah mereka berpisah. Wanita itu bersyukur bertemu dengan Aaron di restoran tadi.