Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Hilang


__ADS_3

"Apa? Bagaimana mungkin bisa?" Steve berteriak saat mendengar ucapan dari anak buahnya, yang mengatakan tentang Leana, bahwa Leana tidak ada di pesawat yang akan terbang ke Kanada.


"Kau yakin putriku memakai maskapai itu?" tanya Steve, tiba-tiba wajah lelaki paru baya itu memucat.


Anak buah Steve di sana mengangguk, walaupun anggukannya tidak terlihat. "Ya Tuan. Kami yakin ada dua penerbangan yang saat itu berangkat ke Kanada, dan tidak ada nama putri Anda di dua maskapai tersebut," jawabnya, dia sudah mencari data Leana. Tapi, Leana tidak ada di sana.


Steve mematung. Napasnya mendadak tidak beraturan. Lelaki itu merasa dunianya berhenti berputar ketika mendengar apa yang anak buahnya katakan, ternyata tidak ada di pesawat tersebut. Firasat semakin tidak enak ketika menggabungkan apa yang terjadi saat Leana belum berangkat.


"Tuan? Tuan? Anda masih di sana?" Tiba-Tiba terdengar suara anak buahnya yang kembali memanggil, hingga Steve tersadar.

__ADS_1


"Aku masih di sini. Cari terus, minta CCTV dari semua area, dan cari keberadaan putriku ke mana dia pergi," ucap Steve lagi. Setelah mengatakan itu, Steve langsung mematikan panggilannya. Lelaki itu berjalan ke arah balkon karena kebetulan dia menelepon anak buahnya di balkon.


Entah kenapa, feelingnya mengatakan akan ada yang terjadi. Itu sebabnya dia tidak menelepon di depan Maudy, sebab jika Maudy tahu, mungkin istrinya akan panik.


Tatapan mata Steve lurus ke depan, hingga tak lama Steve tersadar saat mendengar suara derap langkah, hingga lelaki itu menoleh, dan ternyata Geo yang menghampirinya.


"Dad," panggil Geo.


Steve tergagap."Daddy sudah menelepon kakek neneknya, dan mereka bilang tadi Leana sempat menelepon sebelum terbang. Leana mengatakan ponsel dan powerbank-nya mati. Chargernya juga rusak, jadi dia tidak sempat untuk mengisi ulang baterai dan power bank-nya," ucap Steve, sengaja mengatakan itu. Dia belum mau mengatakan apa yang terjadi pada semuanya, bahwa Leana menghilang. Dia akan mencari tahu ke mana Leana terlebih dahulu.

__ADS_1


"Dad, apa Daddy tidak berbohong padaku?" tanya Geo. Dia melihat sang ayah seperti ragu untuk menjawab, bahkan raut wajah sang ayah seperti sedang memikirkan jawaban dari apa yang dia tanyakan.


Steve berdeham. "Mana mungkin, kau mau menelepon nenek Leana?" tanya Steve sembari tertawa agar Geo tidak curiga.


"Tidak, untuk apa juga," ucap Geo, berbalik kemudian dia menghela napas lega. Setidaknya, Leana baik-baik saja dan ketika Geo pergi, Steve mengusap wajah kasar. Dia mengutak-atik ponselnya lalu setelah itu menelepon seseorang.


"Kau sudah mendapatkan izin untuk melihat CCTV?" tanya Steve pada anak buahnya yang tadi meneleponnya.


"Belum Tuan, kami belum memeriksa semuanya. Kami hanya baru melihat masuk ke dalam. Sekarang, kami akan melanjutkan mencari posisi yang terakhir kalinya," ucap anak buah Steve hingga Steve mengangguk, lalu menutup panggilannya. Steve bangkit dari duduknya, kemudian lelaki itu langsung berjalan ke arah kamar.

__ADS_1


Ternyata, Maudy masih melamun. Sepertinya istrinya terlihat gelisah. Mendengar suara pintu terbuka, Maudy menoleh.


"Bagaimana, Dad? Kau sudah menemukan keberadaan Leana?" tanya Maudy, "di mana dia? Apa dia baik-baik saja?" Maudy menodong Steve dengan berbagai pertanyaan, hingga Steve menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Bagaimana dia harus menjelaskannya pada Maudy?


__ADS_2