Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
By Mommy


__ADS_3

Geo menghampiri Stev, hingga Steve langsung menoleh. “Sudah selesai?” tanya Stev.


“Hmm, ayo pergi. Aku tidak sabar untuk bertemu Mommy, Alia,” ucap Geo dengan nada yang riang.Dia tidak menoleh lagi pada Maudy yang menatapnya dengan tatapan hancur.


“Kau sudah pamit pada Mommy?” tanya Steve dia mengatakan seperti tampak peduli pada perasaan Maudy, tapi nyatanya tidak karena dia menatap Maudy dengan tatapan mengejek, seolah puas dengan apa yang terjadi.


“Hmm, aku sudah pamit pada Mommy. Ayo cepat, Daddy. Aku tidak sabar melihat Mommy.” jawab Geo.


Tangis Maudy sudah berlinang dia bahkan tidak berani untuk mendekat ke arah Geo, kakinya seperti tertanam di lantai dia hanya mampu menatap Geo dengan tatapan terluka.


Steve menegakkan tubuhnya, kemudian dia berjalan ke arah Maudy hingga Maudy langsung menatap Steve. Hingga Tatapan mantan suami istri itu beradu pandang. Stev menatap Maudy dengan tatapan puas, sedangkan Maudy menatap Stev dengan berlinang air mata


Tak lama, Stev maju memeluk Maudy.


“Terima kasih Maudy sudah menjaga Geo selama ini, sekarang waktunya aku pulang bersama Geo. Jangan berharap, Geo kembali lagi padamu.” Stev berbisik di telinga Maudy, kemudian lelaki itu melepaskan pelukannya dan tersenyum mengejek. Setelah itu dia langsung berbalik dan berjalan ke arah Geo

__ADS_1


“Ayo Geo kita pergi."


“By Mommy,” ucap Geo dengan riang hingga membuat tangis Maudy semakin pecah. Geo masuk ke dalam mobil begitu pun dengan Steve, hingga supir langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya.


“Geo ....” Maudy berteriak, dia mengejar mobil yang membawa Stev dan Geo, wanita itu berlari dengan cepat berharap mobil yang membawa putranya berhenti.


Tapi pada akhirnya, karena terlalu cepat berlari Maudy tersandung dan dia jatuh di tanah, dan sedetik kemudian mobil yang membawa putranya sudah pergi dari hadapannya.


“Geo!" Maudy berteriak dan menangis dengan suara yang keras.


Tadi sebelum dia melihat kepergian Geo, dia berusaha mengiklaskan kepergian putranya. Tapi setelah Geo menghilang dari jangkauannya, rasanya hati Maudy begitu hancur berkeping-keping.


“Nona!” Neo berlari dari arah samping, dia mendudukkan dirinya di tanah lalu memeluk Maudy. Hingga tangis Maudy semakin menjadi-jadi.


“Neo, bawa putraku kembali, aku mohon. Bawa putraku kembali.” Maudy berteriak di akhir kalimatnya.

__ADS_1


****


Alia terus melihat jam di dinding, rasanya dia tidak sabar untuk menyambut putranya. Saat ini dia sedang membuat segala hidangan yang disukai oleh Geo, yang dulu sering Geo makan.


Walaupun dia seorang model, tapi dia selalu memasakan makanan untuk Geo dan Steve dengan tangannya sendiri. Satu jam berkutat di dapur, akhirnya masakan Alya pun selesai. Dan saat dia akan menyimpan makanan ke meja makan, ponsel Alia berdering satu pesan masuk hingga Alya pun langsung berjalan ke arah meja pantry untuk mengambil ponselnya.


Alia mengembangkan senyumnya, ternyata Stev yang mengirimnya pesan. Rupanya Steve baru saja tiba di bandara. Dia pun dengan cepat membereskan semuanya, memindahkan makanan yang sudah dia masak ke meja makan, lalu setelah itu dia memutuskan untuk membersihkan dirinya dan berdandan secantik mungkin, untuk menyambut Stev.


***


tiga tahun kemudian.


“Tidak mau, aku tidak mau ini.” Geo mengamuk pada Alia, karena alia mamasakan makanan yang salah.


Alia menghela nafas sebanyak-banyaknya kemudian menghembuskannya, dua bulan ini putranya benar-benar berubah. Semua apa yang dilakukan Aliya selalu salah di mata Geo, dan Steve juga kerap menyalahkannya karena Geo sering mengamuk tiba-tiba, dan itu karena ....

__ADS_1


__ADS_2