
Stev keluar dari mobil, dia berjalan dengan sempoyongan, lelaki tampan itu kini berada di mansion kedua orang tuanya, dia ingin memohon untuk mempertemukan dia dan Geo, karena rasanya dia sudah tidak sanggup untuk menahan kerinduannya pada sang putra.
“Stev!" pekik Gina, ketika melihat Steve masuk ke dalam mansio dalam keadaan mabuk.
Steve yang mendengar suara Gina langsung berjalan ke arah kakak kembarnya.
Dia langsung menekuk kakinya, kemudian berlutut. “Gina, aku mohon beritahu aku di mana Geo, aku mohon beritahu aku keberadaan mereka. Aku berjanji aku tidak akan mengambil Geo dari Maudy. Aku hanya ingin melihatnya saja."
Gina menghela nafas sejenak saat melihat adiknya seperti ini. “Baiklah, aku akan memberitahukan di mana alamatnya.”
Stev mengangkat kepalanya, tapi sepersekian detik dia menormalkan ekspresinya, karena dia tidak mabuk dan hanya berpura-pura mabuk, tentu saja ini agar kedua orang keluarganya simpati dan mau memberitahukan di mana Geo, dan beruntung kakaknya yang melihat dia terlebih dahulu, dan dia tahu Gina tidak akan sanggup melihatnya seperti ini, dan benar dugaannya sekarang Gina memberitahukan semuanya .
“ Mereka ada di India,” ucap Gina, Stev langsung bangkit dari berlututnya. “Stev, kau tidak mabuk?” tanya Gina yang berpura-pura tidak menyadari bahwa adiknya berbohong. Padahal Gina tau betul, jika Stev sedang berpura-pura.
Tiba-tiba, Stev memegang kepalanya, dia berekspresi seolah dia sedang mabuk, membuat Gina ingin sekali tertawa. Mungkin Stev memang cerdas dan manipulatif, tapi Gina masih lebih pintar dari Stev.
“Tolong beritahukan di mana alamat mereka, yang lengkap" ucap Stev.
__ADS_1
“Hmm, aku akan mengirimkannya lewat pesan, tapi ada satu hal yang harus kau tahu.”
“Apa?” tanya Steve, sepertinya kali ini dia harus berhati-hati. Sebab jika sampai dia salah melangkah, ayahnya mungkin akan lebih menjauhkan dia dari Geo.
“Kau dekati Maudy dan Geo secara perlahan, Jangan pernah berniat untuk mengambil Geo dari tangan Maudy, jika tidak Daddy mungkin akan melakukan hal yang lebih ekstrem dari ini. Selama 3 tahun, kau merasakan bukan bagaimana kehilangan Geo dan jangan sampai Geo di bawah pergi lagi oleh Daddy. Kau ngerti kan maksudku,” ucap Gina, Stev menggangguk.
“Hmm, aku mengerti.” Dengan cepat Stev berbalik, kemudian lelaki itu berlari dan keluar dari Mansion, membuat Cina menggeleng.
“Dasar bodoh!" umpat Gina. Gina mengutak-atik ponselnya, kemudian wanita itu langsung menelepon Nadira yang sedang berada di lantai atas..
”Hmm, Dad. Aku sudah memberitahukannya,” ucap Gina dan sekarang waktunya rencana Nauder di mulai.
Mata Stev berkaca-kaca saat melihat putranya yang sedang ada di sekolah. Setelah kemarin malam Gina memberitahukan Di mana alamat putranya, Steve tidak menunda waktu lagi dia langsung terbang ke India dan ketika mengetahui bahwa Geo sedang sekolah, dia langsung pergi ke sekolah Geo, dan dia ingin langsung menghampiri putranya.
Dia ingin memeluk Geo dengan erat, tapi dia harus berhati-hati. Sebab, jika dia salah melangkah sudah dipastikan sang ayah akan lebih menjauhkannya dari Geo
Setelah cukup lama terdiam, Stev langsung berjalan ke arah Geo yang sepertinya sedang menunggu jemputan.
__ADS_1
“Geo!” panggil Stev dengan mata yang berkaca-kaca.
Geo menoleh. “Daddy!” panggilnya, rupanya walaupun 3 tahun tidak bertemu, tapi bocah kecil itu masih ingat tentang sang ayah. Seketika tangis Stev pecah, dia langsung membungkuk lalu memeluk putranya dengan erat.
Kini, Steve dan Geo duduk di ayunan, tak lupa dia membawa minuman kesukaan Geo. “Kau baik-baik saja di sini?” tanya Steve pada Geo. Geo menangguk.
“Hmm, aku baik-baik saja di sini. Kenapa Daddy tidak pernah mengunjungiku kemari?” tanya Geo.
Belum Stev menjawab, ponsel di saku Stev berdering. “Sebentar, Daddy akan mengangkat telepon dulu.” Stev bangkit dari ayunan, kemudian dia langsung menjauh agar Geo tidak Mendengar pembicaraannya.
Dan tepat ketika Stev pergi, Maudy menghampiri putranya. “Geo, minuman Siapa itu?” tanya Maudy yang melihat cup di atas ayunan, yang membuat Maudy cemas adalah Geo memegang cup minuman yang sama.
“Ekhem ..." Tiba-tiba, Stev berdahem, membuat Maudy menoleh. Jantung Maudy berdetak dua kali lebih cepat saat melihat mantan suaminya. Secepat kilat, dia menarik lengan Geo dan menyuruh Geo bersembunyi di belakang tubuhnya.
“Muady tenang,” ucap Steve, ketika melihat Maudy ketakutan.
“Tetap di tempatmu," jawab Maudy yang dihinggapi kepanikan.
__ADS_1
“Aku kemari hanya ingin melihat Geo, aku sama sekali tidak berniat untuk mengambilnya darimu,” jawab Geo
Maudy ....