
Nauder menghapus sudut matanya yang berair, dia langsung menyimpan ponselnya ke bawah, dia menutup wajahnya lalu terisak.
“Terima kasih Elsa, terima kasih. Setidaknya aku tahu bahwa masih ada kesempatan Kedua untukku, walaupun aku tahu tidak mudah mendapatkan hatimu,” ucap Nauder.
Dia begitu terkesima saat mendengar curahan hati Elsa. Bagaimana tidak, Elsa mengatakan semuanya pada Alexander yang tak lain dirinya sendiri, dari curhatan Elsa pada Alexander, Nauder menyadari sesuatu bahwa ada kemungkinan Elsa masih bisa menerimanya.
Yang sekarang harus dia pikirkan adalah bagaimana cara dia menaklukan Elsa tanpa harus mengejarnya. Sebab semakin dikejar, Elsa akan semakin menjauh. Tak lama, terdengar hujan, hingga dia pun langsung membalas pesan Elsa sebagai Alexander.
“Elsa, apa kau masih mau di halte bis?” tanya Alexander.
“Hmm, masih di halte bis. Tidak ada taksi maupun bis yang melewati mungkin aku akan menunggu hujan reda,” jawab Elsa. Dengan cepat, Nauder bangkit dari duduknya lelaki itu langsung berjalan ke arah kamar untuk memakai mantel.
***
Elsa melamun menatap ke depan, dia sudah memasukkan ponselnya ke dalam tas karena Alexander tidak membalas lagi pesannya. 15 menit kemudian, terdengar suara mobil yang yang menekan klakson hingga Elsa menoleh.
Dia mengerutkan keningnya saat mobil yang tidak dia kenal membunyikan klakson dan berhenti di halte tempat dia duduk. Tidak ada siapapun di sekitarnya, dan hanya dirinya saja, bukankah lelaki itu menyapanya begitulah pikir Elsa.
__ADS_1
Dan tak lama keluar lelaki memakai topi dan memakai masker, lelaki itu menghampirinya sambil memakai payung. Jantung Elsa kembali berdetak lebih cepat, saat menyadari siapa lelaki itu, karena Lelaki itu adalah Nauder.
“Dari mana tadi dia tahu aku masih di sini,” lirih Elsa. Saat berada di depan mantan istrinya, Nuader menurunkan payungnya kemudian dia membuka maskernya.
“Aku hanya tak sengaja melihatmu di sini Jika kau tidak keberatan boleh aku mengantarmu?” tanya Nauder.
“Tidak mau, aku bisa pergi menaiki taksi.”
Nauder mengangguk. “Oh, baiklah kalau begitu.”
Elsa membulatkan matanya saat Nauder tidak memaksanya. Entah kenapa dia mendadak kesal.
“Pergi saja sana!" kata Elsa dengan ketus, Nauder yang sudah berbalik kemudian kembali menoleh, dia melihat jam di pergelangan tangannya.
“Sudah tidak akan ada bis yang melewati ke sini, karena mereka berhenti beroperasi pada pukul 06.00 sore, taksi juga jangan jarang sekali yang melintas apalagi ini hujan, kau akan menunggu lama dan juga ....”
“Baiklah antarkan aku pulang!” Elsa memotong ucapan Nauder, membuat Nauder diam-diam mengembangkan senyumnya tepat seperti yang ia duga Elsa tidak akan luluh jika dikejar dan hanya akan lulus dengan cara seperti ini.
__ADS_1
Padahal dia juga berbohong karena berkata sudah tidak ada, padahal bis masih ada dan taksi pun masih banyak melintas dan beruntung Elsa percaya.
Elsa bangkit dari duduknya, wanita itu malah merebut payung dari tangan Nauder. “Kau hujan-hujanan saja,” ucap Elsa, membuat Nuader ingin tertawa dan menangis secara bersamaan, dia sungguh rindu sikap Elsa yang seperti ini.
Setelah Elsa masuk, Nauder pun berjalan dia menutupi kepalanya dengan tangan.
“kita tidak sedekat itu untuk duduk bersebelahan, kan,” ucap Elsa ketika Nauder masuk ke dalam mobil, dia lebih memilih untuk duduk di belakang karena rasanya rasanya terlalu aneh Jika dia duduk di samping Nauder.
"Hmm." lelaki itu benar-benar pasrah dan menuruti apapun yang Elsa katakan.
Mobil mulai melaju, Elsa langsung merogoh tasnya lalu mengambil ponselnysa, kemudian mengirim pesan pada Alexander.
“Alexander apa kau tahu, aku dijemput oleh mantan suamiku, sekarang rasanya jantungku berdetak sangat kencang." Tulis Elsa dalam pesannya pada Alexander.
Ting
tiba-tiba ponsel Nauder berdering, membuat lelaki itu memejamkan matanya. Sial! Nauder lupa mematikan ponsel yang selalu ia pakai saat dia menjadi Alexander. Elsa menoleh ke arah Nauder saat ponsel Nauder berbunyi, hingga tiba-tiba dia malah terpikirkan sesuatu, dia pun langsung kembali mengirimkan pesan pada nomor Alexander. dan Ting, ponsel Nauder tiba-tiba berbunyi.
__ADS_1
“Na-nauder apa kau ....”