
Leana selesai membuat makanan. Wanita cantik itu langsung membawanya ke meja makan.
"Yuma, Yumi," panggil Leana ketika dia masuk ke dalam kamar kedua putrinyak. Yuma sedang melamun, sedangkan Yumi tengah memainkan boneka. Kedua anak kembar itu menoleh pada sang ibu, lalu setelah itu mereka pun bangkit dari duduknya.
"Ayo makan, Mommy sudah membuatkan makanan untuk kalian," kata Leana hingga mereka pun mengangguk lalu berjalan ke luar kamar dan makan bersama.
Suasana meja makan begitu hening, tidak ada perdebatan antara Yuma dan Yumi seperti saat mereka berada di rumah Aaron. Keduanya memang memakan makanan yang dia buat, tapi seperti tidak bersemangat.
Akhirnya, acara makan pun selesai. Yuma dan Yumi pun kembali ke kamar, sedangkan Leana mencuci piring.
Leana mendudukkan diri di sofa, dia menatap ke depan. Suasana begitu sunyi, Yuma dan Yumi kembali ke kamarnya, sedangkan dia bingung harus melakukan apa.
__ADS_1
Leana mengelus perutnya. Wanita cantik itu tersenyum. "Semoga kau tetap sehat di perut Mommy, agar kau bisa menemani kami," ucap Leana.
***
Waktu menunjukkan dua malam.
Aaron terbangun dari tidurnya. Lampu masih gelap. "Sayang, tolong nyalakan lampu," ucap Aaron.
Lelaki itu pun termenung karena suasana begitu sepi. Dia melihat jam, ternyata waktu menunjukkan tengah malam. Rasa lapar mendera Aaron, hingga lelaki itu memutuskan untuk menyegarkan dirinya lalu pergi ke bawah untuk makan.
Aaron berdiri di bawah kucuran shower. Rasanya, Aaron benar-benar hampa. Wajah Leana serta kedua anak sambungnya terus terbayang. Namun lagi-lagi, Aaron berusaha menyadarkan dirinya, bahwa inilah keputusan terbaik yang bisa diambil.
__ADS_1
Setelah selesai, Aaron pun keluar dari kamar mandi. Lelaki itu berjalan ke walk-in closet untuk mengganti pakaian, lalu setelah itu turun ke bawah.
Saat turun ke bawah, sudah tidak ada siapa pun di rumahnya. Para pelayan sudah pergi ke paviliun belakang, dan setelah dilihat ternyata hanya tersisa makanan yang sudah dingin, dan tidak mungkin Aaron memakan itu, hingga dia pun memutuskan untuk pergi ke dapur dan membuat mie instan. Saat akan pergi ke dapur, Aaron mendadak menghentikan langkahnya ketika melihat bayangan dia dan Leana sedang membuat mie instan. Karena setiap malam terkadang jika mereka habis bercintaa mereka selalu memakan mie instan bersama-sama.
Aaron menarik napas kemudian mengembuskannya. Dia pun melanjutkan langkahnya ketika bayangan itu sudah tidak terlihat.
Setelah selesai makan mie, Aaron pergi ke kamar. Lelaki itu langsung mendudukkan di sofa. Dia merasa kesepian, hingga tak lama dia terpikirkan sesuatu, hingga Aaron langsung mengambil ponsel miliknya kemudian dia mengutak-atiknya lalu menelepon Leana. Ini sudah tengah malam dan Aaron yakin Leana sudah tertidur, tapi entah kenapa dia ingin mendengar suara wanita itu.
***
Leana yang sedang berdoa, langsung menoleh ke arah belakang. Dia melihat jam di dinding, ini sudah tengah malam dan dia bingung siapa yang menelponnya, hingga Leana pun langsung mengangkat panggilan tersebut. Ternyata, nomor Aaron yang memanggilnya. Haruskah dia mengangkat panggilan dari suaminya?
__ADS_1